Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Bertemu Pengganggu..


__ADS_3

Johana memasuki butik, Hari ini setelah rayuan yang panjang javier akhirnya mengizinkan johana kembali masuk kantor..


Johana sangat antusias menyapa semua karyawannya, dan tampak dea sudah siap dengan beberapa file ditangannya..


" Pagi miss, selamat datang kembali "


ucap dea ramah..


" Pagi dea, antarkan semua file yang harus saya lihat hari ini "


ucap johana masuk dan duduk dikursinya, dea memberikan beberapa file dan pamit meninggalkan johana yang mulai berkutat dengan semua file2 itu..


Sementara javier sekarang sedang sibuk rapat bersama client, sesekali dia melihat ponselnya yang bergetar menandakan beberapa pesan masuk kelayar ponselnya, dia tersenyum melihat beberapa pesan dari maminya, yang sedang bersenang2 dengan jasen dan juga hafira..


Kakek dan neneknya menahan jasen dan juga hafira agar jangan kembali dulu keapartemen orang tua mereka, karena mereka akan pergi liburan keluar negeri membawa serta cucu2nya, membuat javier merengut melihat foto2 kebersamaan mereka dan karena harus berebut untuk menikmati waktu bersama dengan anak2nya..


Johana keluar dari ruangannya saat tiba2 dia mendapat pelukan dari belakang..


johana terkejut, dia menoleh dan melihat yuanita sedang tertawa jahil dibelakangnya..


" haaaanaaaa, aku sangat merindukanmu "


ucap yuanita berteriak kegirangan memeluk johana yang juga sudah tersenyum lebar sambil mengeratkan pelukan mereka..


" yuaaan aku juga sangat merindukanmu, kenapa kau sangat lama mengunjungi mertuamu "


ucap johana antusias..


" Maafkan aku jo, ibu mertuaku belum terlalu sehat saat itu, dia ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama yuma, aku tak mungkin tega memisahkan mereka "


ucap yuanita penuh sesal..


" tidak apa2 sayang, aku hanya merindukanmu dan yuma "


ucap johana mencubit gemas pipi sahabatnya itu sambil tertawa..


" jo, aku senang, karna kau menjadi sering tertawa sekarang "


ucap yuanita penuh haru..


" hhumm.. aku memutuskan untuk terus tertawa bahagia demi orang2 yang kucintai "


ucap johana tersenyum, sambil mengedipkan matanya..


" terima kasih, aku sangat bahagia mendengar semua berita baik darimu, aku ikut terharu "

__ADS_1


ucap yuan meneteskan air mata..


" apa ini..? berhenti menguras emosiku, kau harusnya memberiku selamat dan mentraktir aku makan, aku sangat lapar, tapi kak avi tak bisa menemaniku dia masih rapat, ayo temani aku makan "


" baiklah.. aku ucapkan selamat atas semuanya, aku juga sangat lapar, ayo pergi"


ucap yuan menarik tangan johana dan mereka pergi kerestoran bersama..


Johana dan yuanita duduk sambil menikmati makan siang mereka direstoran salah satu mall dikota A, sambil sesekali mengobrol dan tertawa bersama..


Tiba2 mereka dikejutkan oleh sapaan dua orang berdiri disamping mereka sambil tersenyum sinis..


" Wah..wah.. lihat santi, siapa yang sedang makan sambil tertawa disini, tadinya aku tak percaya, sampai kulihat dengan jelas kalau dia adalah Tuan putri Es kita yang dingin"


ucap wanita itu yang ternyata adalah monalisa bersama sahabatnya..


Johana dan yuanita kompak untuk diam saja, sambil kembali mengobrol, seolah tak melihat kedatangan mereka berdua, membuat monalisa menjadi kesal dan menarik kursi ditengah mereka berdua sambil duduk dengan angkuh..


" Santi.. kau tahu tidak, dulu ada seseorang yang diasingkan dari keluarganya karena jadi pembawa sial.. ooppss"


ucap mona sambil pura2 menutup mulutnya dan tersenyum penuh kemenangan..


tapi lagi2 johana dan yuan tak bergeming, mereka malah sibuk menikmati makanan mereka..


" Santiii.. panggilkan manager restoran ini, katakan calon menantu pemilik mall ini sedang diganggu "


santi bergegas pergi dan kembali dengan seorang pria yang gendut dan kepalanya sedikit botak..


" Ada apa ini.?"


ucap pria itu..


" Pak Burhan, aku telah diusik oleh mereka "


ucap mona sedikit manja dan merajuk..


" hhaah, siapa yang diganggu dan mengganggu disini.?"


ucap yuanita mulai emosi..


" Nyonya, tolong jaga ucapanmu, dia adalah calon menantu pemilik mall ini, "


ucap pria itu menghardik yuanita yang mulai mengusik johana..


" yuan, ayo pergi dari sini "

__ADS_1


ucap johana tenang dan mengajak yuan untuk pergi, dia sangat maalas jika harus berdebat dengan monalisa, mengingat dia baru saja kembali berdamai dengan semua keluarganya, selama ini monalisa memang belum tahu, karena dalam beberapa bulan belakangan ini dia berada diluar negeri menyelesaikan syuting beberapa iklan disingapura..


Saat akan pergi, monalisa menghentikan mereka..


" Pak burhan, jangan biarkan mereka pergi sebelum meminta maaf padaku, atau aku akan mengadukanmu kepada kakek william agar langsung memecatmu "


ucap mona angkuh memandang pria itu yang sudah mulai memucat..


Pak burhan menghadang mereka..


" nyonya minta maaf kepada nona monalisa "


Johana langsung mendelik marah menatap pria didepannya ini..


" Minggir, atau kau akan menyesali perbuatanmu "


" beraninya kau berteriak, pembunuh "


Mona lisa malah maju dan menyiram johana dengan jus sisa yuanita, sontak saja yuanita sangat marah dan mendorong tubuh mona lisa sampai mundur kebelakang..


" Mona, apa maumu.? jangan lancang "


yuanita meninggi..


" Kau anak babu, berhenti ikut campur "..


" Monaaaa"


teriak johana meninggi..


" Kau sudah keterlaluan, jangan mentang2 terkenal, berani merendahkan kami, "


" iya, kau benar, aku memang terkenal, itu sudah jelas, aku seorang model terkenal, aku seorang selebriti, putri dan cucu kebanggaan keluarga farhadi, dan calon menantu kesayangan keluarga terkaya, pemilik mall ini, william wijayadi, kalian berdua tidak akan sebanding denganku "


ucap monalisa lantang dengan sombongnya..


Yuanita dan johana terkejut, mendengar mona adalah calon menantu keluarga wijayadi, mereka sama2 saling memandang dengan heran, lalu yuanita tertawa dengan miris memandang mona lisa..


" Apa yang lucu hingga kau tertawa.?"


ucap mona heran..


" Kau yakin, kau adalah calon menantu wijayadi.?"


ucap yuanita masih tertawa sampai matanya berair..

__ADS_1


__ADS_2