
Faro tak henti2nya ber'curhat2 ria sampai hampir semalam suntuk, dan dia sudah menemukan kesimpulan bahwa mulai saat itu dia akan fokus belajar dan berusaha menjadi wanita yang cerdas..
Pagi2 sekali faro, sudah pergi keperpustakaan, dia membawa hampir satu dus buku, kedalam gendongan'nya..
tiba2 dia menabrak seseorang dan dus buku2 itu jatuh berserakan, dia mendesah kesal sambil memunguti buku2nya
"maaf..maaf..maaf.. aku tidak sengaja menabrakmu "
ucap seorang pria yang tadi menabrak alfaro, sambil membantu faro memunguti buku2nya..
"iya tidak apa2, lain kali berhati2lah "
balas faro dengan cuek tanpa melihat pria itu, setelah bukunya beres dia segera mencoba menggendong dus itu lagi, tapi sebuah tangan mengambil alih dus itu dari tangannya, membuat faro mendongak untuk melihat pria yang berdiri didepannya ini..
wajah oval dengan mata coklat yang indah, hidung mancung dengan bibir sensual mirip artis, tak lupa lesung pipi yang menambah kharisma senyumannya, membuat faro seketika membeku menatap wajah pria tampan didepannya..
Dengan gagap faro memanggil namanya..
" Kak Da..Daaniil "
faro menutup mulutnya dengan ekspresi tak percaya..
" Kak Danil, kaukah ini.?, Ka..kau.. benar2 kak danil "
" Iya, ini aku "
akhirnya pria itu mengangguk, membuat faro langsung tertawa dan memeluknya, dia rindu pada daniel, daniel adalah sahabat karib johanda semasa duduk dibangku sekolah menengah Atas, tapi dia sudah seperti saudara dengan johan, mereka berdua sangat memanjakan faro, lalu faro melepas pelukannya dan menggenggam tangan danil kebangku sudut perpustakaan dan berbincang dengannya..
" Danil, aku senang bisa ketemu kamu disini, kamu ngapain.? kamu ngampus disini juga.? kapan.? kok aku nggak tahu.? yah Allah danil kamu kok nggak bilang kalau kamu disini juga, "
faro bertanya dengan antusias membuat daniel bingung harus menjawab yang mana dulu.?
__ADS_1
"Ro, kalau kamu tanya terus kakak mau jawab yang mana dulu nih "
"Hehehhe.. maaf.. maaf.. aku tidak sengaja, aku terlalu senang jumpa kak nil, yah udah oke aku diam dan kakak jelasin ke aku.? "
" kakak, sekarangk jadi dosen sastra diuniversitas ini, baru masuk kemarin,"
"Wooww... kakak jadi dosen, kakak benar2 hebat.. oohh jadi dosen satra tampan selangit yang sedang hangat diperbincangkan dikampus ini, tuh kak nil yah"
" huumm bisa jadi,"
Alfaro langsung tertawa ngakak dan me"nepuk2 tangan danil, mereka bercanda ria sambil menanyakan kabar masing2, tangan faro terus menggenggam erat jemari pria yang paling dekat dengannya selain kakak kandungnya tersebut, faro menganggap danil seperti saudara baginya jadi dia tidak canggung lagi bila bermanja2 pada danil..
mereka terus mengobrol sampai seorang gadis muda seusia faro datang dan langsung duduk disamping mereka berdua, dia tak menggubris faro dan tatapan terkejut dari danil dan langsung mencecar danil dengan sebuah pertanyaan yang bahkan sukses membuat alfaro melotot..
" Kak danil, aku sudah menunggumu sejak tadi didepan ruangan kelas seni, kok kakak nggak muncul2, sepertinya hari ini kakak nggak bisa kirim bunganya kemeja gadis pujaannya kakak, soalnya aku lihat tadi sudah ada beberapa siswa yang masuk kekelas, kan tidak mungkin kalau aku meletakkan bunga lavender itu lagi disana, bisa2 aku ketahuan sama gadis itu, lagian kakak kenapa sih suka gadisnya tapi nggak berani bilang "
Gadis itu semakin mengoceh dan membuat danil jadi malu sendiri, tiba2 dia melirik kearah faro yang menatapnya dengan tatapan melotot tanpa suara, sampai2 nil menarik adik sepupunya itu sampai membekap mulutnya..
ucap danil dengan wajah salah tingkah
dia lalu berbalik kearah faro
" Ro jangan dengarkan adik sepupuku memang sangat cerewet, dan dia suka membual "
Gadis yang bernama devi itu langsung berbalik menatap saudaranya dengan galak
" apa..? devi membual, selama 6 bulan ini devi bangun pagi2 buta lalu menunggu kakak membawa bunga lavender untuk ditaruh kemeja gadis itu dan kakak bilang aku membual "
belum sempat danil membekap mulutnya, gadis itu berbalik melotot kepada faro
" Hei kau, wanita gila yang mengejar kak javier kan.?, berhenti menggoda kakakku, karna dia sudah punya seseorang yang dia sukai dan sangat dia cintai, kau tahu.? kak danil bahkan rela jadi dosen untuk gadis itu, dia bahkan rela pulang pergi untuk membawa bunga lavender kesukaannya, Apa kauuu mmhhhff "
__ADS_1
Devi tak bisa melanjutkan kata2nya karna danil sudah membekap mulutnya dan menariknya pergi keluar dari sana, meninggalkan alfaro yang masih shock dengan pernyataan tiba2 dari devi,
Faro tersentak menerima usapan dipunggungnya, dia menoleh dan melihat anita yang sedang kesal melihatnya
" apa kau mengambil buku diparis, kenapa lama.? , aku hampir berlumut karna menunggumu "
Faro masih diam dan menatap nita dengan tatapan shock, membuat nita yang sedari tadi kesal menjadi luluh dan memandang faro dengan cemas, pelan2 dia mengusap bahu faro dan membalikkan tubuh faro menghadapnya
" Ro, ada apa.?, aku hanya bercanda, jangan marah "
" Aku sudah Tahu semuanya nit "
ucap faro lirih, membuat nita semakin cemas,
" Aapaa..? apa kau mengingat sesuatu, ahh tidak, maksudku apa kepalamu terasa sakit lagi "
faro menggeleng..
"Lalu apa.? "
tanya nita lebih cemas..
Alfaro menatap mata nita dalam2 membuat jantung nita berpacu lebih cepat dia takut faro akan mengingat sesuatu namun dia cepat bernafas lega mendengar faro tertawa sarkas
" Nita,, aku tahu siapa pengagum rahasia itu,? "
"hah "
nita molongo dengan membulatkan matanya..
" benarkah.?, siapa dia .?"
__ADS_1
Faro pun menceritakan semua kepada nita kalau pengagum rahasia yang selama ini mengirimi dia bunga ternyata adalah Danil..