TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Malam pertama 2


__ADS_3

Jam 11 malam Wienda terbangun karena panggilan alam. Wienda menggeliat tangan kokoh mendekap erat perut rampingnya. Wienda menyingkirkan tangan suaminya dan segera turun dari ranjang karena sudah tidak tahan. Tapi baru selangkah Wienda merasakan perih dibawah.


"Aauuu. ..." lirih Wienda


Wienda berjalan tertatih berpegangan dinding untuk sampai dikamar mandi. Sesampainya dikamar mandi Wienda segera menuntaskan hajadnya.


"Aauuu.... perih banget kena air" rintih Wienda


"Kriuk.....lapar lagi" guman Wienda


Wienda kembali tertatih keluar dari kamar mandi. Baru sampai pintu dikagetkan dengan Tyo berdiri didepannya yang tanpa penutup apapun sama dengan dirinya.


"Mas kenapa gak pakai baju" tanya Wienda


"Kenapa? Kamu sendiri" Tyo menunjuk dada Wienda.


Wienda segera menutupi bagian tubuhnya dengan tangan tapi apa daya tidak mampu menutup apapun.


"Kenapa ditutup aku dah liat semuanya" Tyo justru menarik tangan Wienda dan memeluk tubuh yang masih sama-sama polos.


"Malu mas" Wienda menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya


Kenapa meski malu aku dah liat dan dah menikmatinya" kata Tyo


"Mas...." manja Wienda


"Lagi" goda Tyo


"Lapar, kita melewatkan makan malam" kata Wienda


"Mau makan apa" tanya Tyo

__ADS_1


"Emang mas Tyo mau masak" tanya balik Wienda


"Enggak"


"Terus"


"Maunya aku makan istriku ini" Tyo sudah melahab bibir mungil Wienda


"Ihh serius aku lapar" Wienda mendorong dada suaminya


"Pakai baju kita keluar cari makan" kata Tyo


"Cari dimana ini kampung" kata Wienda


"Dapur" balas Tyo


"Hehehe kirain cari diluar rumah" kekeh Wienda


"Ini masih ada makanan mas, mau ini aja apa yang lain" tanya Wienda


"Ini aja dipanaskan daripada mubazir" kata Tyo


"Bener juga sih" jawab Wienda


"Nanti kita pulang, aku gak enak disini lama-lama sama ayah dan Bunda" kata Tyo


"Kenapa" Wienda mengernyitkan dahi


"Tiap saat kita gak pernah bantuin mereka yang ada malah merepotkan" jawab Tyo


"Nggak mungkin, mereka maklum ma kita, kita kan baru jadi apapun dibenarkan. Tapi kalo lama-lama gak tau juga pasti Bunda banting tu piring bekas makan kita, karena kerjaan kita cuma makan dan tidur" kata Wienda

__ADS_1


"Makanya kita besuk langsung pulang" kata Tyo


"Tapi ya sama aja mas, nanti kita pulang kerumah mama aku nanti yang gak enak sama mama dibilang menantu gak tau diri lagi" kata Wienda


"Kalo itu tenang aja, kalo kamu ngrasa gak nyaman sama mama kita bisa tinggal diapartemen" kata Tyo


"Emang mas Tyo punya apartemen" tanya Wienda


"Punyalah, dulu sebelum mas Vio meninggal aku tinggal disana, tapi setelah mas Vio meninggal aku jadi jarang karena kasihan mama sendiri" jawab Tyo


"Kamu anaknya aja kasihan melihat Mama sendiri apalagi aku ya gak mungkinlah ninggalin Mama sendiri apalagi anak satu-satunya dibawa lagi, serasa aku wanita gak punya hati" kata Wienda


"Dah kenyang dan sekarang kita tidur lagi biar besuk bisa bangun pagi" ajak Tyo


"Ayo" Wienda mengangguk


Ditempat lain dua insan manusia juga belum memejamkan matanya dan masih sibuk chattingan.


Rega; Cikha besuk kita jalan-jalan, temani aku keliling kota sebelum kembali ke Jerman.


Cikha; Siang bisanya, pagi aku ada kelas.


Rega: Gak papa siang jam berapa nanti aku jemput dikampusmu, tapi maaf pagi gak bisa ngantar kekampus.


Cikha: Iya gak papa besuk aku hubungi jika sudah kelar.


Rega: Ok👍👍


Selamat malam Cikha


Cikha: Malam juga Rega

__ADS_1


Mereka mengakhiri chat mereka dan tertidur dengan senyuman


__ADS_2