Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Cintaku Lebih Dulu Mengenalmu..


__ADS_3

Satria tertegun merasakan tubuhnya ditabrak dari belakang oleh johana yang kini terisak dengan pilu dipunggungnya..


" hah..hiks..hiks...hikss, Kau jahat kak, kau benar2 jahat.. hu..hu...hhhuuu hikss.. kau jahat.."


Satria membungkam merasakan pukulan2 kecil dibelakangnya, johana terus meronta sambil memeluk pria tinggi yang ternyata adalah saudara kandungnya tersebut..


Satria berbalik dan menatap mata yang sudah sembab didepannya ini..


Mata bening indah yang telah membuatnya merasa bahagia karena kemanjaan dan kenakalannya dimasa muda, dan mata bening indah yang dulunya selalu menjadi orang pertama yang menangis kala dia merasakan sakit..


Wanita mudanya yang dulu ceria menjelma menjadi sosok wanita dewasa yang anggun dan penuh dengan ketegasan..


Adik kecilnya yang dulu suka bermanja membangunkannya ditengah malam, hanya untuk menikmati ice cream sambil menonton kartun favoritnya berubah menjadi seorang wanita tangguh yang penuh dengan aura kekuatan seorang ibu..


satria menangkup wajah adiknya sambil meneteskan air mata, dia menatap lekat wajah saudara satu2nya dengan sayang..


" Jika bisa, Maafkan kakak.. kakak tidak sanggup mengakui semuanya karena kakak malu, kau menderita karena kakak, Maaf "


Johana menggeleng pelan dan menghambur dipelukan kakaknya dengan erat..


dia menangis dan menumpahkan semua rasa sakitnya yang selama ini dia tanggung kedada bidang itu, rasa bersalah karena berpikir kalau kakaknya meninggal karenanya menguap bersama air mata yang kini sudah tidak bisa dia bendung lagi..


Mereka saling memeluk penuh cinta hingga tak menyadari kalau didepan pintu semua orang juga tengah menangis haru karena pertemuan dua saudara yang telah lama terpisahkan tersebut..


Johana melihat mereka dan langsung berhambur memeluk ayah mertuanya..

__ADS_1


" pi.. terima kasih banyak, terima kasih karena sudah menyelamatkan nyawa kakak, terima kasih banyak buat mami sama papi, hana sama kakak tidak tahu harus membalas papi sama mami dengan apa.? tapi yang jelas, hana sangat berterima kasih sama papi dan mami "


ucap johana terisak bahagia..


Papi danuar mengecup kening menantunya dengan sayang..


" Papi, sudah mendapatkan imbalannya.?"


ucap papi danuar sayang dan menatap istrinya dengan senyuman mengembang..


" hhmmm.. papimu benar, kami sudah mendapatkan imbalannya "


ucap mami sasi tersenyum melihat wajah johana yang bingung..


" Imbalannya adalah kau menjadi menantuku, menjadi kekuatan putraku, menjadi sahabat putriku, menjadi ibu dari kedua cucuku, memberikan kebahagiaan yang tak terhingga untuk semua orang tuaku diusia senja mereka, masih bisa menimang cicit mereka, tidak ada imbalan yang lebih besar dari semua itu anakku "


" Pergilah.. temui dia.. Javier akan mengatakan semua hal yang tidak pernah akan kau duga sebelumnya tentang cintanya kepadamu "


ucap satria tersenyum penuh misteri kepada adiknya yang mendapat anggukan dari johana..


" aku akan mengatakan hal yang lebih dari dugaannya juga kak "


ucap johana berlalu..


Johana masuk kedalam ruang kerja suaminya, dia mendapati javier yang berdiri didekat jendela sambil memandang kelangit yang sebentar lagi akan terang..

__ADS_1


" Vier.."


panggilan lirih dari johana membuat javier tersentak dari lamunannya, pasalnya johana tidak pernah memanggilnya dengan nama itu, dia selalu menggunakan kak avi untuk memanggilnya..


Javier menghampiri istrinya dan langsung memeluknya..


" sayang.. kau boleh marah kepadaku, tapi tolong jangan sakiti dirimu sendiri, aku mohon tetap bertahan demi aku dan anak2 kita, aku sangat mencintaimu.. "


ucap javier sayang dipelukan istrinya..


johana mengurai pelukannya dan menatap lekat wajah pria yang paling dicintainya tersebut, dia menangkup kedua pipi suaminya dengan sayang..


" Kau mengatakan kalau cintamu adalah yang lebih dulu mengenalku bukan,.? tapi kau tidak sadar akan sesuatu vier, kalau cintaku yang lebih dulu mengenal dirimu, jauh sebelum dirimu mengenalku "


ucap johana lirih memandangi binar dimata suaminya yang bingung dengan ucapannya..


" 3 Bulan sebelum kita bertemu dikedai ice cream hari itu, aku telah lebih dulu mengagumi sosokmu vier.. "


Javier mengerutkan keningnya tanda tak mengerti..


" Aku tidak tahu pasti, kau masih mengingatnya atau tidak.? Gadis kecil yang berdiri didepan taman tanpa alas kaki diperempatan jalan, yang kau tarik masuk kesebuah toko sepatu dan membelikannya sepasang sepatu berwarna ungu lavender, itu adalah aku vier "


Javier menutup mulutnya tak percaya, dia tak bisa berkata2, karena pikirannya menerawang jauh mengingat semua peristiwa itu..


Sore itu dia baru kembali dari les pianonya, saat dilampu merah perempatan taman, matanya tak sengaja menangkap seorang gadis kecil yang tengah melepaskan sepatu kulitnya yang terlihat cukup mahal untuk seorang gadis lusuh didepannya..

__ADS_1


Anak itu tersenyum melihat sipenerima sepatu berjingkrak kegirangan mendapat sepatu baru itu, dia bahkan melepaskan jepitan rambutnya karena anak itu juga menyukainya, dan dia berjalan menyusuri tepi jalan yang ramai dan cukup terik tanpa alas kaki..


Javier tak tega, dan turun dari mobilnya, menarik tangan anak itu, lalu memasuki toko sepatu disebrang jalan dan memilih sepatu cantik untuk anak gadis itu, lalu meninggalkannya..


__ADS_2