Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Cerita Part 2..


__ADS_3

Dua hari berlalu, aku sembuh dari lukaku, dan hari itu aku kembali ketempat itu, kebangku tepi jalan dimana anak gadis itu mengobatiku, dengan harapan bisa bertemu lagi dengannya, namun hingga siang berlalu aku tak bisa melihat gadis kecil pujaanku itu..


Sampai kulihat seorang wanita paruh baya dan seorang anak kecil seusianya keluar dari gerbang tinggi itu sambil membawa plastik berisi sampah..


akupun menghampiri mereka dan bertanya tentang gadis kecil itu kepada mereka..


" Nona muda ahana sedang pergi berlibur bersama semua keluarganya den.?, mungkin mereka akan kembali 2 minggu lagi, saat libur sekolah hampir berakhir "


ucap wanita itu sambil menutup gerbang didepannya..


" Heeii tungguuu "


panggilku kepada gadis kecil yang tadi keluar bersama wanita itu..


" ada apa.?"


tanyanya dari balik gerbang, sambil mengeryitkan keningnya..


" Apa aku bisa minta tolong kepadamu.?"


tanyaku lagi..


" Hhmm.. baiklah katakan.?"


jawabnya ragu2..


Aku merogoh sakuku dan mengambil sebuah kotak didalamnya, lalu kuletakkan ditangan anak itu..


" Tolong aku berikan kotak ini kepada ahana jika dia kembali, katakan kalau vier yang memberikannya.?"


ucapku sedikit memelas kepadanya..


" baiklah.."


jawabnya, lalu pergi setelah aku mengucapkan terima kasih padanya..


Flash back Off...


" Jadi kau anak laki2 itu.? anak laki2 yang menitipkan kotak hadiah untuk johana 18 tahun yang lalu"


ucap yuanita menutup mulut dan menatap javier tak percaya..

__ADS_1


" Iya, aku adalah anak itu.?"


" Waaahh ka..."


yuan tak sempat menjawab karena menyadari johana bergerak dan mulai membuka matanya..


" Sayaaang.. sayaaang.. kau sudah sadar, syukurlah "


ucap javier mengecup pucuk kepala istrinya..


Johana tersenyum, dan menatap javier dengan tatapan teduh..


" Maafkan aku kak, karena sudah membuatmu sangat risau "


ucap johana lemah, yang mendapat anggukan haru dari suaminya..


Javier dan aldi mendapat kabar kalau client penting mereka mengadakan rapat malam ini yang tidak bisa ditunda lagi, hingga membuat javier dengan berat hati harus meninggalkan istrinya yang sedang sakit dan pergi kepertemuan itu, Namun dia lega meninggalkan johana berdua dengan yuan dan malik yang sudah berjanji akan menunggui johana sampai javier kembali..


Sepeninggal javier, malik pamit mencari makanan untuk mereka dan pergi meninggalkan mereka berdua..


" Maafkan aku yuan, aku telah merepotkanmu, kau meninggalkan yuma lagi karenaku.?"


" iya, kau benar.. kau memang sangat merepotkan, kau tahu, kau merepotkan semua orang, aku sampai mengabaikan malik dan yuma, bahkan lihat javier dia bahkan rela mengabaikan perusahaannya untuk datang dan direpotkan olehmu.?"


ucap yuan menoleh kearah lain, dia sangat takut dan khawatir ketika melihat johana pingsan dan mengeluarkan banyak darah..


" Maafkan aku yuan..?"


" sekarang kau sudah dengar kan kenyataan rahasia dari kak avi,.?"


ucap yuan yang ditatapi terkejut oleh johana..


" Aku tahu kau sudah sadar dari sejak aku masuk kesini tadi.."


ucap yuan menatap johana yang tersenyum salah tingkah..


" Aku memang tidak bisa berbohong dihadapanmu yuan.?"


senyum smirk johana yang disenyumi oleh yuan..


" jadi sekarang berhenti mengatakan kalau javier hanya menikahimu karena kau ibu dari jasen dan juga hafira, dia melakukan itu karena sangat mencintaimu johana, dan dia berhak mendapatkan hatimu yang kau kubur untuk siteman lavendermu itu.?"

__ADS_1


ucap yuan yang dihadiahi pelukan oleh johana..


" Yuan, aku sangat bahagia hari ini, mengetahui teman lavender yang sudah berkorban jiwa untuk menyelamatkan hidupku adalah seseorang yang kini ada disampingku.."


ucap johana yang langsung dihadiahi tatapan terkejut dari yuan..


" Apa maksudmu.?"


"Karena hipnotis dan ilusi permanen itu aku melupakan semua kesedihan yang melandaku, aku membuang semua yang menyakitkan dari hidupku, Hingga aku kemudian mengingat itu dihari kami menjadi sepasang kekasih, lalu aku terus dihantui mimpi kalau teman yang menyelamatkanku dipantai yang kujuluki teman lavender itu adalah anak lelaki yang sama yang memberikan liontin berlian pink itu kepadaku, aku terus berusaha mengingat dia sampai akhirnya kutahu dia adalah vier,.? yuaaannn aku sangat bahagia.?"


ucap johana memeluk yuan senang..


Setelah 2 hari dirumah sakit, johana kembali keapartemen mereka dan javier terus berada disampingnya, seperti hari ini dia tidak pergi kekantor demi untuk menemani istrinya ini..


siang itu johana membuka matanya dan masuk kekamar mandi, dia sudah merasa segar lalu keluar mencari javier diruang kerjanya, melihat javier yang masih berkutat dengan laporan yang ada diatas mejanya..


dia masuk dan langsung memeluk javier dari belakang, hingga membuat javier membatu seketika, merasakan pipi halus johana menempel dipipinya, bukan karena dia dikejutkan oleh kehadirannya namun dia terkejut oleh sikap manja ini tak pernah sekalipun johana tunjukkan untuknya..


selama ini dialah orang yang selalu mengambil inisiatif pertama untuk hanya sekedar memeluk atau mencium istrinya tersebut..


mungkinkah karena hormon kehamilannya..


guman javier dalam hati..


javier menarik tangan johana membalik dia hingga duduk dipangkuannya, johana melingkarkan tangannya keleher javier dan menempelkan kepalanya kedada bidang suaminya yang masih peecless karena perlakuan manis istrinya ini..


" Maafkan aku kak, karena tak pernah mengerti bagaiman perasaanmu "


ucap johana lirih, yang mendapat tatapan kasih dari suaminya..


javier menangkup wajah istrinya dengan sayang, kedua tatapan mata mereka bertemu, dan entah sebuah keberanian atau apa.? johana menempelkan bibirnya kebibir javier yang langsung disambut dengan ******* lembut dari javier..


Johana menarik kepalanya dan javier langsung menahan tengkuk istrinya itu sambil menyapu lidahnya..


lidah mereka membelit dan saling menukar saliva antara satu dan yang lain, hingga ciuman yang tadinya lembut, berubah menjadi panas dan menuntut hal yang lain..


javier menggendong istrinya dan membaringkannya diatas sofa panjang yang besar, tanpa melepaskan pagutan mereka, hingga permainan keduanya mencapai puncak dan tubuh johana melemas diatas sofa besar itu tanpa sehelai benangpun..


Javier menarik selimut diatas nakas dan membalutkan ketubuh istrinya yang tertidur karena lelah dengan pertempuran mereka, dia tersenyum memandangi jejak merah yang ditinggalkan ditubuh istrinya tersebut..


dia bangkit dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda, sambil terus menatapi istrinya yang tertidur pulas diatas sofa besar tersebut..

__ADS_1


__ADS_2