
" Apa yang kau lakukan sien.? kau akan menyakiti dirimu sendiri dengan menyetujui keputusan sepihak mereka ini.?"
ucap johana menatap lekat siena yang berdiri ditaman sendirian..
Awalnya johana baru saja kembali dari menidurkan sikembar dikamarnya, tapi saat dia akan kembali kekamarnya sendiri, dia melihat siena sedang duduk dibangku taman samping mansion..
" sien.?"
panggil johana lagi, dan kali ini yang dipanggil menoleh kepada johana sambil menatapnya penuh senyum yang johana tahu itu terpaksa..
" kak hana tahu nggak,?"
ucap siena menoleh kekakak iparnya..
" dari kecil aku yang selisih 5 tahun dari kakak sangat bandel dan manja, aku selalu menyusahkan kak vier, membuat dirinya menjadi kambing hitam dari semua kelakuan nakalku, dia menjadi tameng ketika bahaya datang kepadaku, dia menjadi kekuatan disaat aku jatuh dan lemah "
siena menyeka air matanya..
" Kak vier selalu memberikan hal wajar apa pun yang aku inginkan, walaupun dia harus mencarinya keluar negeri, Dia melindungiku, mencintaiku, menyayangiku, mempercayaiku, dia mendukung semua keputusanku, selama itu adalah hal yang benar, walapun semua orang lain meragukanku, kak vier tidak akan melakukannya, aku selalu meminta banyak kepadanya, dan.?"
siena menggenggam tangan johana erat..
" Dan untuk pertama kalinya, dia meminta sebuah hal yang menurut dia baik untuk kehidupanku, aku tidak akan mungkin menolaknya kak.? Pilihan kakak tidak mungkin salah, setidaknya aku lega karena dia adalah pilihan kak vier, "
" Tapi sien.?, kau mencintai.. "
ucapan johana terpatahkan oleh jari telunjuk siena yang kini diletakkan dibibirnya..
" Kakak, aku mohon.. berikan aku kesempatan untuk mengenalinya, jika aku tidak bisa walaupun sudah berusaha, aku sendiri yang akan meminta mundur "
" baiklah.. kakak percaya padamu, kakak akan selalu mendukungmu "
ucap johana sayang, lalu beranjak untuk tidur..
----------0o0----------
Siena masuk kedalam kamarnya dan menatap foto yang tadi diberikan javier..
Tampak 3 pria dewasa sedang berpose dengan jas mereka yang senada, Javier diapit ditengah oleh dua pria yang juga tak kalah tampan darinya, disebelah kiri javier tampak aldi berdiri dengan senyum hangatnya, dan disebelah kanannya tampak seorang pria dengan perawakan tubuh yang macho sambil tersenyum dengan gagahnya..
__ADS_1
Itukah dia, pria bernama andra ini.? Ya Tuhan mengapa aku lebih tertarik melihat pria disebelah kiri kakakku ini..
" plaakk.."
siena menampar pipinya sendiri, untuk membuyarkan lamunanya..
" siena, sadarlahh.... apa yang kau lakukan, kenapa kau memikirkan pacar orang lain.?"
guman siena lalu berbaring dan masuk kealam mimpi..
Seminggu berlalu...
Kesibukan jelas sekali terlihat dimansion white, Karena malam ini akan diadakan acara sederhana dirumah keluarga wijayadi, yaitu pertunangan siena dan andra..
Papi danuar yang awalnya ingin membuat acara ini dengan meriah, tidak disetujui oleh siena sendiri, dia hanya ingin agar pertunangan ini hanya disaksikan oleh semua keluarganya dan orang2 dekat mereka..
Dia tak ingin membuat publik heboh dan terus menerus mengejarnya untuk mendapat berita, dia berpikir biarlah saat pernikahan saja, baru mengundang media..
Selama hampir seminggu ini siena mengambil cuti dari semua pekerjaannya, dia menghabiskan waktunya untuk bermain bersama keponakan2nya dan menerima pesan dari nomor yang dia ketahui adalah milik andra..
Selama hampir lima hari ini andra hanya mengiriminya pesan, lebih tepatnya sebuah perkenalan diri..
*Dia hanya mengucapkan selamat pagi, siang dan malam..
Jangan terlalu lelah..
Jangan membuatku khawatir*..
*sebentar lagi kita akan berjumpa..
aku pergi menemui ibuku, dia mengatakan tidak akan ada pilihan yang lebih baik daripada pilihan dari hati kita sendiri..
Terima kasih sudah memilihku*..
*terima kasih sudah mempercayaiku, aku janji hanya kau yang akan ada dihatiku selamanya..
Siena.. percayalah.. aku akan menjadi orang yang pantas kau perjuangkan.. aku mencintaimu*..
itu pesan yang terakhir kemarin siang dia kirimkan, hingga hari ini siena telah beberapa kali mengeceki ponselnya, namun tak satupun pesan dia terima, membuat dia kesal..
__ADS_1
Entah mengapa semua pesan2 membuat dia nyaman.. padahal tak sekalipun dia membalas semua pesan2 itu..
Siena yang sedang menemani hafira bermain dikejutkan oleh usapan dipunggungnya..
" Kak siena, selamat yah."
ucap gadis itu yang ternyata adalah difa..
siena menjadi gugup, dia mengedarkan pandangannya mencari seseorang, namun matanya tak bisa menangkap sosok yang kini dicarinya..
" Hhhmm,, iya.. "
ucap siena tersenyum..
" Kak siena, aku senang sekali, karena kak siena akan jadi kakak iparku "
ucapan difa ini membuat siena bingung..
" apa maksudmu.?"
" Kak andra dan aku bersaudara, aku adik sepupunya kak andra "
ucap difa girang yang diangguki pasrah oleh siena..
Miris sekali.. aku bahkan akan jadi kakak iparnya kak aldi...
rutuk hati siena..
" kenapa kak.?"
tanya difa membuyarkan lamunan siena..
" ahhhaa.. tidak apa2, selamat datang dirumahku.?"
ucap siena tersenyum gugup..
" baiklah kak, aku harus pergi keluar untuk membantu, by kakak ipar "
ucap difa yang langsung berlari dengan riang..
__ADS_1
" hhhhuufftt.. haaaahhh"
helaan nafas siena bahkan terdengar sangat dilema dalam kepasrahan..