Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Rencana gagal..


__ADS_3

Semua orang diruangan itu menjadi bisu seketika karena menyaksikan pemandangan yang akan memacu adrenalin jantung mereka..


Siena melepaskan pelukannya, dan menatap aldi dengan pandangan teduh, matanya yang sayu setelah beberapa hari dilema, mulai memancarkan kelembutan..


Dia menggenggam tangan aldi erat dan menariknya menghampiri javier dan satria yang masih terdiam dibawah tangga..


Siena menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya dengan berat, dia mulai menunduk..


" Kakak, maafkan aku, aku sudah memikirkan segalanya, aku berusaha menepisnya, percayalah, sebelum ini aku juga telah berperang dengan hatiku, untuk meyakinkan diriku sendiri, tapi pada akhirnya logikaku kalah oleh suara hatiku sendiri, dan aku memutuskan kalau aku lebih memilih egois bersama kak aldi "


ucap siena bergetar, air matanya turun membasahi gaun indahnya..


" Tapi sien.? aldi sudah memiliki difa, dan kau tahu semua itu, Cinta tak bisa dipaksa siena.?"


ucap javier datar..


" apa yang dikatakan vier benar dek, kau tidak bisa memaksa dengan cinta sepihakmu ini.?"


ucap satria menimpali..


" Hhhhhhh... tapi kak aldi juga mencintai sien kak.?, ka.. kami saling mencintai"


ucap siena mendongak melihat aldi yang membisu disampingnya..


" Apppaaa.!!!"


ucap javier dan satria hampir bersamaan..


" Tunggu.. sejak kapan kalian saling mencintai, maksudku aldi itu pacarnya difa kan.? bagaimana kau tahu kalau dia juga mencintaimu "


ucap javier menimpali ucapan siena..


" Kak aldi mengakuinya sore ini padaku kak.."


ucap siena memelas..


Javier mengepalkan erat genggaman tangannya, dia menarik kerah jas aldi dan menatapi sahabat sekaligus tangan kanannya tersebut dengan tajam, membuat siena bahkan johana bereaksi langsung menghampiri javier..


" Kak avi,..."


panggil johana lirih menatap mata javier seolah tengah memohon padanya untuk melepaskan cengkramannya dari kerah jas aldi..


Javier melepaskan tangannya, dan menghempaskan aldi dengan kesal..

__ADS_1


" Siaalan.. kau menghancurkan rencana kita "


ucap javier kesal menatapi aldi dan mundur kearah satria yang juga menatapi aldi tajam..


" hehehhe.. maaf, aku hanya ingin memastikannya.."


ucap aldi tercengir kuda, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan pipinya merona malu..


" Sial.. sial..sial.."


ucap javier dan satria bersamaan sambil menghampiri aldi dan memukulinya sambil tertawa dengan keras, hingga membuat semua orang menjadi bingung..


Flash back on..


Javier masuk keruangnnya setelah selesai meeting dan mendapati satria diruangan kerjanya yang sedang menatap kearah kaca yang langsung mengarah keruangan aldi disebelahnya..


" Kak, apa yang kakak lakukan.?"


ucapan javier ini sontak mengejutkan kakaknya..


" aiiishh.. kau menakuti kakak.?"


ucap satria sambil memegang kearah dadanya..


ucap javier melihat kearah pandangan kakaknya..


" Aiisshh,,, anak itu masih melamun juga.."


ucap javier lagi, dia kesal, melihat aldi kembali mematung dengan tatapan rumit..


" Sejak pagi dia hanya duduk disana dan memandang dengan tatapan rumit kearah vas bunga besar didepan ruangannya itu kak "


ucap javier menjelaskan kepada satria..


" Hhhmm.. ayo kita ganggu dia "


usul satria yang langsung diangguki javier..


mereka berdua berjalan beriringan dan masuk kedalam ruangan aldi yang bahkan sejak tadi tak sadar dengan kehadiran dua orang ini..


" ekkhhemm,"


deheman itu bahkan tak membuat aldi bergeming..

__ADS_1


javier dan satria mengeryit heran, pasalnya aldi adalah orang paling kekanakan diantara mereka, dia adalah yang paling heboh dan juga jahil diantara klan rajawali..


" AAAGGGHHHRRRHH...AKU BISA GILA MEMIKIRKANMU SIENA "


teriak aldi frustasi sambil mengacak rambutnya sendiri tanpa sadar, hingga membuat javier dan satria melotot menatapi aldi yang belum menyadari kehadiran vier dan satria..


Aldi hampir terjungkal dari kursinya melihat javier dan satria sudah berdiri dengan gagah didepannya sambil melipat tangan mereka didada, jangan lupakan tatapan mereka yang seolah ingin menelan aldi bulat2..


Aldi menutup matanya rapat2 dan memukul mukul kepalanya pelan, berharap ini hanyalah mimpi, namun walaupun aldi sudah mencobanya beberapa kali, vier dan satria masih berdiri didepannya sambil terus mempertahankan ekspresinya..


mengapa mereka masih ada, mungkinkah aku tidak bermimpi..


Aldi masih tak putus asa, dia mencoba ingin memejamkan matanya lagi namun ucapan javier membuatnya melotot seketika..


" aldi, kalau kau berani menutup matamu lagi, aku akan menembak kepalamu, sampai kau tidak bisa membuka matamu sampai kapanpun"


ucap vier kesal melihat aldi menjadi aneh..


" hehehe.. ma.. maaf bos, aku tidak akan menutup mataku lagi "


ucap aldi menjadi salah tingkah..


" baiklah.. jelaskan..."


ucap javier datar..


" haaahh... jelaskan apa bos.?"


tanya aldi pura2 tak mengerti, yang sebenarnya dia sedang menormalkan detak jantungnya yang berdebar tak beraturan..


" Aldi, kalau kau tidak jujur, bukan hanya vier yang akan menembakmu, tapi aku juga,, ".


ucap satria menimpali..


" gluep "


aldi menelan salivanya sendiri, dia tahu kalau javier dan satria hanya berpura2 mengancamnya tapi kalau mereka marah dan menghukumnya itu lebih mengerikan dari tembakan mereka, bagaimanapun mereka berdua sudah mengetahui ketakutannnya terhadap katak, dan mereka pasti akan mengerjainya dengan katak2 itu sampai dia mengaku..


" Aldiii.. kami masih menunggu.?"


ucap mereka hampir bersamaan..


" hhhhaahh.. mau berbohong, mereka sudah mendengar aku menyebut adik mereka "

__ADS_1


guman aldi dalam hatinya..


__ADS_2