
Air mata siena terus mengalir dengan deras melihat Jasen dengan kekaguman yang luar biasa..
" kakak, apa aku menyakitimu.? kenapa kau menangis.?"
ucap jasen bingung, dan dia berpaling menatap mamanya yang juga diam..
Spontan siena langsung berlari kecil menghampiri jasen dan memeluknya, Jasen yang dipeluk merasa bingung dan mengusap pinggang siena dengan kasih..
siena melepaskan pelukannya dan mengusap pipi jasen, dia mengecup kening jasen lama sekali..
" Ini bibi sayang,"
ucap siena lirih yang langsung disambung oleh johana.
"bibi siena adalah adik dari papamu.?"
ucap Johana sayang..
" Papa.???"
Jasen terkejut, namun belum sempat dia menyambung perkataannya, pintu didorong dari luar, tampak javier yang berdiri didepan pintu sambil menatap tubuh kecil yang tengah menggengam tangan johana..
Jasen melihat pria didepan pintu dengan raut wajah yang lumayan berat, dia melihatnya dari atas hingga kebawah, menatapnya dengan raut wajah yang sendu, dia meraba sendiri wajahnya dengan tatapan menyelidik, pikirnya.? bagaimana mungkin.? wajah pria itu terlihat familiar sepertinya..
Anak berusia 5 tahun lebih itu mengeryit dengan heran, lalu mendongak melihat ibunya yang saling mengadu pandang dengan pria itu..
" mamaaa..."
ucap jasen dengan lirih, melihat ibunya dengan tatapan tanya..
johana yang mengerti tatapan anaknya lalu menghela nafas dan mengusap pipinya..
" Jasen, Dia adalah papamu "
ucap johana, menoleh pada javier lalu dengan isyarat matanya dia menyuruh javier mendekat..
Javier berjalan dengan bimbang, takut jika anaknya tidak ingin menemuinya, namun diluar dugaan ternyata Jasen langsung melompat kearahnya, bahkan mengabaikan selang infus yang tertancap ditangannya, dia berteriak dengan girang..
" Paaaapaaa,,, Kau sudah kembali dari membuat taman bermain.?"
ucap jasen berbinar sambil memeluk erat papanya..
Air mata jaavier mengalir melihat tubuh mungil dipelukannya, dipeluknya anaknya, diciumi dan dihujani dengan kecupan hampir disemua bagian wajahnya..
__ADS_1
" Papa.. kau tidak akan pergi lagi bukan.? kata mama kita berempat akan bersama lagi, "
" iyaa sayang, kita akan bersama, bersama selamanya, papa tidak akan pergi lagi "
ucap javier haru..
" Papaa. setelah aku sehat, bisakah kita mengunjungi taman bermain yang sudah papa buat untuk kami"
Ucapan ini menohok jantung johana, bagaimana tidak selama hampir 5 tahun dia berbohong kepada anak2nya saat mereka menanyakan tentang ayahnya, johana akan menjawab, kalau ayah mereka sedang pergi membuat taman bermain pribadi untuk mereka..
Javier menoleh menatap mata johana yang tertunduk sendu, lalu javier kembali melihat anaknya..
" tentu sayang, segeralah sembuh agar kita bisa mengunjungi taman bermain yang ayah buat untuk kau dan adikmu "
ucap javier tersenyum, membuat johana terperangah..
Tiba2 ada pelukan dikaki javier yang membuatnya menoleh kebawah, dan ternyata hafira sedang memeluknya..
" Papa.. aku juga mau dipeluk papa.?"
ucap hafira sambil mengerjapkan matanya, bulu matanya yang lentik bergoyang membuat javier tersenyum, dan meraih tubuh mungil dibawahnya, dia menggendong hafira disebelah kanannya dan jasen disebelah kirinya.. mereka berdua memeluk javier dengan sayang, membuat semua orang diruangan itu tersenyum haru, terlebih johana..
💐♥️💐♥️♥️♥️♥️♥️💐♥️💐♥️💐♥️💐♥️💐♥️
Yuanita telah melahirkan bayi perempuan yang cantik , diberi nama Yuma Alaika Malik, membuat jasen dan hafira betah tinggal dirumah yuanita karena mendapat adik bayi baru..
Jasen dan hafira telah dipindahkan kekota A, membuat javier lebih leluasa bertemu mereka, kadang2 dia bahkan ikut menginap dirumah yuanita untuk menemani anak2nya..
_______________________________________
Dihari yang cerah, seorang gadis dengan setelan blouse profesional Masuk kedalam perusahaan milik keluarga farhadi, dia adalah johana yang pergi menemui ayahnya dikantor, hingga kepergiannya dari perusahaan ini beberapa bulan yang lalu, dia belum kembali pulang ke'Puri bunga, Kata ayah dan juga bundanya, kakek faisal dan oma yanti pergi mengunjungi saudara oma yanti yang ada diluar negeri, sebenarnya alasan lain dari semua itu adalah, johana tak ingin neneknya mengingat kembali tragedi itu, sampai hari ini pun neneknya kehilangan ingatan tentang tragedi yang menewaskan putrinya tersebut..
Begitu johana masuk, dia langsung disambut oleh doni yang sudah menunggu, dan diantar langsung menemui ayahnya..
" Ayah.."
johana berlari memeluk ayahnya, dia didekap sangat erat didalam pelukan sang ayah..
mereka berdua duduk disofa samping meja kerja ayahnya..
" bagaimana kabarmu sayang.?"
ucap farhan sambil mengusap kepala johana dengan sayang..
__ADS_1
" Ahana baik ayah, bagaimana kabar bunda dan juga ayah.?"
" Ayah dan bunda baik, bagaimana kabar mereka.? kapan ayah bisa menemui cucu2 ayah.?"
ucap farhan menatap putrinya..
" Secepatnya ayah, aku ingin mengesahkan kartu keluarga mereka dulu "
ucap johana melihat ayahnya yang sedikit terkejut..
" Mengesahkan.?"
ucap ayahnya mengerutkan keningnya heran yang diangguki oleh johana..
" Maksudmu kau akan menikah.?"
ucap ayahnya lagi..
" Iya ayah, besok aku akan mengambil sertifikat pernikahan, aku datang untuk meminta restu ayah, agar semua bisa berjalan lancar "
ucap johana mantap..
Farhan sedikit tertunduk sambil memijat keningnya, dia diam dan tampak berpikir dengan keras mendengar kata2 putrinya yang sudah hampir lebih 10 tahun dia abaikan dan berjuang sendirian dengan rasa sepinya..
Johana melihat kebimbangan dimata ayahnya, dia menarik tangan ayahnya dan menatap mata ayahnya dalam2..
" Ayah, Kak Avi adalah pria yang baik, dia sangat mencintai hana, dan hana juga mencintai dia ayah,"
ucap johana lirih..
farhan mengangkat wajahnya menatap putrinya..
" Hana, ayah malu jika harus meminta hak untuk keputusan hidupmu mengingat semua perbuatan ayah padamu sangat tidak adil, tapi sayang, ayah hanya takut jika dia tak bisa menyayangi anak2mu seperti dia menyayangi anak2nya nanti, aku ingin mereka juga menerimanya seperti kau menerima laki2 itu "
ucap farhan mengusap pipi anaknya..
Johana tersenyum dan memeluk ayahnya..
" Jangan risau ayah.? kak avi tidak akan membedakan kasih sayang untuk mereka, karena dia adalah papa kandung, Jasen dan juga Hafira, ayah "
ucap johana tersenyum simpul..
Farhan langsung melepas pelukan johana dan menatap putrinya dengan tatapan tak percaya, namun mendapat anggukan dari johana dan mereka tersenyum sambil tertawa bersama..
__ADS_1