Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Pembunuh..


__ADS_3

Sudah hampir semalaman, javier menyendiri dikamarnya, dia terus menerus duduk dipinggir ranjang sambil sesekali menghapus air matanya..


" Johana, tidakkah menurutmu ini sangat tidak adil, aku mencoba menjadi orang baik dan hangat untukmu, tapi kenapa, kenapa bahkan cinta yang sudah membuncah ini tak pernah benar2 kau rasakan, apa kekuatan cintaku benar2 tidak berharga dihatimu, johana setidaknya berikan aku tanda bahwa kau juga merasakan kekuatan cintaku kepadamu "


"VIEEEEERRRRRR....."


sebuah suara bergema disalah satu sudut ruangan bekas pabrik yang sudah lama ditinggalkan..


"Byuuuurrrr"


dua ember air dingin disiramkan kepada dua orang yang terikat disebuah kursi..


Johana dan siena membuka mata, setelah tak sadarkan diri hampir satu malam, mereka membelalak ketika melihat tubuh mereka diikat disebuah sandaran kursi dan disekeliling mereka pria2 berbadan kekar sedang menyeringai..


" Sudah bangun sayang "


suara itu membuat siena dan jo mendongak, kecuali siena yang bingung karena baru melihatnya, tapi johana langsung menegang, tubuhnya bergetar melihat pria didepannya..


" Hallo cantik, kita bertemu lagi, apa kau merindukanku"


pria itu menatap johana..


" dan sekarang aku juga membawakan teman untuk menemanimu naik keatas sana "


kekeh pria itu sinis..


" lepaskan dia, dia tidak bersalah, entah apa kesalahanku dan kakakku, tapi jangan libatkan dia, aku mohon lepaskan dia "


ucap johana memelas..


" ahahhahahha, sungguh kau sangat manis sayang, aku memang tak punya masalah denganmu johana, tapi karna dia sudah mengusikku, maka aku juga akan sedikit bermain dengannya "


ucap pria itu sambil menunjuk siena..


" mau apa kau, aku tidak mengenalmu.?"


teriak siena kewajah pria itu..


" Yaaahh kau tidak mengenalku, ooowww haruskah kuperkenalkan diriku kepadamu sayang"


ucap pria itu membelai wajah siena yang dihempaskan olehnya, lalu pria itu menarik rambut siena kebelakang dan langsung menampar siena, hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah..


" beraninya kau anak kecil, mengusik...."


" BENN... berhenti beracting, tunjukan mereka drama yang sesungguhnya.."


Johana dan siena melebarkan matanya tak percaya melihat wanita paru baya yang baru saja bergabung..

__ADS_1


" Bibi mira "


ucap mereka berdua hampir bersamaan..


mira menyeringai licik lalu berciuman dengan benni didepan mereka..


" terima kasih sayang, kau sudah berhasil membawa kedua wanita murahan ini ketempatmu "


ucap mira sambil mengalungkan tangannya keleher beni yang sedang asik mencumbu lehernya sampai membuat johana dan siena hampir muntah..


" Ciihh.. apa kau tidak punya kaca didalam rumahmu,? sungguh mengenaskan ibu dan anak sama2 rendahan..


" Plaakkk"


tamparan kedua mendarat dipipi siena hingga membuat wajahnya memerah..


" yaahh kau benar, aku memang rendahan, tapi putriku, kau berani mengusik putriku.. karena itu aku berencana akan mengajakmu untuk sama2 menjadi murahan, "


ucap mira menyeringai..


" kau lihat orang2 ini, "


sambil menunjuk kearah 10 orang dibelakangnya..


" mereka akan ber'senang2 denganmu, lalu aku akan merekamnya untukmu dan menyebarkan kepada semua media, agar mereka tahu, sebejad apa putri muda keluarga wijayadi ini "


johana memelas kepada mira..


" tenang saja johana, keponakanku sayang karena siena tidak akan sendirian, kau akan menemaninya, kita lihat apakah suamimu masih bisa membanggakanmu yang telah digilir oleh banyak orang "


seketika johana dan siena saling melihat dan wajah mereka sudah memutih..


" bibi kenapa kau lakukan ini, orang itu sudah membunuh kak johanda bi, dia bukan orang baik "


ucap johana memelas..


" hhhmm sayang, dia tidak akan bekerja jika aku tidak memintanya "


hati johana mencelos..


" Itu artinya.. bibi.. yang.. "


" iya, itu aku, aku yang menyuruh dia melenyapkan kakakmu yang sok tahu itu, dia berani menyelediki kematian farani, ciihhhh tak sayang nyawa "


" bibi faraaani.. apa bibi jugaaaa "


johana melemas..

__ADS_1


" yaaah aku juga yang melenyapkan wanita sial itu, "


" kenapa bibi tega melakukan ini "


johana melemas dan bertanya disisa tenaganya..


" karena adik ipar sialanku itu mengetahui hubunganku dengan beni, beraninya dia mengancamku akan memberitahu farid kalau mona bukan anaknya farid "


johana tak sanggup lagi mendengar kata2 bibinya, dia meronta ingin melepaskan ikatan ditangannya,..


" MIRAAAAA... aku tidak akan mengampunimu "


" Plaakk.. plaaak.. plakk"


3 tamparan sekaligus membuat darah mengalir dari sudut bibir johana..


" Lecehkan mereka, dan siapkan kameranya "


ucap mira memberi perintah dan langsung duduk disebuah kursi untuk menyaksikan kehancuran johana dan siena..


Para pria2 itu maju dan menyeringai senang karena akan mendapat santapan yang lezat namun saat tangan salah satu dari mereka akan menyentuh johana..


" Dooorrr "


sebuah tembakan tepat menembus telapak tangannya..


" aaahhhhh"


pria itu meringis membuat mereka semua panik dan mengambil senjatanya masing2..


" Door..dorr.dorrr..dorr "


tembakan beruntun tepat mengenai semua titik lemah anak buah beni dan membuat mereka tersungkur kelantai..


dari sebuah tembok tampak 4 orang pria tengah menembaki semua anak buah beni hingga lenyap satu persatu..


Mereka memakai topi, masker dan jaket berwarna coklat gelap, tak lupa mereka menggunakan berbagai trik gaya menembak seolah mereka penembak handal..


kini hanya tersisa beni dan mira yang masih berdiri tegak, mira menciut kebelakang beni..


" lepaskan wanitaku, kalian boleh menghabisiku, "


ucap beni tanpa sungkan dan takut..


dia bukannya tak bisa lari tapi melihat simbol dijaket mereka, sebagai penjahat yang sudah mengenal dunia gelap, beni dapat mengenalinya, Rajawali..


Seperti namanya, Rajawali adalah sebuah organisasi perkumpulan orang2 paling ditakuti diseluruh Asia..

__ADS_1


Mereka tak pernah menampakan diri mereka kecuali untuk orang2 penting yang mereka lindungi..


__ADS_2