
" Akhirnya aku menemukanmu alfaro "
Johana segera berbalik menghadap kesumber suara itu, dan seketika itu juga "Deggghh",, Jantung johana berdegub kencang seakan ingin melompat dari tempatnya melihat orang yang berdiri dengan gagahnya didepan pintu ruangannya..
Johana membisu seketika, tubuhnya bergetar melihat sosok tegap yang berjalan kearahnya dan kemudian tanpa permisi dia menarik johana kedalam pelukannya, dia memeluk johana yang masih bungkam dan tanpa sadar johana menolak javier hingga pelukan mereka terlepas..
" Maaf tuan, apa yang kau lakukan,? "
ucap johana datar disela keterkejutannya, dia tak menyangka kalau orang yang berdiri didepannya kini adalah javier, orang yang paling melemahkan hatinya..
" apa yang kulakukan.?, aku memeluk kekasihku, calon istriku, apa salahnya.?"
ucap javier sarkas..
" Tuan sepertinya anda telah salah mengenali orang "
ucap johana masih datar, dia tak ingin lemah lagi didepan javier..
" Alfaro, apa maksudmu "
ucap javier tidak senang mendengar ucapan johana..
" Maaf tuan, saya Johana, bukan alfaro "
johana memalingkan wajahnya kesamping..
" Alfaro, Johana atau siapapun namamu sekarang, yang pasti kamu adalah milikku "
ucap javier dengan penuh penekanan, membuat johana menoleh dan menatap wajah javier..
" Tuan, saya minta maaf, tapi saya tidak mengenalmu, ataupun punya waktu untuk meladenimu "
Johana akan pergi Namun tangannya ditarik, membuat johana mundur karena javier kini ada didepannya dan dia terus memaksa maju kedepan johana, hingga johana tersudut kepinggir meja dia tak bis lari lagi karena kekuatan lengan javier telah mengungkungya..
Javier menatap johana dengan wajah penuh amarah,
" benarkah kau tidak mengenaliku.?"
ucap javier dengan senyum misteriusnya..
" Benar aku tidak mhhhhhppfftt "
Johana tak bisa meneruskan kata2nya karena javier langsung ******* bibirnya dengan kasar, lidahnya me' nari2 dalam rongga mulut johana, memagut bibirnya lalu tempo ciuman itu melembut, membuat johana menegang, johana kembali terbuai dan membalas pagutan bibir javier, lidah mereka beradu saling mengait dan membelit hingga johana kembali sadar dan mendorong tubuh javier menjauhinya..
Javier mundur dan tertawa dengan dingin melihat wajah johana yang memerah..
" Kau bilang tak mengenaliku, tapi tubuhmu tak bisa berbohong "
__ADS_1
ucap javier yang maju dan memeluk johana lagi..
" kenapa kau kesini kak.? kembalilah pulang "
ucap johana kembali datar..
" Kau lupa, kalau kau adalah kekasihku, kau pergi tanpa mengucap satu katapun padaku, tahukah kau kalau aku mencarimu "
ucap javier lembut..
" kak ini sudah sangat lama, itu hanya cinta sesaat dimasa muda "
Javier langsung melotot mendengar kata2 johana..
" Cinta sesaat dimasa muda katamu, aku mencarimu seperti orang gila dan kau mengatakan cinta sesaat dimasa muda, kau lupa kalau kita adalah sepasang kekasih yang tak pernah putus "
ucap javier dingin..
" Kalau itu yang membuat kakak jauh2 datang kemari, maka mulai malam ini kita putus "
ucap johana lebih dingin..
" Praangkkk"
Javier meninju meja kaca dibelakang johana hingga meja itu retak seketika, dia tak perduli dengan tetesan darah yang turun dari buku2 jarinya, membuat johana seketika berubah khawatir melihat luka javier..
Johana menyerah dan mundur kesamping melihat tatapan marah yang pernah dilihatnya 6 tahun lalu..
" Rupanya kau tidak bisa diajak kompromi baik2 "
ucap javier marah menatap johana..
" Maafkan aku kak, aku hanya aaaahhhhhh"...
Johana tak lagi melanjutkan kata2nya dia histeris karena javier langsung menggendong tubuhnya ala bridal style..
Johana terus bergerak minta turun namun javier tak menggubrisnya.. beruntung butik sudah kosong sehingga tak ada yang melihat mereka karena dari cafe johana sudah minta dea pulang lebih dulu..
Johana langsung dimasukan kedalam mobil javier, johana hanya menatap kesal melihat javier masuk kedalam mobil dan melesatkan mobilnya membelah jalanan yang masih ramai..
Selama didalam mobil mereka hanya diam saja, Johana enggan menatap javier, dan javier juga tak perduli dia terus memacu mobilnya..
Johana yang memang sudah kelelahan seharian ini, langsung tertidur..
_●■●■□■♡♡♡♡♡♡♡♡♡■●■●■
Javier memarkirkan mobilnya kedalam sebuah bungalow yang juga tak kalah megah dari mansion white, dia menggendong johana dengan hati2 dan masuk kedalam rumahnya..
__ADS_1
Dia menidurkan johana diranjang king sizenya,
Mengusap pipi halus yang paling dia rindukan selama 6 tahun ini,
" Faro, tak perduli apa pun yang kau katakan, tapi aku tak bisa melanggar prinsipku, aku juga tak perduli bagaimana hatimu berubah setelah 6 tahun ini, tapi hatiku tetap sama, kau yang pertama dan terakhir untukku, anggap saja aku egois tapi ini balasan kegilaanmu dimasa lalu, kini aku yang akan menjadi pria gila yang mengejarmu "
ucap javier sambil mengecup kening johana dan turun dari ranjang menuju kekamar mandi..
Dia harus mandi air dingin, karena sejak tadi sesuatu terus menekan dari dalam dirinya..
sepeninggal javier, Johana membuka matanya, dia sebenarnya tak benar2 tertidur hanya saja dia bingung harus bersikap seperti apa kepada javier,,
maafkan aku kak, cintaku tak pernah berubah, selalu hanya kak avi dan kak avi didalam hatiku, tapi aku wanita dengan banyak masalah, aku tak ingin kakak terlibat dan menjadi korban keegoisanku..
Johana bangkit mengendap endap untuk keluar, namun saat dia memutar gagang pintu dia kembali menggerutu karena pintu itu terkunci..
Dia kemudian menuju jendela kaca namun sialnya semua itu terkunci bahkan lebih parahnya ada penghalang besi disetiap sudut jendela kaca tersebut..
Johana menggerutu kesal saat dia terkejut oleh kata2 javier dibelakangnya..
" Maaf membuatmu kecewa, tapi kau tidak bisa keluar dari kamar ini "
ucap javier datar, dia duduk dikursi dengan piyama tidurnya yang gagah..
" apa maumu.? keluarkan aku dari sini "
ucap johana kesal..
" aku ingin kau merenungi kesalahanmu, dan mengatakan kesalahanku yang menyebabkan kau meninggalkanku "
ucap javier sarkas sambil mengetik beberapa kata dari ponselnya
" avi, aku bukan tahananmu, keluarkan aku "
ucap johana setengah berteriak..
" Tidurlah, atau aku akan membungkammu dengan caraku "
ucap javier setengah mengancam..
" silahkan, aku tak percaya padamu "
ucap johana menantang..
javier bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati johana, dia menyudutkan johana dijendela kaca sambil berbisik ditelinganya..
" Apa kau melupakan malam pertama kita yang panas sayangku"
__ADS_1
seketika itu juga johana membeku, dia segera mendorong javier dan berlari naik keatas ranjang, dia masuk kedalam selimut dan meninggalkan javier yang tertawa renyah karena berhasil menggoda wanitanya..