Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Terguncang..


__ADS_3

Javier lagi2 mengawasi johana yang duduk dibangku taman rumah sakit yang kemarin dia duduki dengan harapan melihat seseorang yang akan dia kenali untuk datang..


Javier menunduk memandang dirinya sendiri, sudah 5 hari sejak johana sadar dan selama 5 hari itu juga dia bagai robot yang berjalan mengikuti remote control, tubuhnya hanya bergerak ketika johana bergerak..


Tiba2 hujan turun dengan sangat deras, javier tersadar dan menoleh kearah bangku johana yang sudah kosong, dia ingin beranjak, tapi lagi2 pikirannya kosong..


Derasnya air hujan yang mengalir jatuh ketubuhnya, mengimbangi air mata yang juga terus menerus menetes dipelupuk matanya..


Javier mengusap kasar wajahnya, merasakan kedinginan menelusup kedalam pori2 kulitnya, dia menggigil, wajah tampannya yang hangat memutih seiring perubahan bibir yang mulai membiru..


Dia bukan hanya sedih, dia bukan hanya tersakiti, tapi merasakan luka yang bahkan sudah hancur, seribu anak panah menembus jantungnya, merobeknya menjadi serpihan, melihat wanita yang dicintainya sejak mengenal arti cinta pertama menjadi berbeda dan mengasingkannya..


Javier terlalu larut dalam kesedihannyanya sampai tak menyadari sejak tadi air hujan itu tak lagi menetes ditubuhnya..


javier mengeryit heran, pasalnya hujan masih sangat deras didepannya, namun tetesannya bahkan tak lagi dirasakan oleh helaian rambutnya..


Javier menengadah, dan melihat sebuah pembatas dikepalanya, seseorang sedang memayunginya, dia menoleh kebelakang dan mata yang tadinya sayu memancarkan sebuah sinar karena melihat wanita yang berdiri disampingnya adalah johana..


" Tuan, walaupun hujan sangat indah, kau tidak boleh sampai menyakiti dirimu sendiri "


ucap johana yang akhirnya mengatupkan bibirnya terkejut karena orang yang dipayunginya kini menarik dia mendekat dan melingkarkan tangannya didada johana..


johana akan meronta, pasalnya perut dan pinggangnya belum terlalu nyaman, sebenarnya dia sudah lama terpikir untuk meninggalkan rumah sakit dan menemukan johanda, namun jahitan diperutnya membuat dia bingung, mengapa sampai mendapatkannya, dan akhirnya dia berfikir mungkinkah ini akibat dari kecelakaan itu..


" aku mohon, biarkan kita seperti ini, sebentar saja, kumohon "


ungkapan lirih dari javier membuat johana seolah tersihir dan menyetujui kata2 pria yang sejak 5 hari lalu itu,selalu dia lihat disekelilingnya..


" Tuan, Apa kau sangat merindukannya.?"

__ADS_1


pertanyaan johana ini sukses membuat javier mendongak melihatnya..


" maksudku istrimu.? kau bilang kau menunggunya.."


ucap johana kemudian karena merasa darahnya berdesir hebat melihat tatapan pria yang masih memeluknya erat tersebut..


" Aku tidak lagi menunggunya "


ucap javier lirih yang menatap manik mata johana sendu penuh rindu..


" Apa kau menyerah karena dia tak lagi datang "


ucap johana lagi, pasalnya dia mulai salah tingkah melihat tatapan lembut pria dibawahnya ini..


Javier menggeleng, membuat johana bingung..


" Dia sudah berjanji, sesulit dan sejauh apa pun dia berjalan pergi, dia tetap akan menemukan celah untuk berlari pulang kembali kehatiku "


Tubuh johana bergetar hebat, nafasnya memburu bersamaan dengan detakan jantungnya yang mulai berdebar..


ingatan peristiwa berputar dikepalanya..


Aku vier..


satu kilasan membuat johana bergetar..


Berjanjilaaah.. janji...janji...aku berjanjiii.....


ucapan itu terus bergema, membuat johana menjatuhkan payungnya, dan meremas kepalanya..

__ADS_1


Namaku alfaro.. kak vier, aku mencintaimu.. Mencintaimu.. Mencintaimu..


Suara dan kilasan peristiwa itu terus menari dipikiran johana bagaikan scene drama yang terus terputar dikepalanya..


" ada apa.? heeiii johana ada apa..?


ucap javier panik memegangi johana yang berteriak seperti orang gila..


Tolong.. bayikuu.. bayikuu... tolong bayiku...


ingatan johana yang seperti memohon ini langsung membuatnya lemas dan ambruk dipelukan javier..


javier panik dan langsung menggendong johana kedalam ruang perawatan, dia berteriak seperti orang gila dan mendapati tomas yang baru keluar dari ruangannya, tomas terkejut melihat javier berlari menggendong istrinya pasalnya dia baru kembali setelah 2 minggu mengambil cuti..


" Tom, tolong istriku, dia histeris lagi "


ucap javier membaringkan johana diatas bed "


Tomas memeriksa istri dari kakak sepupunya tersebut dan menenangkan javier kalau itu hanya efek dari tekanan mental istrinya yang terlalu terguncang..


Javier menampar pipinya sendiri, dia merasa bodoh karena mengingatkan johana pada hal yang paling menyakitkan istrinya hingga membuat dia menjadi drop seperti ini..


" Bersihkan dirimu kak, atau kau akan sakit "


ucap tomas sambil menyodorkan handuk didepan sepupunya yang sudah basah kuyup..


" Tom apa dia akan baik2 saja.?, aku tak bisa bernafas melihat dia kesakitan tom, sampai kapan aku harus melihatnya menderita seperti ini tom.?"


tunduk javier sendu..

__ADS_1


" Kak, ini masalah serius, kakak ipar penuh dengan tekanan mental yang ber'tubi2, banyak hal yang terjadi dan dia merasa tak punya dukungan siapa pun selain kakaknya dimasa lalu, ketika dia menyerah hipnotraphy itu menyelamatkan nyawanya dan membuat dia melupakan semua luka yang terjadi, tapi mungkin saja telah terjadi sesuatu yang menekan emosinya sebelum kecelakaan ini, hingga membuatnya menjadi lebih terguncang lagi "


terang thomas kepada javier..


__ADS_2