Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Menyerahkan..


__ADS_3

Aldi dan Johana membawa Javier kerumah sakit dan javier segera didorong menuju ruang pemeriksaan..


Johana terus menatap aldi dengan tatapan tanya


" kak aldi, Javier sakit apa.? "


aldi nampak canggung tapi dia kemudian menjawab dengan setengah berbisik


" kami pergi kepesta, namun sialnya ada yang menaruh obat perangsang diminuman javier"


Johana langsung terkesiap mendengar kata2 aldi dan Tak berapa lama dokter keluar dan menghampiri aldi yang tengah harap2 cemas diluar..


" Bagaimana keadaannya dokter "


ucap Johana dan aldi hampir bersamaan


dokter itu menunduk sambil menghela nafasnya dengan berat


" Maaf dek, dosis yang dipakai terlalu tinggi, dan itu juga merupakan jenis obat baru yang belum punya hak paten, kami sudah berusaha tapi dia harus mendapat pelepasan kalau tidak efek sampingnya akan sangat buruk, sebaiknya segera dibawa pulang"


aldi terduduk memandang dokter yang berlalu dengan lemah, bagaimana mungkin.? matanya memerah karena marah


" Siaaaall, siapa yang sudah berani bermain2 dengan ketua "


ucap aldi sambil meninju bangku kosong disebelahnya, dia menatap Johana yang tampak berpikir disamping pintu,


Aldi bangkit dari duduknya dan berbicara kepada johana


" Faro, kau sudah dengar apa kata dokter bukan, aku harus membawa ketua sekarang, maafkan aku, tapi ketua adalah orang yang sangat keras, mungkin habis ini dia akan membunuhku karena membuat dia melanggar prinsipnya untuk memberikan yang pertama pada kekasihnya "


Aldi terus menatap Johana yang membisu


" sekarang tolong jaga dia, aku akan memanggil taksi dan pergi kehotel, lalu aku juga akan mengantarkanmu pulang keasrama, "

__ADS_1


saat Aldi akan melangkah dia kembali berbalik,


" Maafkan aku faro, karena aku juga tak berdaya "


Aldi segera berbalik dan pergi, didalam pikirannya dia hanya ingin agar Javier sembuh, dia akan pergi mencari wanita yang bersih untuk sahabatnya, walaupun dia tahu kalau faro adalah kekasih javier, dia tidak akan berani kalau sampai menawarkan hal ini pada alfaro, mengingat hubungan mereka yang baru terjalin 3 hari yang lalu, Mustahil faro akan setuju dengan ide gilanya..


Aldi semakin khawatir dan mempercepat langkahnya, dia sudah memesan hotel dan anak buah Javier juga sudah datang untuk mengotong javier pergi, dia frustasi memikirkan bagaimana caranya memberikan pengertian kepada faro agar tidak salah paham dengan apa yang akan terjadi, dia harus bisa meyakinkan faro mengingat dia kenal betul dengan javier, walaupun mereka terkenal dengan image laki2 yang keluar masuk dengan pesta diclub malam, tapi javier adalah yang paling bersih diantara mereka..


Aldi mempercepat langkahnya menuju keruangan javier, dia heran mendapati johana tak lagi ada dikursi tunggu, dia tak perduli dan langsung masuk kedalam ruangan pemeriksaan javier, dia terkejut melihat ranjang itu kosong dan hanya tersisa seorang suster yang sedang merapikan peralatan medis disampingnya


" suster, pasien yang disini kemana.?"


ucap aldi dengan tak sabar menanyai suster itu


" adek yang namanya Aldi yah "


ucap suster itu ramah, yang mendapat anggukan dari Aldi, dan suster itu mngeluarkan secarik kertas yang dilipat kecil dari dalam saku seragamnya lalu menyodorkannya pada aldi..


Aldi segera meraih untuk membuka lipatan kertas itu dan mulai membaca isi'nya


aldi masih terpaku ditempatnya dan menghela nafasnya dengan lega..


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Sementara ditempat lain, Johana baru saja turun dari taksi, dia memapah javier dan memesan sebuah hotel kecil tak jauh dari rumah sakit..


Johana masuk kedalam kamar hotel itu dan menyalakan lampunya, tampak sebuah kamar yang tidak terlalu besar namun nyaman..


Dia membaringkan tubuh javier keatas kasur, dia memperhatikan javier yang terus menggeliat kepanasan, wajahnya sudah berubah menjadi merah menahan hasratnya..


Johana per'lahan2 meraih tangan javier, tanpa dia duga javier menghempaskan tangan johana


" Pergi dari sini, jangan mendekat."

__ADS_1


ucap javier dengan suara yang sangat parau dan berat, dia menggeliat menahan rasa panas yang tak dapat dikendalikan lagi, namun otaknya masih berpikir dengan jernih, dia sungguh sadar kalau yang ada didepannya adalah faro, tapi dia tak ingin merusak gadis ini karena kesalahan orang lain..


" kak aku hanya ingin membantumu "


ucap johana sedikit menunduk..


" apa kau tahu yang sedang kau lakukan.? kau akan menghancurkan masa depanmu, kehormatanmu sebagai gadis bersih akan hilang, aku mencintaimu alfaro, aku tidak akan merusakmu "


ucap javier semakin berat..


" kalau kau mencintaiku, kau tidak akan memberikan hal pertamamu pada orang lain, sungguh aku tak rela kalau kau harus menjamah orang lain "


ucap johana meneteskan air mata, dia sangat sedih mendengar javier sangat mencintainya sementara dia akan pergi meninggalkan semua ini, dia tahu walau sekuat apa pun dia menghindar, javier akan melemahkan hatinya, javier akan selalu memenangkan hati johana dari egonya, Johana sudah mengambil keputusan kalau malam ini dia akan menjadi alfaro untuk javier..


Johana akan bergerak menjauh dari javier namun tangannya langsung ditarik kembali kekasur, Javier menyambar bibir johana dan memagutnya dengan sedikit kasar membuat johana hampir kehabisan nafas..


Javier melepaskan pagutannya dan menempelkan keningnya dengan kening johana


" Aku janji, kita akan menikah secepatnya, terima kasih, aku mencintaimu "


Johana mengangguk dan Javier kembali menciumi johana dengan lembut, dia bermain dirongga lidah johana, mengecap manis bibir dan lidahnya, membuat johana mendesah..


Desahan itu membuat Javier semakin liar, dia memaksa kancing2 baju johana untuk tanggal dari tempatnya, javier menaikan cumbuannya kearah telinga dan menggigit kecil cuping telinga johana lalu turun keleher jenjang johana, dia me'nari2 dileher putih mulus itu, sambil meninggalkan beberapa jejak biru keunguan disana..


Dia menarik pengait bungkus dua gunung kembar milik johana, dan langsung melahapnya, sesekali dia menjilat dan mengigit kecil ujungnya yang merah muda membuat tubuh johana bergetar..


Tampaknya desakan gairah dari obat terlarang itu mulai menguasai javiee hingga kini dia menatap mata johana dengan nanar, johana yang ditatap mengerti dan mengangguk sambil tersenyum..


Javier bangkit dan melepaskan seluruh pakaian'nnya lalu menindih tubuh johana, dia me'nggesek2 adik kecilnya dan per'lahan2 miliknya membelah bukit kecil itu, seketika itu tubuh johana bergetar hebat, merasakan rasa sakit menjalari hingga ketulang rahimnya menerima desakan benda asing yang menembus selaput darahnya..


Johana meneteskan airmatanya beriringan dengan hilangnya hal paling berharga dari kehormatan seorang wanita, Javier memeluk erat tubuh kekasihnya mencium kedua matanya lalu turun kebibir'nya yang kini mulai disambut johana..


Javier memaju mundurkan tubuhnya dan membuat johana menggeliat menahan bara panas yang menghembus didada mereka..

__ADS_1


kini Johana menikmati semua yang dilakukan javier..


Dan mereka Bercinta hampir semalaman, Javier terus mengajak johana berlayar dan bersama2 mencapai puncak kenikmatan hingga keduanya lemas dan tertidur..


__ADS_2