
Sore hari di'mansion white, seluruh keluarga sedang berkumpul sambil merencanakan acara pernikahan aldi dan siena yang akan diadakan sebulan lagi, hari ini javier dan ayahnya pun sengaja pulang cepat dari kantor demi menghabiskan waktu mereka bersama..
mereka berkumpul sambil sesekali tertawa digazebo taman belakang mansion..
Johana dan tania sedang mengupas buah2han untuk para suami, anak dan orang tua mereka..
" hana, tolong pisang dan nenasnya dipisah yah, Jonas sama harry alergi pisang "
ucap tania yang sedang mengupas buah semangka, membuat johana mengangguk, pikirannya kembali mengingat kebiasan kakaknya..
" Benarkah.? waah ternyata ada dua orang lagi yang tidak suka pisang "
ucap johana sambil menerawang..
" bukan hanya dua, tapi tiga "
ucap tania tertawa sarkas, yang mendapat tatapan bingung dari johana..
" hhhmm.. satria juga tidak suka pisang, dia alergi terhadap pisang atau makanan dan minuman yang berbahan dasar pisang "
ucap tania menjelaskan..
" benarkah "
jawab johana lirih yang mendapat anggukan dari tania..
" bukan hanya itu saja, satria punya kebiasaan unik lainnya, dia suka memakan ice cream ditengah malam, dan kau tahu, dia akan memakannya sambil menonton film kartun ******* kesukaannya, "
" Deg..."
jantung johana bergemuruh penuh sesak, dia bahkan hampir melepaskan pisau buah yang ada ditangannya..
" Ada apa.?"
ucap tania heran melihat perubahan mimik wajah adik iparnya tersebut..
" tidak kak, akuu.. aku hanya mengingat seseorang.. kebiasan yang kami lakukan juga sama dengan kebiasaan yang dilakukan kak satria "
ucap johana sendu..
" benarkah.? apa dia javier.?"
tanya tania yang mendapat gelengan kepala dari johana..
" Dia kakakku, Alm. kak Johanda "
ucap johana lirih yang terkejut karena pisau yang digenggam oleh tania terjatuh kelantai..
" ada apa kak.?"
ucap johana yang menatap heran kepada tania yang membungkam didepannnya..
" Eehh.. tidak apa2.. aku hanya terkejut karena ternyata kakakmu sudah tiada, aku minta maaf sudah membuatmu mengingat luka lama "
ucap tania gugup..
__ADS_1
" tidak apa2 kak.?
ucap johana tersenyum dan mengangkat piring buah disamping mereka untuk dibawah ketaman belakang, diikuti oleh tania yang mengekori dibelakangnya dengan tatapan rumit, entah apa yang sedang dia pikirkan..
Senja menyingsing menyisakan malam yang cerah berbintang dan berbulan penuh..
Satria lagi2 berdiri ditaman belakang sambil menikmati angin malam yang mengibaskan daun2 kembang melati dipelataran taman..
Dia menoleh kebawah melihat sebuah tangan melingkar didadanya, dia dipeluk dari belakang oleh istrinya yang menelusupkan wajahnya kepunggung kokohnya..
satria tersenyum, dan mengambil tangan istrinya lalu mengecup telapak tangannya..
" Apa anak2 sudah tidur.?"
tanya satria yang masih betah menatapi cemara yang berjejer disudut gazebo taman..
" Hhhmm"
ucap tania mengangguk dan satria menariknya hingga kini posisi mereka terbalik, satria menangkup tubuh istrinya sambil menelusupkan kepalanya keceruk leher wanita yang paling dicintainya tersebut..
" Ada apa.? kau terlihat sedang memikirkan sesuatu.?"
tanya satria, pasalnya dia melihat istrinya seolah sedang memikirkan sesuatu yang berat..
" Tidak ada, aku hanya merindukanmu "
jawab tania berbohong, dia tak ingin membebani suaminya..
" Sayang.. kau tahu bukan.. kalau kau selalu tak pandai berbohong, apa lagi kepadaku "
ucap satria mengecupi leher jenjang istrinya, dia hanya ingin agar istrinya rilex..
tanya tania ragu2..
" Hhhmm.. kau tahu bukan, aku tidak pernah bisa marah padamu dan anak2 "
ucap satria mantap yang mendapat senyum dari istrinya..
" Satya...?"
panggil lirih tania menggunakan nama sayangnya kepada suaminya..
" Apa kau.. kau..kakaknya johana "
ucapan tania ini sontak membuat satria membalik tubuh istrinya dan menatapinya dengan tatapan terkejut..
" Apa javier memberitahumu.?"
tanya satria dengan cemas..
" jadi benar, kalau johanda kakaknya johana adalah johanda suamiku "
ucap tania tak menjawab malah mengerti dengan tatapan suaminya yang kini menatapnya..
" Ak..akuu..aku.. "
__ADS_1
" karena itu nama belakang harry dan jonas diakta lahir mereka adalah J. Far, apakah itu maksudnya adalah Johanda farhadi "
ucap tania yang mematahkan kegugupan suaminya..
satria menarik nafasnya perlahan lalu menghembuskannya, dia menatap manik coklat milik istrinya, lalu beujar dengan pasrah..
" iya kau benar, Johanda kekasihmu atau satria suamimu, adalah orang yang sama, yang merupakan putra sulung keluarga farhadi "
" Tinnnkkkk takkk "
satria dan tania menoleh secara bersamaan mendengar bunyi pecah dibelakang mereka, dan lebih terkejut melihat johana yang berdiri tak jauh dari mereka sambil menatap dengan wajah pucat kearah sepasang suami istri didepan mereka..
" Jo..johana..."
ucap satria terbata menghampiri johana yang langsung mundur kebelakang dengan wajah syok bukan main..
" tidak.. jangan mendekat..jangan mendekat.."
ucap johana gamang, melangkah mundur kebelakang sambil menggeleng kepalanya..
" Jo.. ini.. kakak "
ucapan satria ini sontak membuat johana hampir terjatuh lemas kebelakang..
" jangan mendekat.. tidak.. kakak..kau berbohong..
TIDAAAAAAKK, jangan mendekat "
teriakan histeris johana mengejutkan seluruh isi mansion..
Bahkan javier yang tadi menanti kopi buatan istrinya terkejut dan lari kebawah karena mendengar teriakan histeris istrinya..
" Sayang.."
panggil javier panik menuruni tangga..
" tidak..kalian berdua jangan mendekat.. jangan mendekat PEMBOHONG.."
Teriakan ini berakhir dengan lemasnya tubuh johana dipelukan javier dan satria hampir bersamaan..
Javier menggedong tubuh istrinya dan membawanya kekamar, dia membaringkan tubuh istrinya dan menelpon dokter..
" Apa yang terjadi dengan hana.?"
ucap mami sasi panik sambil mengusap wajah menantunya..
" sayang.. sadarlah.. sayang.. ada apa denganmu.? jangan membuat mami cemas nak "
ucap mami sasi panik sambil mengusap pipi johana dengan sayang..
Javier tak menjawab, dia menarik tangan satria keluar kamar..
" Apa yang terjadi dengan hana.?"
tanya javier datar memandangi satria..
__ADS_1
" Dia mengetahui rahasia itu vier, dia tahu kalau aku johanda "
ucap satria yang langsung mendapat tatapan lemas dari javier..