
Javier naik keatas kasur, saat dilihatnya johana benar2 tertidur dengan pulas, dia tersenyum melihat johana yang tidur seperti bayi, ingin rasanya dia memagut bibir mungil itu lagi namun kali ini dia harus menyusun rencananya dengan matang, karena tak ingin kehilangan johana lagi, dia bisa lega karena Yuanita ada dibelakangnya, dia memandang plester dibuku2 jarinya sambil menghela nafas dengan berat..
Javier mulai memejamkan matanya ketika dia merasakan tubuh johana bergerak, dia pikir johana akan terbangun jadi dia pura2 tertidur, Namun tidak demikian, johana mulai meringis, dia menangis dan meracau, tangannya mencengkram selimut dengan erat sambil terus meracau..
" Tidak.. tidaaakk, jangan.. jangaaan lakukan itu pada kakaaakkku, jangan.. kakak.. kakaaaaaakkk.. tidak jangaaaaaaaannnnnnnnn"
Johana tersentak dari mimpinya, dia terduduk bermandi keringat dingin diwajahnya, nafasnya memburu dengan tidak teratur..
lalu dia menyembunyikan wajahnya kedalam selimut dan dia menangis, Namun tiba2 dia terkejut menyadari kalau dia ada dirumah javier, johana segera bangkit dari kasur dan melihat kasur disebelahnya kosong dan javier tidak ada disampingnya, dia menghela nafasnya lega dan baring kembali sambil menerawang kelangit2 kamar..
Tanpa dia sadari, kalau Javier berdiri dibalik pintu kamar mandi sambil memandangnya dengan tatapan sedih..
kini dia mengerti apa yang dikatakan yuanita memang benar, kalau alfaro bukanlah johana, Jika javier mencintai alfaro karena terbiasa dengan cinta dan perhatian gila alfaro, dia tidak akan mendapatkan semua itu dari johana,,
♤♡♤♡♤♡♤♡♤
Johana bangun dari tidurnya, dia melirik jam yang masih melingkar ditangannya, pukul 7.30 pagi,
dia mengendarkan pandangannya kesemua sudut kamar yang besar itu..
Lalu terdengar ketukan dari luar pintu..
" Tumben dia sopan, pakai ketuk pintu segala "
ucap johana dengan pelan lalu beranjak membuka pintu, nampak diluar berdiri seorang ibu paruh baya yang tersenyum sambil membawa sebuah kotak ditangannya, johana yang tadinya cemberut langsung tersenyum datar melihat bukan javier yang datang..
" Nona, saya ibu wati, saya asisten rumah tangga disini, kalau butuh apa2 panggil saja saya, akan melayani nona dan ini adalah pakaian untuk anda, saya akan menyiapkan sarapan.. apa ada yang anda inginkan lagi nona .?"
ucap pelayan itu dengan sopan..
" dimana javier .?"
ucap johana datar..
" Tuan pergi keluar sebentar, katanya ada urusan, tapi dia akan kembali secepatnya "
" baiklah, itu saja "
ucap johana..
__ADS_1
" baik nona saya akan kedapur dulu"
sepeninggal ibu wati, johana kemudian masuk kekamar mandi, karena memang sudah sangat gerah.. dia mengenakan pakaian yang pas ditubuh mungilnya, lalu meletakkan kotak pakaian itu keatas kasur, dia kemudian keluar mengendap kearah tangga, ternyata rumah ini sangat besar lengkap dengan berbagai fasilitas2 mewah didalamnya,
rumah sebesar ini, kenapa kosong..
pikir johana dalam hati..
johana mencari pintu keluar, dan tampaklah pintu besar tak jauh dari tempatnya berdiri, dia berjalan perlahan2 dan mulai memutar gagang pintu yang ternyata terkunci..
" siaaaall"
umpat johana kesal..
johana kembali dan sayup2 dia mendengar percakapan orang disebuah ruangan, johana penasaran dia memutar perlahan gagang pintu itu dan memasukkan kepalanya untuk mengintip kedalam sana..
Tampak 6 orang pria bertubuh kekar dan wajah mereka cukup seram menurut johana yang sedang mendengarkan intruksi dari seorang pria yang diketahui johana adalah javier..
" Kalian akan menjaga disini sampai aku kembali, jangan biarkan dia keluar dari rumah ini "
ucap javier dengan suara lantangnya..
ucap pria2 itu serempak dan keluar dari ruangan itu, Namun mereka terkejut melihat johana ada dibalik pintu sambil menatap mereka dengan tatapan marah hingg membuat javier juga terkejut melihatnya..
" pergi lakukan tugas kalian"
ucap javier, lalu masuk kembali keruang bacanya dan duduk dikursinya yang diikuti oleh johana dengan wajah marahnya..
" javier, apa maksudmu mengurung aku disini.?, keluarkan aku, aku mau keluaaaarr dari sini "
ucap johana setengah berteriak, Namun javier tetap diam dan melihat beberapa file disana..
" Javieerrrr... apa maumuu... katakan..., apa kau mau uang.. aku bisa memberikan uang untukmu "
ucap johana mulai marah dan emosi karena tak digubris oleh javier..
" apa kau melihat aku seperti orang yang kekurangan uang, hingga harus memeras calon istriku sendiri"
ucap javier cuek, membuat johana menjadi sangat marah.. dia menarik kerah baju javier dan berteriak kepadanya..
__ADS_1
" aku bukan calon istrimuuuu alfaro, aku johana, johanaaaa"
johana berteriak histeris..
" kau bohong, "
ucap javier menatap mata johana dengan sayu,
" kau mau bukti apa.? agar kau percaya kalau aku bukan calon istrimu "
" aku rasa tak perlu mengingatkan janjimu malam itu kan.?"
Ucap javier masih menatap johana..
" aaaaagggrrrhhhh... siaaalll, katakan apa maumu.? kenapa mengusik ketenanganku.?"
teriak johana frustasi..
Javier seketika terhenyak,
sebegitu tak berartinya malam itu bagi johana, harusnya dia yang paling terluka karena kehormatannya sebagai wanita kurenggut, Mungkinkah dia menyesal.? tapi bukankah dia yang pergi dariku, padahal hari itu aku ingin menikahinya..
" Apa kau begitu ingin pergi.?"
ucap javier dengan wajah sendu..
" iya, banyak yang menungguku, aku harus kerja "
ucap johana masih dengan tatapan dingin..
" jika aku tak mengizinkannya apa kau tetap akan pergi "
" aku ingin pergi, mari selesaikan urusan kita agar aku bisa pergi secepatnya "
ucap johana tegas, lalu keluar dari ruangan itu dan naik kekamar javier lalu membanting tubuhnya diatas kasur..
Ada apa denganmu faro.? kenapa gadis ceriaku yang periang menjadi tuan putri es seperti ini.?
apa salahku kepadamu.? sehingga kau menghukum hatimu untuk menjauh dariku, aku tak akan menyerah sampai sinar cinta itu hilang dari matamu..
__ADS_1