TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
65


__ADS_3

Hari ini seperti yang telah disepakati bersama tiap akhir bulan seluruh keluarganya berkumpul dirumah salah satunya.


Sekarang semua sudah berkumpul dirumah Sakti. Keluarga Tyo keluarga Papa Andrew semua berkumpul makan malam. Semua terhibur dengan celoteh sikembar.


Sesha menyambut antusias semua keluarganya. Para asisten rumah tangga menyiapkan berbagai macam hidangan. Mulai dari ayam kecap nila asam manis plecing kangkung sup ayam rendang sambal goreng kentang hati ampela dan masih banyak lagi.


Semua anggota keluarga makan dengan lahap. Bahkan Tyo sekali kali menyuapi istrinya meski Wienda menolak tapi Tyo tetap melakukan.


"Ya elah mas dokter jangan pamer kemesraan didepan jomblo" kata Steven


"Derita lo" jawab Tyo


"Mas"tegur Wienda


"Kak laki lo songong habis, sadar dari koma malam tambah songong" kata Steven


"Gak juga songong cuma berlaku pada lo" bela Wienda


"Hahaha " tawa Tyo


"Dasar suami istri songong " ketus Steven


"Yang yuk balik" ajak Tyo pada istrinya


"Baru juga jam 9 dah mau balik aja" ucap Sesha


"Kenapa " tanya Wienda


"Capek pengen cepet-cepet tidur" jawab Tyo


"Mau tidur pa tidur " goda Steven


"Jomblo gak usah ngomong" jawab Tyo


"Ngadon" jawab Sesha


"Cocok" kata Tyo


"Punya dua saudara gak ada yang belain aku" rajuk Steven


"Papa anakmu nangis tu tolang ditenangin atau panggil baby sitternya " kata Tyo meledek


"Ayo" Wienda menarik tangan suaminya


"Gak sabar ya kak" goda Steven


"Diam " kata Wienda ketus


"Nasib nasib" ucap Steven yang berdiri juga dari duduknya


"Mau kemana " tanya Sesha


"Toilet mau ikut" jawab Steven


Bukan menjawab Sesha meninju lengan kakak kandungnya.


Setelah kepulangan Tyo famili yang lain juga ikut bubar. Steven pulang ke apartemennya Papa Andrew dan Mama Dewi pulang kerumahnya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sikembar sudah tertidur pulas. Para pengasuhnya menggendong membawa kekamarnya.


Padangan suami istri itu mengikuti dan mencium satu persatu putranya setelah ditidurkan diranjang. Selesai dengan rutinitasnya keduanya masuk kamar yang bersebelahan dengan kamar putra kembarnya.


Tyo dan Wienda mengganti baju mereka terlebih dahulu. Malam ini Wienda mengenakan baju tidur yang minim karena permintaan sang suami. Seluruh baju tidurnya yang membelikan sang suami dan semuanya sama kekurangan bahan. Wienda sendiri sebenarnya risih menggunakan baju yang seperti itu, Sama aja dengan tidak pakai baju.


Wienda masuk kekamarnya dan langsung naik keranjang menarik selimut hingga lehernya untuk menutupi tubuhnya yang hampir polos. Wienda menunggu suaminya dulu dengan memainkan henponnya.


Tyo yang dari kamar mandi juga langsung naik keranjangnya dan masuk kedalam selimut yang sama dengan istrinya.


"Sini" Tyo menepuk lengan atasnya untuk dijadikan bantal istrinya. Tyo sangat paham kalo istrinya itu dari dulu sejak hamil sikembar tidak bisa tidur kalo tidak seperti itu


"Yang selama aku sakit dirumah sakit gimana kamu tidurnya" tanya Tyo yang penasaran


"Wienda tidurnya duduk dengan punggung tangan mas Tyo yang gak diinfus kujadikan bantal seperti ini baru aku bisa tidur" jawab Wienda


"Jadi selama hampir satu setengah bulan kamu tidurnya duduk" kata Tyo kaget juga mendengar ucapan istrinya


"Iya, habisnya kalo gak gitu Wienda gak bisa tidur" jawab Wienda


"Ya ampun sayang maafin mas ya udah menyusahkan sayangku" kata Tyo yang mulai menciumi area wajah istrinya.


"Sama-sama mas, geli mas"kata Wienda


"Mas boleh ya minta hak mas malam ini" tanya Tyo penuh harap


"Yakin" jawab Wienda jujur


"Yakin dong, mas dah kuat seperti dulu" jawab Tyo meyakinkan


"Heeh" Wienda mengangguk.


Penyatuan mereka ini yang pertama setelah sakitnya Tyo. Paginya Wienda terbangun dengan tubuh yang remuk. Setelah lama tidak melakukan penyatuan ternyata cukup membuatnya kelelahan.


"Morning cintaku" ucap Tyo dan seperti biasa ciuman hangat mendarat dikening serta bibir istrinya


"Pagi juga masku sayang" jawab Wienda


"Wienda mau mandi dulu mas" kata Wienda dan menggeser tubuhnya ketepi ranjang. Tyo memperhatikan gerak-gerik istrinya yang menurutnya tidak biasa.


"Kenapa yang kok sakit ya" tanta Tyo cemas


"Badan aku rasanya mau rontok mas sakit semua" kata Wienda jujur


"Hahaha kayak baru pertama kali aja" tawa Tyo tapi langsung mengangkat istrinya kekamar mandi dan dengan telaten memandikan istrinya seperti yang dilakukan istrinya saat dirinya sakit.


Selesai mandi Tyo mengeringkan tubuh istrinya dan membawanya keranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya yang hanya dibaluk handuk. Tyo masuk kamar mandi membersihkan dirinya sendiri.


Wienda turun dari ranjang mencari baju ganti. Kalo menunggu suaminya keluar dari kamar mandi sudah bisa dipastikan dirinya tidak diijinkan berpakaian lagi. Hal seperti itu sering mereka lakukan jika weekend.


Setelah dirinya rapi Wienda segera menyiapkan baju ganti suaminya. Keduanya pasangan ini memang saling menyayangi dan memberikan pelayanan terbaik untuk pasangannya.


"Hais kok sudah rapi" kata Tyo yang keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang


"Ini baju mas Tyo, mau pakai sendiri apa dibantu Wienda" tanya Wienda


"Bantuin" jawab Tyo

__ADS_1


Tok tok tok tok


"Ini pakai sendiri ya Wienda mau buka pintu" kata Wienda menyerahkan baju suaminya


"Ada apa bik" tanta Wienda


"Tuan ditunggu tuan Sakti dibawah Nya" kata bibik


"Suruh nunggu dulu, bentar lagi mas Tyo turun" kata Wienda


"Baik Nya, permisi" pamit bibik


"Mas ditunggu Sakti dibawah. Memangnya mas mau kemana. Mas mau kekantor?" tanya Wienda


"Iya mas mau pergi sebentar sama Sakti " jawab Tyo


"Tapi kok bajunya gini" tanya Wienda


"Gak papa mas gak kekantor mas ketempat lain jadi gak usah yang formal. Santai aja" jawab Tyo


"Emangnya mas mau kemana kok gak kekantor " kepo Wienda


"Ketemu teman lama mas dikafe. Sama Sakti karena dia teman Sakti juga" jelas Tyo


"Cewek po cowok temannya" tanya Wienda


"Cowok sayang" jawab Tyo


"Boleh ikut" tanya Wienda lirih


"Tumben istri cantikku mau ikut mas nemuin teman mas, biasanya diajak pun nolak" Tyo mengernyitkan dahi


"Ya gak papa, tapi kalo udah selesai langsung pulang ya" kata Wienda


"Iya cinta" jawab Tyo lembut


"Ayo sarapan dulu"ajak Wienda


"Aku sarapan dikafe aja" tolak Tyo


"Kalo gitu gak usah pergi" tegas Wienda


Terpaksa Tyo sarapan dulu dengan istrinya. Sikembar datang dengan pengasuhnya masing-masing.


"Papa"panggil sikembar bersamaan


"Pagi boys" jawab Tyo


"Papa mau pergi sama uncle Sakti. Jadi kalian makan dengan Mama ya" kata Tyo


Sikembar mengangguk. Tyo menyodorkan tangannya tuk disalim dan dicium putranya.


"Sayang mas berangkat dulu ya" kata Tyo yang mendarat bibirnya dikening istrinya


"Hati-hati" pesan Wienda


"Assalamualaikum all" pamit Tyo

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Papa" jawab Wienda


__ADS_2