
Masih Flashback yah teman2...
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤...
Setelah berpelukan Johan kembali memacu mobilnya membelah jalanan yang masih ramai dengan hiruk pikuk kendaraan..
Johana terus tersenyum memandang kakaknya yang tampan malam ini, sejak peristiwa malam itu, ibu dan kakaknya adalah satu2nya keluarga yang menganggap dia masih ada..
Tiba2 sebuah mobil melaju tepat dipinggir mobil johan, membuat johan dan johana terkejut melihat mobil itu terus merapat kearah mobil mereka, kaca mobil itu terbuka nampak lima orang pria dengan tampang sangar menodongkan senjata kearah mereka berdua..
Johana mulai panik namun tidak dengan johan dia menancap gasnya dan berlalu meninggalkan mobil itu,
" shitt.. mau apa mereka "
ucap johan mengumpat mobil itu..
" kakak, siapa mereka dan mau apa.? "
panik johana
" tidak apa2 sayang, jangan cemas kita sudah meninggalkan mobil itu, cepat ambil henfon kakak dan telfon malik, biar menjemput kita, kakak tidak khawatir jika mereka menginginkan kakak, tapi kakak tidak akan mengampuni mereka kalau mereka menyentuhmu "
Johana akan meraih henfon johan disaku jasnya ketika terdengar sebuah tembakan yang membuat mobil mereka hilang kendali dan menabrak pembatas jalan, johan menyadari kalau mereka tengah ada ditepi jembatan layang dan dengan sigap dia mendorong johana hingga terlempar kebahu jalan, karena menyadari mungkin mobil mereka akan jatuh kebawah.. Johana melupakan rasa sakitnya dan berusaha ter'seok2 menghampiri mobil yang rongsok karena bertabrakan dengan besi jembatan namun belum sempat dia berdiri untuk meraih besi penyangga itu, mobil yang mengejar mereka dengan sengaja menabrakkan badan mobilnya hingga membuat mobil johan terseret dan jatuh kedalam air..
" Tiiidakkk... tidaaaaakkkk jangaaannn ... kakaaaaaaaakkkkkk "
__Flashback Off_________________
Faro tersentak dari mimpinya, dia berusaha mengatur nafasnya menyadari tatapan sedih dari Daniel dan Anita..
__ADS_1
Mobil daniel tiba didepan gerbang asrama dan faro lansung turun setelah mengucapkan terima kasih, dia masuk kedalam kamarnya dan langsung menghatamkan tubuhnya kekasur..
_____________________________________
Anita sangat sedih melihat sikap dingin johana, tidak ada lagi sikap jahil dan senyum merona dari wajahnya sejak 3 hari lalu, setiap malam johana akan berteriak histeris karena mimpi itu kembali lagi..
Biasanya Faro akan sangat antusias saat mendengar berita tentang javier, tapi kini dia hanya akan mendengarkan dan mengangguk dengan datar
Johana beranjak keluar dari kamarnya membuat anita sangat senang karena akhirnya johana keluar juga dari kamar mereka, dia berjalan mengikuti johana yang pergi keruangan bu anggi, dia meminta ijin untuk menggunakan telepon asrama
Anita berdiri diujung pintu menguping pembicaraan johana karena dia tak ingin johana melakukan hal2 yang aneh seperti yang lalu2..
" Malik sediakan Tiket penerbangan paling pagi besok, kita akan bertemu dibandara dan urus semua berkas2 kepindahanku dalam 1 malam, aku tidak ingin ada masalah sedikitpun "
Johana menutup telpon dan keluar dari ruangan ibu anggi menuju kekamarnya..
Dia mendapati anita yang sedang meringkuk diujung kasurnya, Johana menarik kopernya dan menoleh kearah anita
" bhhuuggkkk"
Johana menoleh melihat anita melempar sebuah koper besar ketengah lantai, dia tertegun melihat air mata anita
" aku akan ikut hikss..hikss..hikss, aku ada, karena kau ada disini, aku akan ikut kemanapun kamu pergi, walapun kau mengusirku pergi aku tidak akan pergi kecuali aku mati "
anita sedikit emosional sambil membereskan semua barang2nya..
Johana menghela nafasnya dan mulai membereskan barang2nya..
Yuanita menatap 2 koper didepannya dengan sendu, dia melihat Johana baru keluar dari kamar mandi dan berjalan keluar
__ADS_1
" Yuan, aku ada urusan sebentar, kau tidak usah menungguku, tidurlah lebih awal aku akan kembali begitu aku selesai"
💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹
Johana menyusuri jalan setapak dengan penuh rasa sedih, melihat sekeliling taman, sebentar lagi dia akan meninggalkan semua ini, meninggalkan javier dan senyuman alfaro disini..
Dia sengaja mengambil jalan sempit ini agar cepat sampai kegedung asrama pria, dia akan pergi untuk mengakhiri hubungannya dengan javier,
Johana tiba di'depan gerbang, dan membisu disana, mana mungkin dia sanggup meninggalkan javier yang paling dia cintai, namun Johana bukan alfaro, Johana adalah gadis yang tidak punya hati untuk orang lain..
Dia memutuskan untuk pergi karena menyadari kalau malam ini Javier pergi berpesta dengan teman2nya..
tiba2 sebuah taksi berhenti tepat disampingnya dan dia melihat Aldi turun dari taksi itu sambil memapah Javier yang wajahya sangat merah
" Kak Aldi ada apa.?"
Johana menghampiri aldi dan javier yang baru turun dari taksi..
" dia.. diaa.."
Aldi nampak canggung melihat Johana disana, sambil terus memeluk Javier yang sedang berontak kepanasan
"kak ada apa.? "
" dia sakit, aku akan membawanya kerumah sakit tapi kami lupa bawa dompet, jadi aku kembali dulu "
Faro membantu aldi memapah javier sementara dia mengambil dompet dan kembali lagi, kemudian membawa javier kerumah sakit
" kak aldi, bolehkah aku ikut bersamamu "
__ADS_1
" tentu saja, tadinya aku pikir takut untuk mengajakmu, tenang saja, aku sudh tahu kalau kau pacarnya javier "
Johana tersenyum datar dan masuk kedalam taksi..