Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Dijodohkan..


__ADS_3

Javier kembali masuk kantor hari ini, dia sedang sibuk memeriksa beberapa file sambil sesekali melirik kearah aldi yang juga sedang duduk dikursinya, Mereka sama2 duduk dikursi kerja, namun bedanya saat ini javier sedang duduk sambil memeriksa file2 yang menumpuk didepannya, sementara aldi, hanya duduk sambil menopang dagunya diatas meja..


Javier heran, pasalnya dia sangat mengenal aldi..


aldi adalah orang yang paling profesional saat bekerja, dia tak pernah mencampur adukkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi..


" takkk "


aldi terperangah kaget melihat beberapa file dibanting keatas mejanya..


" Aldi, apa yang mengganggu fokusmu.?"


ucap javier sambil duduk didepan aldi dengan tatapan penasaran..


Aldi menormalkan duduknya dan pura2 tidak terjadi apa2..


" Tidak bos, saya hanya memikirkan beberapa ide presentasi untuk kerja sama kita dengan JH group "


ucap aldi serius..


" hhhmm.. baiklah.. aku ingin kau merevisi beberapa bagian dari file kerja sama ini, setelah itu antarkan padaku untuk aku periksa kembali setelah selesai "


ucap javier berdiri dan keluar dari ruangan aldi setelah dia mendapat anggukan dari aldi..


☘☘☘🍀🍀🍀☘☘☘


Keluarga Wijayadi baru saja selesai menyantap makan malam keluarga bersama, dan kini mereka pindah keruang keluarga sambil duduk bersantai..


Kakek willi, Papi danuar dan javier sedang duduk sambil mengobrol beberapa hal..


Nenek dafina, mami sasi dan tania sedang membolak balik majalah fashion edisi terbaru dari JH, sambil sesekali mengagumi kecantikan natural siena yang menjadi sampul utama majalah tersebut..


sementara johana dan siena masih asik menemani keempat keponakannya menyusun kepingan puzzle, diatas meja..


" siena kemarilah "


ucap papi danuar yang membuat siena bangkit dan duduk disebelah ayahnya..


" ada apa pi.?"

__ADS_1


tanya siena heran menatap penuh selidik kearah papinya..


" sien..? Papi hanya ingin minta pendapatmu tentang pernikahan.?"


ucap papi danuar sambil mengusap pucuk kepala siena dengan lembut..


" Mengapa tiba2 pi.?"


tanya siena sambil menatap lamat papinya, bahkan kini semua mata sudah tertuju kepada mereka berdua..


" entahlah.. papi hanya ingin tahu pendapatmu.?"


ucap papinya sambil tersenyum hangat...


" Melihat Kakek dan nenek saling menyayangi hingga keusia senja, aku belajar jika pernikahan itu abadi dengan cinta dan kasih sayang yang tulus, Bercermin dari kemesraan mami dan papi aku juga belajar kalau pernikahan itu adalah saling memiliki, mendukung dan menjadi patner hidup yang baik antara satu dan lainnya, begitu juga belajar dari pernikahan kak satria dan kak tania serta kak vier dan kak hana, aku mengambil pelajaran berharga, jika pernikahan itu adalah tentang pengorbanan, menguatkan antara satu sama lain, dan yang paling penting adalah ketika hati kita telah memilih seseorang yang tepat dan pantas untuk kita perjuangkan, maka kita tidak boleh menyesali apa pun kemudian "


ucap siena mantap..


semua orang bertepuk tangan dengan pemikiran cerdas wanita muda yang berambut gelombang ini, bahkan papinya langsung membawa siena kedalam rangkulannya sambil mencubit pipinya gemas..


" Ternyata putri daddy sudah sangat dewasa "


" Sien.? apa ada seseorang yang ingin kau perjuangkan.?"


tanya javier fokus melihat siena yang memudarkan senyumnya karena hatinya sedih lagi mengingat aldi sudah punya kekasih sekarang..


" Tidak.., Tidak ada siapa pun "


ucap siena gamang, melihat kearah johana yang juga melihatnya dengan tatapan tak berdaya..


" sien.."


panggil javier, membuat siena menoleh..


" Kakak punya seorang teman, dia pria yang sangat baik, aku dan aldi mengenalnya sejak lama, dia adalah sahabat baikku, namanya Andra, dia mencari calon istri dan aku menawarkan dirimu untuk menikah dengan dia "


ucapan javier ini sontak membuat semua orang terkejut, tanpa terkecuali siena, dia bahkan menutup mulutnya karena shock..


Dia langsung berdiri dari duduknya dan menatap kakaknya tak percaya..

__ADS_1


" kakak menawarkan aku kepadanya tanpa mengenalkan siapa dia "


ucap siena datar memandangi kakaknya..


Javier menahan nafasnya, dia menatap kearah semua orang, terlebih kepada johana yang menatapnya rumit, tampak sekali dimatanya ada sedikit rasa kecewa karena suaminya membuat keputusan besar untuk adiknya tanpa bertanya dulu kepada orang yang bersangkutan..


" baiklah, kakak minta maaf "


ucap javier sendu..


" mengapa kakak minta maaf.?"


ucap siena masih datar..


" Yah karena membuat keputusan tanpa bertanya dulu kepadamu, besok aku akan menghubunginya agar membatalkan lamarannya "


ucap javier sayu lalu melangkah akan pergi..


" Kenapa harus dibatalkan.? "


ucap siena lagi membuat javier menoleh..


" karena kau menolaknya."


jawab javier..


" kapan aku menolaknya.?"


ucap siena masih datar, tapi semburat merah tampak menghiasi pipinya..


" apa maksudmu "


ucap javier mulai mendekati siena..


" hhmm,... maksudku aku tak menolak, tapi harusnya kakak sudah memberitahuku lebih dulu, agar aku tidak terkejut ketika kakak mengatakannya kepada semua orang "


ucap siena malu, lalu tersenyum dan masuk kedalam pelukan kakak yang paling memanjakannya ini..


Semua orang bernafas lega dan kembali tertawa bersama..

__ADS_1


__ADS_2