Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Kejujuran.. Part 2..


__ADS_3

Johana kembali bersandar kepada suaminya..


" Aku dikenal dengan Julukan Tuan putri es, karena sikap dingin dan kesendirianku, Aku tak pernah punya teman yang benar2 dekat selama disekolah, terlebih yuan kembali kedesanya, kehampaan itu berangsur hilang oleh perhatian kakakku, yang kembali setelah menyelesaikan study diluar negeri.. Hingga peristiwa itu kembali mengguncang dan menghancurkan segalanya, Malam itu aku pergi kerumah teman meninggalkan pesta penyambutan kepulangan kakakku dirumah.. Meninggalkan pestanya kakak menjemputku pulang, namun ditengah jalan mobil kami ditembak oleh orang tak dikenal, mereka memaksa mobil kakakku hingga jatuh kedalam sungai dan terbakar, Tak sanggup menerima semua kata2 ayah dan kakek, aku..aku..hhhhhhfft.."


Johana menarik nafasnya berat dan mulai terisak, wajahnya kelihatan gelisah..


" Sudahlah, jika itu berat, mari kita lupakan, kau tak perlu meneruskannya lagi "


ucap javier menyeka pipi johana..


" Tidak, aku sudah memutuskan untuk jujur kak.. aku hanya tidak ingin kakak kecewa dan menyesal telah menikah denganku setelah kukatakan apa yang terjadi "


ucap johana menatap suaminya..


" Kau mencintaiku.?"


ucap javier lirih..


" Humm, "

__ADS_1


angguk johana..


" Maka itu sudah cukup, aku tak perduli yang lain asalkan kau mencintaiku "


ucap javier tersenyum..


" Kak, aku adalah seorang pasien yang mengalami gangguan kejiwaan, walaupun tidak sampai dirawat kerumah sakit jiwa, namun depresi yang kurasakan membuat aku menjadi orang yang berbeda, Aku suka tinggal didalam kegelapan, aku menangis histeris tak karuan dalam tidurku, tak bisa mengendalikan kemarahanku, menghancurkan apapun yang kutemui walau dalam keadaan tidak sadar, aku mengalami ketakutan karena penghakiman orang2 disekitarku, aku bahkan tak bisa berbicara dengan siapapun, Dihatiku hanya ada dendam, dendam kepada mereka yang menyebabkan kakakku pergi, aku kesepian, ketakutan, hampa dan merasa sakit,.. Hingga suatu hari aku berniat mengakhiri semua kesakitan itu, aku menenggelamkan diriku sendiri didalam laut, aku yang memang tak bisa berenang telah menunggu akan hilangnya rasa sakit itu, namun ternyata aku salah, seseorang sedang mempertaruhkan hidupnya menolongku untuk keluar dari air, dia menyelematkanku, membawaku kembali, menyemangatiku, dia setiap hari datang dan membawakan setangkai bunga lavender untukku hirup ditepi pantai, Hiruplah aroma bunga ini, lavender akan menenangkanmu, dengarkan deburan ombak dan nyiur2 yang melambai diujung dermaga, nikmati semua keindahan itu, ucapnya..binar matanya yang cerah dan indah membawaku kepada kehangatan senyum kak johan, dia lalu membawaku kepada seorang dokter, aku diteraphy dengan unsur hipnotis dan melupakan semua rasa sakit yang menderaku, dan segera menyelesaikan sekolah lalu kuliah, namun temanku itu juga hilang bersama unsur hipnotis itu, aku mencoba mengingat dan memilah semua tentangnya namun semua itu hilang bak buih dilautan, Hingga pertemuan kita membuat aku berdebar kembali, aku bahagia dan melupakan rasa sakit itu saat kita bersama, dihari kita bersama aku mulai mengingat kembali semua potongan2 peristiwa menyakitkan itu, aku memutuskan pergi dari hidupmu, menghapusmu seperti kenangan menyakitkan itu, tapi penghubung antara kita hadir, ketika dokter mengatakan kalau aku mengandung, duniaku kembali, aku merasa kembali hidup, kesakitan melahirkan Jasen dan juga Hafira membuatku seolah terlahir kembali saat mendengar tangisan mereka bersahutan, aku bertahan dalam kelukaan, tak bisa menemani sikembar karena penyakitku, aku tidur terpisah dengan mereka selama lebih 5 tahun ini, dengan berbagai alasan, aku bahkan sengaja menitipkan mereka keasrama agar tidak pernah curiga.. Aku memusatkan diriku pada pekerjaan dan anak2 kita, menjadi ibu tunggal yang berjuang dengan pundak yang ringan tanpa beban, melihat senyum dan tawa sikembar aku bagai mendapat seribu kekuatan untuk bangkit "


Johana menghela nafasnya dengan berat, dan menghembuskannya lega..


" Aku pikir sakitku akan membuatmu pergi, oleh karena itu aku menahan hatiku agar menjauh darimu, aku pikir sakitku akan membuatmu benci, karena itu aku juga menjauhkan sikembar darimu, tapi hari ini aku mengerti, melihat kau tertawa dengan anak2 kita, entah itu mimpi atau nyata, aku melihat kak johan tersenyum disampingku, dia bahkan mencubit hidungku seperti yang sering dia lakukan, ketika itu aku sadar tentang kata2 yuan, kalau kak johan memang mendorongku keluar dari mobil itu karena dia ingin aku bahagia dan memberikan kesempatan untuk hidup baruku "


Johana menyudahi ceritanya dan menatap suaminya dengan tatapan sayu..


" Terima kasih sayang, aku janji, aku akan menemukan mereka, aku akan membuat mereka membayar semua yang mereka lakukan padamu dan kakak ipar, percayalah aku akan menjadi kekuatanmu, kau bisa mengandalkanku, mari memulai yang baru dengan saling terbuka dan mempercayai satu sama lain.."


ucap javier mantap, lalu kembali menatap johana yang mengangguk dengan senyuman..


" Jo, aku ingin mengatakan sesuatu, karena sekarang aku tidak ingin menutupi apa pun darimu,"

__ADS_1


" katakan "


ucap johana menyadari tatapan gugup javier,,


" kak avi, percayalah, jika itu tak bisa kau selesaikan sendiri, aku akan membantu "


ucap johana mantap..


" Jo,..aku seorang wijayadi, danuar wijayadi adalah ayahku "


ucap javier yang gugup sambil menatapi johana, dia mencari ekspresi apa yang akan ditunjukan istrinya ini, namun javier heran melihat ekspresi tenang johana, dia tak sedikitpun terkejut..


" Kau marah.?"


ucap javier gugup, johana lalu menggeleng..


" Aku sudah tahu."


ucap johana yang sukses membuat javier mengeryitkan keningnya..

__ADS_1


" Hari itu aku akan datang untuk membuat perhitungan kepada danuar, aku menyelidikinya mencari titik kelemahannya, namun aku terkejut, melihat fotonya disampul majalah, dia mirip jasen, bahkan juga mirip dirimu, lalu sisi datang dan mengatakan semuanya, aku memang marah karena mereka tak bertanggung jawab kepada keselamatan Jafi, namun aku tak bisa marah kepada mereka mengingat hukuman yang kau berikan membuat mereka meradang, "


tutup johana tersenyum menatap suaminya yang langsung disambut oleh ciuman dibibirnya, javier dan johana sama2 berlayar menuju ketaman syurgawi dunia dimalam pertama mereka sebagai suami dan istri..


__ADS_2