
Javier kembali dari kantor, dia menepuk pipinya penuh semangat dan masuk kedalam butik istrinya..
javier mendorong pintu masuk, tampak seorang pegawai bertag name elsa langsung menyapanya dengan hormat dan menampilkan senyum terbaik, karena terpesona dengan sosok sempurna didepannya..
" selamat sore tuan, silahkan, apa ada yang bisa saya bantu,?"
ucap elsa dengan senyum yang seindah mungkin sambil meregangkan kerah bajunya sedikit lebar agar terlihat belahan dadanya..
Javier merasa jijik melihat wanita ini, walaupun dia adalah sosok pria yang hangat namun jika dihadapkan pada wanita centil seperti ini, dia akan sangat tidak menyukainya..
Belum sempat javier menjawab, tampak dea berjalan kearah mereka, sambil menetap elsa dengan tatapan tajam, lalu beralih senyuman kepada javier..
" Presdir, suatu kehormatan anda datang, silahkan masuk presdir, saya akan langsung membawa anda keruangan miss, mari silahkan.? "
ucap dea sopan sambil menyilahkan javier yang berjalan didepannya, Dea tahu jika javier adalah presdir alfa the hotel, yang pernah punya kontrak pakaian seragam pegawai hotel dengan kualitas terbaik pabrik pakaian milik butik mereka, namun dia belum mengetahui kalau sekarang javier adalah suami boss'nya..
Javier masuk kedalam ruangan johana dan dilihatnya istrinya sedang sibuk mengamati kertas2 gambar yang menumpuk didepannya..
" sayang.."
ucap javier mengagetkan johana..
Johana menoleh dan melihat suaminya berdiri tak jauh darinya sambil bersandar kepintu..
" Kak avi, disini, "
ucap johana sambil membereskan beberapa file didepannya, javier menghampirinya dan "cuupp"
satu kecupan mendarat tepat dipucuk kepala johana, membuat johana tersenyum..
" tentu, kakak ingin menjemput istri kakak pulang "
" Kakak sudah makan.?"
" Sudah,, kakak sudah makan "
" Hhmm, tadinya aku mau mengajak kakak makan siang bersama, tapi yah sudahlah aku akan makan siang dirumah saja "
" Siang..?"
Javier bertanya dengan heran, jelas2 ini sudah pukul 4 sore tapi bagaimana mungkin johana mengatakan kalau ini masih siang
__ADS_1
" Apa kau belum makan siang,.?"
ucap javier serius..
" hhmm "
angguk johana..
" kau tahu ini pukul berapa.?"
tanya javier lagi..
" mungkin pukul 1 siang,"
ucap johana meraba ponselnya dan dia ternganga melihat ini bukan siang lagi, tapi hampir malam, johana memukul keningnya sendiri, dia lupa waktu lagi, dia lupa waktu seperti sebelumnya..
Johana mendongak melihat suaminya yang sudah menatapnya tajam, tanpa berkata apa2 lagi, javier menarik tangan istrinya dan membawa dia keluar dari butik, mengabaikan semua tatapan tanya semua orang, dan segera memasukan istrinya kedalam mobil dan membawanya kerestoran..
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Di'tepi danau yang cantik..
sejak tahu tentang sikembar, siena sangat bersemangat untuk pulang kerumah, dia akan langsung keapartemen javier untuk bertemu sikembar..
dalam perjalanan ponsel siena berdering..
" Halo, kak aldi "
" hallo sien, kau sudah kembali dari pemotretan.?"
" iya kak, mungkin besok pagi aku akan sampai, dan dari bandara aku akan langsung keapartemen kak vier, aku mau menemui sikembar "
" maaf sien, aku lupa mengabarimu kalau sikembar kembali keasrama.."
" ooh.."
siena menunduk lesu..
" sien, ada hal lebih penting dari semua itu "
Aldi menceritakan perihal papinya yang ingin mengambil alih semua aset perusahaan javier agar menjadi bangkrut, sehingga ayahnya bisa memegang kendali agar javier kembali kepada wijayadi..
__ADS_1
" papi benar2 keterlaluan "
ucap siena jengkel, lalu menyudahi telponnya..
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Javier masuk kedalam apartemen diikuti johana dibelakangnya, javier diam saja sejak mereka pulang dari restoran hari ini, membuat johana heran melihat sikapnya..
Setelah masuk kekamar, javier langsung bergegas ke'kamar mandi, dia berendam dibathub sambil menerawang, hatinya kesal mengingat johana yang keras kepala sampai lupa makan..
Setelah selesai dia keluar dan mendapati johana yang sedang duduk didepan meja riasnya, javier langsung masuk keruang ganti tanpa menoleh kepada johana yang masih bingung, menatap heran kepada javier, dia lalu beranjak dari tempat duduknya dan masuk kedalam kamar mandi..
Johana keluar dari kamar mandi dan melihat javier yang berbaring diatas kasur sambil menonton acara televisi yang terus dia ganti chanel salurannya sejak tadi..
" Kak avi, ada apa.?"
johana naik ke'atas ranjang dan mengusap pipi suaminya..
Javier menghela nafasnya dengan berat..
" sayang.. berhentilah bekerja, aku sanggup menafkahi dirimu dan anak2, "
" ada apa ini.? kenapa kau tiba2 mengatakan ini,, bukankah kita sudah membahasnya, tak akan mengurusi pekerjaan masing2 "
ucap johana mulai dingin..
javier menarik tangan johana dan mengusap pipinya dengan sayang..
" Hana, aku tak mau kau sakit, lihatlah pekerjaanmu membuat kau melupakan makananmu, aku benar2 tidak rela jika kau sakit "
Johana tersenyum, lalu memeluk suaminya dengan erat, dia mengusap pipi dan mencium hidung suaminya dengan kasih sayang..
" Jadi karena ini kau merajuk, baiklah.. anggap saja ini yang terakhir "
ucap johana..
" Janji "
ucap javier yang mendapat anggukan dari johana..
Ponsel javier bergetar dan itu email masuk dari aldi, mengabarkan kalau grup JH menolak kerja sama dengan wijayadis grup, dan memilih tetap mendukung javier sampai akhir..
__ADS_1