
Alfaro keluar dari perpustakaan dengan pikiran yang rumit, peristiwa apa itu tadi yang muncul di'kepalanya..
bagaimana mungkin dia merasa beberapa potongan peristiwa selalu menari diingatannya, mungkin itu ada hubungannya dengan mimpi2 buruknya yang setahun belakangan ini tidak lagi menghantuinya, Sejak 2 tahun lalu faro selalu bermimpi bahwa dia tengah bersimpuh disebuah pinggiran jurang sambil berteriak histeris, namun sejak dia menyukai Javier, Anehnya dia tak lagi bermimpi buruk, mungkin karna itu dia sangat menikmati hari2 menyukai Javier..
Alfaro berjalan menyusuri koridor ruang olahraga yang kosong, Namun tiba2 dia merasa kalau ada seseorang yang tengah mengikutinya dari belakang, saat dia akan berbalik dia terkejut, ketika orang itu langsung menabrak alfaro kebelakang dan tangannya ditarik kedalam ruangan itu, alfaro berontak saat dia merasakan orang itu membekap mulutnya..
alfaro membatu melihat orang itu adalah Javier, yang tengah menatapinya dengan tatapan penuh amarah, faro menarik tangan javier hingga terlepas dari mulutnya..
" Apa yang kakak la..mmmhhhppfff "
Alfaro tak lagi meneruskan kata2nya karna javier langsung menyambar bibirnya dan menciuminya dengan kasar, dia memaksa seolah ingin menyerap semua nafas alfaro dalam2, Alfaro yang kehabisan nafas menggigit lidah javier hingga membuatnya melepaskan pagutan'nya..
" Aaaapppaaa kakak sudah gila "
ucap faro masih dengan nafas yang ngos2san karena belum sepenuhnya mengambil nafas dengan normal..
Javier maju dan menatap alfaro dengan wajah yang nampak masih emosi, membuat faro seketika mundur, dia sedikit ciut melihat ekspresi javier, mungkin selama ini dia telah biasa dengan sikap datarnya tapi kemarahan ini, alfaro baru saja melihatnya
" Bukankan sudah ku'katakan, jangan dekat dengan dosen baru itu "
ucap javier dengan sedikit berat, membuat faro menelan ludahnya sendiri
" itu bukan seperti yang kakak pikirkan, kami tidak ada apa2 kak, dia sudah kuanggap seperti kakakku sendiri "
" Tapi dia bukan kakakmu kan.? dia hanya orang lain yang kau anggap kakak "
" kak Daniel itu sahabat kakakku dari kecil, dia hanya menganggapku adik seperti kakakku "
" tapi dia bukan kakakmu kan.? "
faro mengangguk, dia bingung bagaimana mungkin javier sangat marah melihat semua ini
" katakan padaku siapa pengagum rahasia yang selalu mengirim bunga2 lavender untukmu, anak2 mengatakan kalau kau sudah tahu siapa dia "
kini faro mendongak menatap javier dalam2, dia bingung harus mengatakan apa
__ADS_1
" emhh.. itu.. itu bukan apa2 "
" katakan siapa dia, "
javier sedikit memelototkan matanya pada faro
" Dia kak daniel "
" Pranngkkk"
Javier meninju lemari besi disamping faro, membuat faro sangat terkejut mendapat respon dari javier, dia melihat ujung buku2 jemari javier membiru dan javier menekan dagu faro
" kau bilang dia seperti kakakmu, dan menganggapmu adiknya, bagaimana bisa dia adalah pengagum rahasiamu itu, bagaimana bisa seorang pria yang menganggap seorang wanita adiknya malah mengirimi bunga kesukaan sang gadis dengan kata cinta yang ber'tubi2seperti itu, faro.. kau mencoba membodohiku "
" kak, dia memang mengatakan perasaannya padaku, tapi aku menolaknya "
Javier langsung melunak, dia melepaskan dagu faro dan mundur kebelakang, dia terlihat salah tingkah lalu kembali menatap faro
" kau tidak bohong kan "
faro mengangguk,
" kenapa "
tanya javier lagi
" karena aku menyukai orang lain "
faro tersenyum simpul
" siapa"
ucap javier dengan senyum tertahan
" Rahasia "
__ADS_1
Javier menatap faro dengan gemas, lalu menarik faro kepelukannya, dia memeluk faro dan membenamkan kepalanya keleher jenjang faro
" Maafkan aku, aku bersikap tidak sopan padamu "
ucap javier lirih yang menerima anggukan dari faro
" Mulai hari ini, jangan biarkan orang lain menyentuhmu, seujung rambutpun aku tidak akan membiarkan milikku disentuh orang lain "
faro ingin bergerak melihat javier karena tak percaya mendengar javier mengatakan kalau dia miliknya namun tak dibiarkan oleh javier, dia semakin memeluk erat faro
" Alfaro, Aku tidak tahu sejak kapan aku juga menjadi gila sepertimu, aku adalah orang yang sangat tenang dan acuh namun aku sangat marah saat melihatmu bersama orang lain, aku benar2 menjadi gila karena marah melihatmu dipeluk oleh dosen baru itu dan jika kau tak ingin melihat kegilaanku lagi tolong jangan lakukan hal itu lagi "
" Tapi kenapa.? "
Faro akhirnya menjawab ditengah keterkejutannya mendengarkan kata2 javier
" karna aku mencintaimu "
faro langsung melepaskan pelukan javier dan menatap javier dalam2, dia tak percaya dan menganggap ini semua adalah mimpi
" kakak serius "
" aku tak bisa lebih serius, dari ini "
" sejak kapan "
" sejak kau sering menggangguku, tadinya aku ingin menunggu hari kita pergi bersama, tapi aku sangat marah melihatmu bersama dosen itu diperpustakaan "
alfaro memeluk javier dan menangis
" kak, aku juga mencintaimu "
faro sangat bahagia karena akhirnya cintanya terbalas oleh javier..
Kini mereka resmi menjadi sepasang kekasih dan mereka kembali keasrama masing2 dengan sangat riang, terutama faro, dia tak sabar ingin bercerita pada anita sahabatnya..
__ADS_1