Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Pengagum Rahasia..


__ADS_3

Faro baru saja tiba dikelasnya, dan langsung disambut heboh oleh sahabat baiknya anita,


"ro, kamu kemana saja sih, lihat ini.? "


Anita menarik tangan Ro sambil menunjuk kearah bunga lavender ungu diatas meja..


"Hhaahhh ,lagi2 bunga lavender ini "


ucap faro dengan malas sambil meraih buket bunga itu dan melemparnya kepada bina, yang terkejut dengan lemparan faro


"bina, bunga itu untukmu, kau bawalah pulang jual ditoko bunga depan universitas kita"


"Tapi ro, bunga itu milikmu"


ucap bina dengan polosnya, tak mengerti arah pembicaraan teman sekelasnya yang sudah melototkan matanya..


"Kalau ku bilang itu untukmu, yah itu artinya bunga itu milikmu, "


ucap faro tak kalah melotot kepada bina..


" Baiklah, terima kasih "


bina menyerah dan lebih memilih memeluk bunga lavender itu dan menaruhnya kesamping mejanya..


Faro berbalik dan duduk disamping anita.


" Nit bagi tugas dongk "


" Tugas, apa'an.? " sambil melirik malas kepada faro,


" yah tugas penelitian tertulis kemarin, yang merinci gambar abtrak itu loh.? Yah.. yahh."


goda faro sambil menoel noel bahu Anita..


"Loh bukannya kemarin kamu juga ada disana "

__ADS_1


tanya Anita dengan sedikit rasa terkejut


" iya sih, tapi aku nggak begitu fokus, hehehhe "


ucap faro sambil terkekeh tanpa rasa bersalah..


"Apaaa.. ngapain kamu disana, kalau nggak nyerap sedikitpun penjelasan pak Hamid, kamu tahu kan pak hamid itu dosen paling kejam yang terkenal dalam dunia persilatan "


ucap anita sambil mencubit lengan faro..


" Awwuuw.. sakitt nit.? , tega banget sama temen sendiri juga "


" Biarin, biar tahu rasa "


ucap nita dengan malas, sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya dengan cepat dan melemparnya kedepan faro yang tersenyum dengan riang..


"Awaaas yah.. kalau lain kali kamu kayak gini lagi, aku nggak bakalan minjamin tugas lagi "


ucap nita dengan sedikit mengancam faro walaupun dia tahu sahabatnya itu tak akan menggubrisnya dan malah asyik menyalin bukunya dengan kecepatan tornado..


Sebenarnya Anita sedih melihat faro menyia nyiakan waktunya untuk javier, mengingat faro adalah gadis yang pandai disekolah mereka dulu, tapi dia tak berdaya mengingat hanya javier, alfaro bisa tersenyum bahkan tertawa seperti ini..


bahkan anita tak sanggup jika harus melihat faro terperosok kedalam kegelapan itu lagi..


lamunan Anita terhentak saat faro memeluknya sambil mencium gemas kedua pipinya..


" Nit, thank you yah, sudah minjamin tugas, nanti aku traktir makan bakso, bang suman "


ucap faro sambil mengelap air liurnya yang hampir menetes karna mengingat bakso favorit langganan mereka yang suka mangkal didepan asrama..


" lap itu iler kamu, nggak malu apa, ngajak traktir tapi ngiler sendiri, hahahahha "


" ah sialan.. ahahhaha "


mereka berdua tertawa terbahak - bahak, dan saling berpelukan..

__ADS_1


" Nit, kamu mau yah kalau udah lulus jadi kakak ipar aku, Jadi istrinya bang johanda "


seketika itu Anita membeku mendengar kata2 faro, tawanya yang lebar menjadi kaku dan lenyap..


faro yang menyadari sahabatnya bungkam melepas pelukannya dan menatap anita dengan sendu..


" Nit, kok saat aku nyebut kak jo kamu jadi diam begini, bukannya kamu suka sama kak jo yah.? "


tatap faro penuh selidik..


anita yang ditatap faro jadi serba salah dan membisu, tapi kemudian dia terkejut melihat faro tertawa lebar, membuat dia bingung


"Ahahhahahahahha... nitaaa muka kamu lucu banget sihh "


" apaaa "


ucap nita dengan sendu..


"iya kamu, kamu lucu ahahah.. segitu nggak pengennya kamu jadi kakak iparku, sampai bungkam begitu, "


faro memegang kedua lengan anita dengan gemas, Lalu menangkup pipi nita dengan kedua jemarinya..


" Nita, jadi dan tidaknya Tuhan menakdirkanmu menjadi kakak iparku tapi aku akan tetap menganggapmu saudaraku, tetaplah seperti ini, menjadi sahabatku dan duduk disampingku "


Sebutir bulir bening lolos membasahi seragam almamater yang dikenakan anita, mendengar kata2 sahabatnya, itu adalah hal yang paling dia cintai dari faro, mampu menguras emosinya walapun hanya dengan kata2 saja..


dia takut jika suatu hari faro tahu kebenaran yang dia sembunyikan darinya, akan membuat gadis itu hancur..


dia menarik nafasnya dalam2 dan mencubit lengan sahabatnya dengan gemas walaupun faro sudah berteriak dia masih menggelitiknya dengan tawa..


"Lagian kak jo, lama amat yah ke'Afrika, amat aja nggak lama, sebel banget sama dia, padahal sudah hampir 3 tahun dia hanya ngirim email aja, tanpa VC, katanya sibuk lah, nggak ada jaringan lah, bermalam kehutan lah, huuhhh sebeeel "


Anita hanya diam, dan mengangguk sendu dan dia mengalihkan pembincaraan mereka..


" hhmm, ro kamu sudah tahu, siapa yang ngirim bunga2 lavender itu .?"

__ADS_1


" belum sih, tapi aku pasti akan mendapatkan pengagum rahasia itu "..


jawab faro dengan mantap, yang dihadiahi gelengan oleh sahabatnya..


__ADS_2