
Alfaro dengan riangnya kembali keasrama namun dipintu asrama dia bertemu dengan anita, alfaro langsung berlari dan memeluk anita dengan erat sambil berteriak kegirangan
"nitaaaa.. coba tebak, apa yang paling membuatku bahagia sekarang "
ucap faro semakin riang
" Hhmm, mungkin bakso bang suman "
ucap anita dengan senyum heran
" bukan "
ucap faro lagi
" dengar cantik, aku tidak punya waktu untuk main tebak2kan sekarang karna aku harus pergi kesupermarket untuk belanja keperluan bu anggi kepala asrama kita "
faro merungut, dia cemberut dan memeluk anita kembali, sambil berbisik ditelinganya
" Aku sudah resmi jadi kekasih orang lain "
" apaaa "
ucap anita sedikit terkejut
" hhmm"
ucap faro sambil tersenyum malu2..
" siapa "
" Javier "
Anita langsung menempelkan tangannya kedahi alfaro..
" tidak panas"
yang langsung dihadiahi cubitan gemas dilengannya
" ..awuuoww sakit"
" kamu sih nyebelin "
" cieee.. cieee yang baru jadian, tapi ini benarkan "
" iya nggak percaya banget sih "
" selamat yah neng, aku ikut bahagia, tapi aku harus tahu kronologi peristiwa besar bersejarah itu malam ini "
__ADS_1
mereka berpelukan
"Berarti sekarang kamu harus traktir aku makan"
ucap anita yang diangguki oleh faro dan mereka memutuskan pergi berdua kesupermarket
💐💐💐💐💐💐💐💐
Anita dan faro baru saja keluar dari belanja disuper market, dan disamping super market itu ada sebuah cafe yang cukup ramai pengunjungnya, anita dan faro sepakat mampir sebentar kesana untuk menikmati coklat panas kesukaan mereka dari zaman sekolah dasar dulu..
Anita segera menurunkan barang2nya diatas kursi kosong disebelah mereka dan duduk berhadapan sambil terus mengobrol ria dengan faro..
menunggu pesanan mereka datang, anita pamit untuk pergi ketoilet yang diangguki oleh faro..
faro mengedarkan pandangannya kesemua sudut cafe yang benar2 penuh dengan nuansa hitam dan putih namun terkesan elegant hingga dia merasakan usapan dibahunya yang membuat dia menoleh, tepat dibelakangnya berdiri seorang wanita dewasa dengan blouse kerja yang sangat elegant..
" Kau adiknya Johanda kan "
alfaro mengangguk dengan heran, pasalnya dia tak mengenalinya, dan tampaknya wanita itu menyadari tatapan aneh alfaro..
" Kau lupa.. aku adalah intan.. temannya johan "
kini raut wajah faro berubah dan menyalim tangan wanita yang ternyata adalah teman dekat kakaknya yang kini sudah menjelma jadi wanita cantik yang hampir dilupakan oleh faro
" Iya kak intan, maaf kak, sampai pangling faro, karna kakak tambah cantik saja "
" iya nggak apa2 jo "
Jantung faro berdegub mendengar intan memanggil dia dengan nama Jo, membuat beberapa kilas balik peristiwa kembali, membuat faro bingung, belum habis rasa bingungnya kini intan menggenggam tangan faro dengan tatapan teduh
" Jo, kakak minta maaf, karena waktu johan meninggal kakak nggak bisa datang, tapi sungguh kakak berdoa, semoga johan diterima didalam syurganya Allah "
Seketika itu kaki alfaro lemas mendengar kata2 intan, bagaikan dihantam sebuah batu besar didadanya hingga membuat dia hampir jatuh dan bertumpu dipinggiran meja, dia melihat intan dengan tatapan marah
" apa yang kakak katakan.?, kak johan baik2 saja, dia pergi ke'Afrika untuk menjadi fotografer hewan liar di"Afrika "
kini giliran intan yang melongo, bagaimana mungkin johan ke'afrika menjadi fotografer sementara yang dia tahu johan meninggal dalam sebuah kecelakaan
" Johana, tapi.. aku "
" Stop.."
alfaro berteriak dia mulai emosi lalu mundur dan tiba2 dia melihat kilasan peristiwa,
Ibunya menangis histeris, dipelukan ayahnya sambil berteriak me'manggil2 Johan..
ayahnya menangis sambil memeluk ibunya..
__ADS_1
alfaro memegang kepalanya yang sakit, tiba2 dia mengingat teriakan2 orang2 yang sangat dia sayangi,
dia terus mundur dan menggelengkan kepalanya
" Tidak.. tidak mungkin.. tidak.."
alfaro terus mundur dan memegang kepalanya yang sakit tiba2 dia melihat anita yang berjalan kearahnya dengan cemas,
kini dia kembali melihat peristiwa itu, dia mengingat anita yang menangis memeluk tubuhnya yang pingsan diteras rumahnya, dan tanpa sadar alfaro berlari keluar dari cafe itu menuju kejalan raya, pikirannya kalut, berbagai peristiwa itu keluar dari pikirannya satu persatu2 kini potongan2 peristiwa itu menjadi utuh di'ingatannya dan tiba2..
" bragggkk bugkk"
Anita berteriak histeris melihat tubuh alfaro melayang dan jatuh tertabrak mobil didepan matanya, dia berteriak minta tolong dan beberapa orang menolong anita untuk membawa faro kerumah sakit..
🌹🌹🌹🌹🌹..
Dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan langsung disambut oleh tangisan anita
" dokter, bagaimana keadaan teman saya dokter "
" Dia baik2 saja, saya sudah periksa dan dia juga sudah sadar, hanya mungkin sedikit syhok saja, dia terus memaksa untuk pulang, jadi saya biarkan, tapi kalau ada apa2 cepat bawa dia kembali kemari"
" baik dok, terima kasih "
Anita langsung masuk kedalam ruangan dan memeluk alfaro yang tanpa ekspresi
" kamu nggak apa2 kan ro, kamu baik kan, coba sini aku lihat "
anita terus membolak balik tubuh faro dan terdiam mendengar ucapan faro
" Yuan, Ayo pulang "
Anita tiba2 membeku mendengar namanya dipanggil yuan oleh faro..dia sangat menyukai faro memanggilnya begitu tapi itu dulu, kini dia menatap faro dengan tatapan yang rumit
" Ayo, pulang "
ucap faro kembali dengan datar, Bahkan langsung pergi keluar dan mendapati daniel yang baru tiba disana dengan wajah yang lebih rumit, dia menanyakan kabar faro malah mendapat pertanyaan kembali dari alfaro
" ro, kau tidak apa2, kau baik2 saja, syukurlah kakak sangat takut tadi "
" kakak bawa mobil "
ucap faro datar dan daniel mengangguk
" Kalau begitu, tolong antar johana dan yuanita kembali keasrama"
Daniel begitu terkejut dan menatap dengan tatapan bertanya kearah anita yang berdiri dibelakang faro yang juga menatap alfaro sendu..
__ADS_1
" Baiklah "
daniel mengangguk