
siena menutup mulutnya tak percaya, dia memelototi aldi dengan tatapan menelisik..
" Apa ada yang ingin kau jelaskan kepadaku "
ucap siena sinis memangku tangannya kesal, melihat aldi yang tersenyum salah tingkah karena sudah dikerjai oleh kakak2nya siena..
Aldi menghampiri siena dan mengambil tangannya untuk dia gengggam, matanya menatap siena teduh dan penuh kelembutan membuat siena tersihir karena tatapan yang tidak pernah dia lihat dimata aldi sebelumnya .
" Mereka benar sien, aku sengaja menolak ayahku untuk kembali keperusahaan, karena itu berarti aku akan jauh darimu, vier juga benar, aku sengaja untuk selalu menempel kepadanya, agar bisa mengawasi pria yang menaruh hati kepadamu,"
aldi tersenyum melihat tatapan menyentuh siena..
" Kau ingat pernah bertanya kepadaku,.? mengapa aku sangat membenci dion, dan selalu kesal jika melihatnya,.?"
Aldi menjeda kata2nya karena siena menggeleng pelan..
" karena aku cemburu.. saat itu dion meminta izin kepada javier untuk mendekatimu, dan aku sangat marah, untung saja saat itu kau menolaknya, karena kalau tidak.? aku pasti sudah melenyapkannya.?"
ucap aldi serius menatapi johana yang tersenyum..
" Aku egois bukan.?"
ucap aldi tertawa sumbang..
" tapi yaaahh itulah aku, aku terlalu mencintaimu "
ucap aldi dalam..
" Kak aldi, apa kau juga mau tahu alasan sebenarnya.? kenapa saat itu aku menolak lamaran dion didepan banyak orang "
ucap siena menatap aldi yang menggeleng bingung dengan senyuman merekah..
" Karena aku ingin kak aldi cemburu, aku ingin kak aldi marah, agar perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan "
ucap siena tertawa dan aldi meleleh karena tersentuh.. dan..
" cup "
sebuah kecupan mendarat tepat dibibir siena yang masih akan berbicara, sehingga siempunya terdiam, dia menatap aldi dan mulai mendekatkan bibir mereka..
" eeekhhhheeemmm "
__ADS_1
deheman itu membuyarkan lamunan orang..
siena memerah seperti kepiting rebus karena tak menyadari kalau mereka sedang ada dipesta saat ini..
" Dasar anak2 jaman sekarang, tidak tahu tempat maunya langsung sosor saja "
ucap papi danuar yang langsung meninggalkan mereka dan menyambut calon besannya..
" kak Aldi, jadi kak andra bagaimana.?"
ucap siena menoleh kearah pria yang tadi datang bersama aldi dengan tatapan tidak enak, walau ini rencana mereka namun dia takut kalau andra jadi kecewa..
" dia kakaknya difa, namanya fandi, bukan andra.?"
ucap aldi mengerlingkan matanya kepada siena yang cemberut..
" jadi andra.?"
tanya siena memicingkan matanya..
"Kenalkan.?"
ucap aldi mengulurkan tangannya..
Siena menatap tak percaya lalu sama2 tertawa dan mereka melanjutkan pesta pertunangan ini dengan gembira dan penuh suka cita..
🌺🌺❤🌺❤🌺🌺❤🌺❤🌺❤🌺❤🌺🌺
Pesta hampir usai, bahkan beberapa tamu sudah pamit pulang..
Satria berdiri diteras samping mansion yang langsung menghubungkan teras tersebut dengan taman, wajahnya sendu dan matanya tampak berair, entah apa yang telah mengganggu pikirannya hingga membuat matanya menjadi sedikit sembab..
Usapan lembut dibahunya membuat dia tersadar dan menyeka cairan bening dipipinya tersebut dengan cepat..
" Kakak,"
panggil javier yang memperhatikan raut wajah cemas kakaknya..
Satria menatap javier dengan sendu, lalu tatapannya beralih kepada johana yang berdiri diujung pintu sambil mengobrol dengan yuanita dan malik yang baru saja tiba dimansion, mereka sesekali tertawa melihat hafira menggoyang2kan tubuhnya untuk membuat yuma tertawa..
" Dia tidak pernah berubah vier, tetap cantik seperti dulu.?"
__ADS_1
satria menatap manik mata javier yang kini menoleh melihat istrinya..
" kau benar kak, dia memang selalu cantik, cantik seperti ibu mertuaku"
vier tersenyum melihat kakaknya..
"Andai waktu bisa diputar kembali, aku akan membawanya pergi, jauh dan menghilang dari orang2 yang pernah menyakitinya "
ucap satria lirih, matanya masih lekat menatapi wajah cantik yang berdiri tak jauh darinya tersebut..
" Jika waktu itu bisa kembali.? Aku akan mencegahnya sekuat tenagaku kak, "
ucap vier lirih melihati kakaknya yang tercengang dengan jawaban vier kepadanya..
" Jika waktu kembali dan kau membawanya, aku tidak akan pernah bertemu dengannya, dia tidak akan pergi kepantai untuk melenyapkan dirinya sendiri, dan aku tidak akan menolongnya, tidak akan ada hipnoteraphy dan tidak akan ada alfaro didalam kisah ini, bahkan mungkin tidak akan ada sikembar yang menjadi pengikat diantara kami "
ucap javier lirih..
" ckk.. kau benar.. bahkan hingga hari ini, kau tidak pernah mengakui pengorbananmu untuknya,"
tawa satria mengejek javier..
" aku memang tidak pernah mengakui apapun kepadanya selain perasaanku, tapi aku tahu, Tuhan percaya ketulusanku, bahkan ketika aku menyerah mendapatkannya, Tuhan memberi jawabannya melalui anak2ku "
ucap javier mantap yang mendapat tepukan salut dibahunya..
" kau tahu, aku sangat bahagia, saat itu aku mundur dari melindunginya, dan bisa mengalah demi dirimu, karena aku tahu kau pantas untuk memenangkannya.. ketahuilah vier, aku sangat mencintainya "
ucap satria tertawa, yang mendapat tatapan tajam dari adiknya..
satria mendekat dan berbisik kearah javier..
" aku mencintai istrimu,lebih dari yang kau tahu "
ucap satria sarkas..
" Jangan pernah mencoba, walau itu dalam mimpimu sekalipun,"
ucap javier sinis lalu pergi, meninggalkan satria yang tertawa karena sudah berhasil menggoda adiknya..
" Johana, beri aku sedikit waktu lagi, hingga aku bisa memilikimu kembali "
__ADS_1
ucap satria datar sambil mengepalkan tangannya erat..
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺..