
Pria paling depan maju dan menyentuh wajah johana yang masih shok, dia menghapus jejak darah dibibir johana, walau tangannya terbungkus sapu tangan karetnya namun kehangatannya terasa sampai ketulang johana..
Johana mendongak menatap lekat2 mata coklat yang sudah berair itu,..
jantung johana bergemuruh melihat mata indah itu, jika saja orang itu masih hidup, dia akan mengira yang berdiri didepannya itu adalah dirinya..
kemudian mata yang tadinya penuh dengan kasih sayang lenyap begitu saja, dia menoleh dan tatapan matanya memerah..
" dooorr"
satu tembakan melumpuhkan lengan beni, darah mengucur deras, dan membuat dia meringis, mira histeris dan berlari menuju pintu, namun lagi2 sebuah tembakan melumpuhkan kakinya, dan dia tersungkur kelantai..
" miraaaa "
teriak beni, berjalan sempoyongan kearah mira..
" sudah kubilang jangan sakiti wanitaku, aku tak pernah punya masalah dengan kalian "
teriak beni..
salah satu pria yang tadi memimpin mereka berjalan kearah beni dan mira dan dengan sigap dia menedang beni hingga jatuh tersungkur, bukan hanya itu dia sengaja menginjak lengan beni yang tadi ditembak oleh rekannya, hingga beni histeris hampir pingsan merasakan kesakitan menjalar keseluruh tulang lengannya..
lelaki itu membungkuk ketelinga beni, dan berbisik kepadanya..
" Aku berusaha meninggalkan dunia gelap, agar bisa membuat dia bahagia, tapi tangan kotormu ini, berani melukai wajah istriku "
satu hentakan itu membuat beni histeris sampai tak sadarkan diri..
" Bawa mereka, dan kirim kepenjara "
ucap pemimpin mereka dan pria yang tadi menembaki beni, menyeret kedua orang itu pergi menjauh..
Johana lemas melihat kemarahan pria itu, dia melirik satu persatu ketiga pria tersisa yang tadi menembaki anak buah beni dengan ngeri..
apa mereka menyelamatkan kami, atau mereka akan membawa kami dan membunuh kami juga..
pikir johana dalam hatinya..
salah satu dari mereka mengeluarkan pisau dari saku jaketnya dan mengiris tali yang mengikat johana dan siena..
begitu tali terbuka, johana langsung menyerbu kearah siena, menempatkan siena dibelakangnya dan mundur kearah dinding..
__ADS_1
" Tolong tuan, tolong lepaskan kami, kami akan membayar berapa pun untuk hari ini, asalkan kalian tidak membunuh kami "
ucap johana memelas sambil menekan siena dibelakangnya yang juga tak kalah pucatnya..
" baiklah, aku lepaskan.? dengan satu syarat.?"
ucap pria yang tadi menekan lengan beni..
" katakan.. apa syaratnya "
ucap johana takut2..
" hhhmmm,,"
pria itu menggaruk hidungnya, dan tampak seperti berpikir..
" menikahlah denganku "
ucap pria itu..
" aaahhh tidak..tidak..aku tidak bisa, a..aku..aku sudah menikah..dan punya dua anak "
panik johana..
" hhhmmm, tapi aku..."
" aku saja.. aku.. aku saja.. aku saja yang akan menikah denganmu "
siena langsung memotong ucapann pria itu sambil maju dengan tangan gemetar..
" Dia sudah menikah, dan memiliki anak, biarkan aku saja yang menggantikan kakak iparku, aku mohon, lepaskan dia, aku seorang gadis yang bersih, kau boleh membawaku, tapi lepaskan dia "
siena memelas sambil menunduk..
" Hentikan drama ini, ayo pulang "
pria yang tadi memutus tali dengan pisau berteriak muak lalu berjalan dan akan menggandeng tangan siena..
siena mundur dan johana langsung menodongkan pistol kearah pria itu..
" kalau kau berani, membawa adikku, aku akan menghabisimu, tak perduli kau Rajawali atau siapapun, "
__ADS_1
ancam johana dengan tangan gemetar..
" haaaahhh, aku benar2 muak melihat drama ini "
pria itu melepaskan topinya dan terakhir masker yang menutupi hidung diwajahnya..
johana dan siena menganga melihat pria itu..
" Kak aldi "
dua wanita itu berteriak histeris, melihat pria itu dengan tatapan membunuh..
Aldi hanya nyengir kuda, lalu mengangkat dua jarinya..
" piss nonaaa "
johana tak perduli, dia mendekati pria yang tadi menawarkan pernikahan kepadanya, dia menurunkan penutup wajahnya dan benar saja dugaannya jika ternyata dia adalah javier..
" Kak Avi.?"
panggil johana lirih, dia menatap mata yang paling dirindukannya tersebut, dia menoleh dan menunjuk pria yang satunya lagi..
" malik.."
johana berucap lirih tak percaya..
" Maafkan kami miss, kami terlambat menemukan miss dan nona sisi "
ucap malik setengah menunduk, namun dia lega merasakan tepukan dipunggungnya..
" terima kasih malik, aku berhutang budi kepadamu "
ucap johana dan dia teringat satu pria yang tadi menyeret beni dan mira..
" siapa rekan kalian yang satu lagi "
tanya johana..
" dia kak satria sayang, suaminya kak tania, saudara laki2ku "
ucap javier yang diangguki oleh johana..
__ADS_1
Johana mencoba mencerna baik2 kata2 javier, walau dia masih belum mengerti..
Kak avi, sejak kapan membiarkan orang lain menyentuhku, pria itu, tadi bahkan mengusap wajahku, kenapa kak avi diam saja..