Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Miniatur Javier..


__ADS_3

Javier tiba dirumah sakit, dia sangat bahagia mendengar Jasen sudah melewati masa kritisnya walapun belum sadar sepenuhnya dan belum bisa dijenguk ..


Javier melangkah masuk kedalam ruang perawatan johana, tampak wajahnya yang pucat sambil tertidur karena disuntik obat penenang oleh dokter agar dia bisa istirahat sepenuhnya..


Javier duduk disamping johana, dan menggenggam erat tangannya..


" kenapa faro.? kenapa kau lakukan ini.? kenapa kau menyimpan semua rahasia ini dariku.? apa kesalahanku faro.? apa salahku sehingga kau menghukum aku seperti ini.?, kau membiarkan anak2 kita menderita tanpa sosok seorang ayah, kenapa menghukum anak2 kita..?"


ucap javier lirih sambil menggenggam erat tangan johana..


________________________________


Johana membuka matanya perlahan, walau kepalanya masih sedikit berat namun tubuhnya sudah lebih bugar, dia merasa ada sebuah beban diperutnya, Dia menunduk dan melihat lengan javier disana yang posesif memeluknya, sambil tertidur lelap disampingnya..


Johana menatap wajah yang tertidur lelap itu dengan sayu, perlahan melepaskan lengan javier, dia turun dari ranjang kemudian membuka pintu se'pelan mungkin agar tak membangunkan javier..


Johana Menuju ruangan ICU untuk melihat jasen, namun suster mengatakan kalau jasen sudah dipindahkan keruang pemulihan karena dia sudah melewati masa kritisnya..


Johana masuk keruangan Jasen, nampak tubuh kecil yang terbaring dengan masker oksigen terbungkus rapi masih betah menutup matanya yang entah kapan akan dibuka..


Johana mengusap pipi putra sulungnya yang nampak pucat, dengan kasih dan sayang, 5 tahun johana menyembunyikan jasen dan juga hafira dari khalayak, karena dia tak ingin orang lain mengusik mereka..


" Maafkan mama jasen.. Mama sudah egois dan membuat kalian menderita, kali ini mama janji, jika kau sudah pulih, kita akan terus bersama2, mama tidak akan membiarkan kalian jauh dari mama lagi, kalian tidak perlu ber'pura2 tidak mengenal mama, mama janji kali ini, mama akan menghadapi dunia ini bersama kalian bertiga, dengan Jasen, Hafira dan juga papa kalian "


ucap johana terisak sambil menciumi tangan mungil Jasen..


" Maaama jan..jii"


Johana tersentak mendengar jawaban lemah dari putranya, dia melihat Jasen yang membuka pelan matanya sambil menyunggingkan senyum yang mirip dengan javier..


Alasan johana menyembunyikan jasen adalah agar orang2 tidak menyadarinya, karena mata ke'biru2an, hidung mancung serta bibir tipis milik Jasen adalah indera yang sama juga dimiliki javier, Jasen adalah sosok sempurna javier dalam versi mini..


Saat orang lain memandang Jasen untuk pertama kali mereka akan langsung menyadari, kalau dia adalah miniatur dari javier..


Itulah yang dirasakan Yuanita 6 tahun lalu, bukan main terkejutnya anita saat dokter mengatakan hasil pemeriksaan johana yang pingsan diapartemennya di'inggris adalah karena johana kelelahan dalam masa kehamilan trimester awal..


Yuan bahkan tak berani melihat file hasil USG janin kembar milik johana yang sudah berusia 3 bulan saat itu, dan juga tak berani bertanya siapa dan bagaimana johana bisa dinyatakan positif hamil oleh dokter sementara yuanita adalah orang yang paling mengenal dan tak pernah meninggalkan johana sehari'pun..

__ADS_1


Johana yang terus bungkam, dan tak mengatakan apa2 membuat yuanita juga tak pernah bertanya, hingga usia Jasen dan hafira satu tahun, yuanita mulai menyadari kalau jasen ternyata sangat mirip dengan javier, membuat johana menceritakan semua kisah terlarang yang membuat Jasen dan Hafira terlahir kedunia ini..


__________________________.......


Dokter keluar dari ruangan Jasen, membuat johana, siena dan juga javier berlari menghampiri dokter..


" Bagaimana keadaannya dok.?"


" dia sudah sadar nyonya, dan akan segera pulih, selamat dia memang anak yang kuat, kalian sudah bisa melihatnya "


Johana dan javier langsung berterima kasih dan saling memeluk dengan haru..


" Kak avi, Jasen sudah baik2 saja sekarang "


ucap johana disela pelukan mereka..


javier mengangguk sambil menyeka pipi johana..


" Apa aku bisa melihat jasen.?"


ucap javier lirih..


" Maafkan aku kak avi, sudah menyembunyikan mereka darimu "


ucap johana menunduk penuh sesal..


Javier memeluk johana lagi dan mengecup pucuk kepala johana dengan sayang..


" Ayo.. mari kukenalkan kepada jasen "


" Apa jasen akan menerimaku "


" tentu "


Johana, dan siena,masuk kedalam ruangan milik jasen, meninggalkan javier yang masih dilema dan berbicara dengan aldi lewat telpon diluar koridor..


" Maaamaa"

__ADS_1


ucap jasen riang melihat johana masuk, johana segera berlari memeluk putranya..


" Sen, katakan kepada mama.? mana yang sakit nak, mana yang kau rasa sakit "


ucap johana membolak balik tubuh putranya..


"Jasen sudah sembuh ma, jasen anak yang kuat, mama. "


ucap jasen riang, dia belum menyadari keberadaan siena yang takjub melihat miniatur kakaknya dalam pelukan johana..


Jasen menengadah melihat mamanya..


" Mama, dimana si'angsa.? apa si'angsa baik2 saja, dia pasti sangat ketakutan melihat Jasen tidak sadarkan diri hari itu, melihatnya menangis aku ingin bangun dan memeluknya tapi mata jasen keburu ngatuk ma"


ucap jasen dengan polosnya membuat johana memelik kembali putranya..


" Dia baik2 saja sayang, adikmu ada bersama Bunda Yuan dan ayah malik "


ucap johana sayang..


Jasen lalu menoleh menyadari kehadiran siena disampingnya..


" Mama dia siapa.?"


ucap jasen menunjuk kearah siena yang menatap mereka dengan lelehan air mata yang membasahi pipi cantiknya..


" oouuhb kakak adalah model terkenal itu kan.? "


ucap jasen sambil menutup mulutnya tanda tak percaya..


" siapa yah namanya.?"


ucap jasen tampak berpikir..


" Siena S"


ucap jasen takjub..

__ADS_1


" Nona SS, si'Angsa, ah maksudku adikku sangat menyukaimu, jadi kau teman mami.?


ucap jasen antusias tak berhenti bertanya membuat tangis siena makin deras sampai membuat jasen bingung melihatnya..


__ADS_2