Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Rencana lamaran..


__ADS_3

Javier, Siena dan juga Aldi turun dari mobil, kesebuah bungalow mewah milik javier yang dulu dipakai untuk menahan johana, mereka bertiga turun sambil mengobrol ria, begitu pintu dibuka, tampak bunga2 lavender menghiasi setiap sudut ruang tamu bungalow tersebut, beberapa pita dan lilin aroma teraphi serta balon2 dan beberapa buket mawar putih besar berjejer rapi diatas sisi pegangan tangga.. javier mengedarkan pandangannya sambil tersenyum puas dengan dekorasi indah ruangan itu, dia tersenyum salah tingkah pada candaan aldi dan juga siena yang menggodanya..


" cieee... yang mau ngelamar.. dingin banget tangannya kak "


ucap siena sambil mengedipkan matanya, membuat javier semakin grogi..


" selamat yah bro, kamu bakalan hidup bahagia sama faro "


ucap aldi memeluk sahabatnya..


" Terima kasih yah, kalian berdua sudah mau membantu kakak bersatu dengan faro "


ucap javier haru, yang mendapat anggukan dari siena dan aldi..


" kak, aku sudah tak sabar, ingin melihat kakak iparku, kok dia belum sampai "


ucap siena merungut membuat aldi dan javier gemas,..


Javier meraih ponselnya dan menelpon johana..


" Hallo.. "


ucap johana..


" Hallo sayang, "


balas javier..


javier lalu bertanya kepada johana..


"Kau akan datang kan.?"


" iya, aku akan tiba dalam 10 menit, kenapa sih kita harus bertemu disana, kenapa tidak diapartemenmu saja "


" itu adalah kejutan, untukmu "


ucap javier tersenyum sendiri..


" baiklah, aku juga akan memberimu kejutan dan mengatakan sesuatu kepadamu "


ucap johana..


" katakanlah.. aku akan mendengarnya sekarang.?"


ucap javier penasaran..


" Tidak.. kau akan menunggu untuk kejutan itu "


" baiklah, aku akan menunggu, tapi kau akan datang kan.? "


" iya.. "


ucap johana meyakinkan javier karena memang dia sekarang sedang menuju kesana


" kau janji "

__ADS_1


ucap javier..


" aku janji kak "


ucap johana lagi meyakinkan javier, lalu menyudahi telponnya..


Javier menunggh dengan cemas sambil sesekali memberi arahan kepada siena dan aldi..


" saat faro membuka pintu, kau harus mematikan lampu lalu menyalakan lampu sorot itu dan menyorotkan kepadaku, aku akan berjalan dari tangga sambil bersimpuh melamarnya dan setelah itu kalian harus menyirami kami dengan kelopak2 mawar "


ucap javier bersemangat..


" bro, gimana kalau kau ditolak olehnya "


ucap aldi dengan polosnya, javier menatap tajam kearahnya membuat aldi tersenyum salah tingkah..


10 menit berlalu, bahkan ini sudah hampir setengah jam, tapi johana tak jua kunjung datang..


javier mulai panik namun ditenangkan oleh aldi dan siena,.. mereka menunggu lagi namun hingga lebih dari satu jam, javier merogoh saku jasnya lalu menelpon johana..


Hampir 5 kali javier memanggil namun tak diangkat oleh johana, kini bukan hanya javier yang panik tapi aldi dan juga siena mulai ikut panik..


saat panggilan javier yang ke'enam kalinya ponsel disebelah itu menjawab, javier langsung bertanya dengan panik..


" faro, apa kau baik2 saja.? kau dimana.? aku sudah menunggu.? kau jadi datang bukan.?


ucap javier dengan suara yang cemas..


" Maaf tuan, miss jo meninggalkan hapenya dibutik,"


" dimana dia sekarang "


ucap javier datar..


" miss jo, pergi keluar kota karena ada urusan mendadak, bahkan dia melupakan ponselnya karena terburu - buru "


Bagaikan petir menyambar kepala javier, ketika mendengar kata2 dea.. dia melepaskan ponselnya disofa lalu berdiri dan mengacak rambutnya membuat aldi dan siena heran..


Javier keluar dari bungalow dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan aldi dan siena yang mengejarnya dengan tatapan iba..


javier meminggirkan mobilnya ketepi jalan, dia menunduk frustasi dan memukul stir mobil..


" faro, lagi2 kau menyakitiku, kali ini aku tidak akan memaafkanmu "


🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹..


Faro keluar dari bandara lalu naik kemobil dengan gelisah.. baru turun dari mobil setelah hampir setengah jam menempuh perjalanan..


dia melirik jam tangannya dengan gelisah lalu mereka tiba disebuah bangunan rumah yang sangat luas, faro langsung dijemput oleh malik yang sudah menunggu dengan wajah datar..


" apa yang terjadi.?"


ucap johana dingin, sambil duduk disofa..


" Miss, kami sudah menyusuri semua lorong dan ruang disana, kami juga memeriksa semua CCTV, dan ternyata benar kalau mereka dibawa oleh seseorang "

__ADS_1


ucap malik serius..


" kau sudah tahu siapa mereka "


ucap johana dengan tatapan marah..


" sudah miss "


ucap malik menunduk..


" mereka adalah suruhan dari seorang pria bernama sandi, dia adalah sekertaris sekaligus tangan kanan presdir danuar wijayadi "


terang malik..


" sandi,"


johana mengepalkan tangannya dengan marah,,


" aku tidak akan mengampunimu "


telpon Malik berdering dia berbicara serius lalu menyudahi telponnya..


" Miss, kita harus kembali ke'kota A, sandi sudah ditemukan oleh ardi, tapi mereka tidak ada bersamanya "


ucap malik..


Johana lalu bangkit dan pergi keluar..


💐🌹💐💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐...


Johana tiba dikota A.. Tubuh yang lelah karena dua kali melakukan penerbangan tak dirasakan lagi, pikirannya kini diliputi rasa marah karena kehilangan dua orang yang paling dikasihinya bahkan membuat Malik yang paling dekat dengannya bungkam membisu, melihat nonanya sudah menjadi dingin..


Mereka memasuki sebuah gudang yang penuh dengan karton2 besar yang sudah rusak, disana tampak seorang lelaki paruh baya tengah diikat disebuah bangku sambil meringis..


Johana masuk di'ikuti malik dibelakangnya, Johana duduk dikursi depan pria itu sambil menatapnya dengan tatapan siap membunuh..


" Dimana mereka.?"


ucap johana dengan tegas dan dingin..


" Aku tidak tahu "


ucap sandi sambil menyeringai..


Malik maju ingin menendang pria itu namun johana menghentikannya sehingga malik mundur..


" aku tanya sekali lagi, dimana mereka "


ucap johana dengan wajah datar dan dingin..


" aku tidak tahu "


ucap sandi kembali..


" baiklah.. aku tidak akan memaksamu "

__ADS_1


ucap johana lalu meminta tablet ditangan Malik, dia menunjukan sebuah gambar yang membuat sandi langsung lemas tak bertenaga..


__ADS_2