TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Penyelidikan


__ADS_3

Hari ini Panji menangkap orang yang selama ini mengintai rumah tuannya. Panji membawa orang tersebut kemarkas yang biasa mereka gunakan jika ada pengganggu.


"Siapa lo sebenarnya, apa maksudnya mengintimidasi Nyonya kami" tanya Panji dan tentunya sisandera sudah babak belur aleh anak buahnya.


"Tidak ada maksud apa-apa" jawab sisandera


"Jangan bohong atau keluargamu tidak akan selamat" ancam Panji


"Jangan sentuh keluargaku" teriak sisandera


"Itu tergantung dengan lo mau jujur apa tidak" kata Panji


"Aku tidak akan buka mulut" kata sisandra


"Baiklah" kata Panji kemudian meraih hpnya dan menghubungi seseorang


"Lakukan sekarang" titahnya


"Apa yang kalian lakukan pada keluargaku" teriaknya


"Cuma main-main" jawab Panji santai


Sesaat setelahnya Panji mendapat notifikasi dari hpnya. Panji membuka pesan wa dan tersenyum menang menunjukkan foto serta vidio kepada tawanannya.


"Tolong lepaskan mereka, mereka tidak ada sangkut pautnya dengan ini semua" katanya


"Terlambat, tapi apa jaminannya jika mereka gue lepaskan" tanya Panji


Orang tersebut tidak menjawab hanya menunduk saja.


"Ini baru permulaan, jika lo tidak mau buka mulut siap-siap terima jasad mereka" kata Panji dengan senyum mengejeknya.


"Tolong bang lepaskan mereka. Aku cuma dibayar" kata sisandera


"Siapa yang bayar" tanya Panji


"Sebenarnya aku sendiri tidak tau siapa yang udah membayar aku karena kami berhubungan hanya lewat telpon. Dari suara yang aku dengar sepertinya seorang perempuan tapi aku juga tidak mengenalnya karena kalo aku mengajak ketemuan dia tidak mau dan hanya mau berhubungan lewat hp saja. Sementara bayaranku ditransfer. Mungkin abang bisa melacak nomor ini karena nomor ini yang selalu digunakan untuk menghubungiku" kata sisandera yang menyerahkan hpnya.


Sesaat setelahnya hp tersebut berbunyi.


"Angkat " perintah Panji


"Hallo bos" tanya sisandera yang sudah terlebih dulu mengaktifkan speakernya


"Apa perempuan itu sudah pergi" tanya sipenelpon


"Belum bos, aku kesulitan menemuinya karena pengamannya cukup ketat" kata sisandera


"Aku gak mau tau lo harus cepat singkirkan perempuan sialan itu" katanya


"Tapi bos kalo gue tertangkap gimana dengan keluargaku, pasti mereka tidak akan memberi ampun padaku" tanya sisandera

__ADS_1


"Palingan lo dilaporkan kepolisian. Tenang aja tar gue yang keluarin lo" katanya


"Baik bos kalo begitu" jawab sisandera


Sementara sisandera sedang menerima telponnya Panji sudah berhasil melacak nomor tersebut dan sekarang sedang penggunaannya berada disebuah club ternama.


"Kita dapat cepat bergegas" kata Panji


Sebagian anak buahnya ikut Panji ketujuannya sedang sebagai lagi menjaga sanderanya.


Tanpa memberitahu dulu tuannya Panji bergerak cepat. Dia akan memberi tahu setelah dapat tersangkanya. Panji dengan santai masuk keclub yang masih terlihat sepi karena hari masing siang.


Panji mengedarkan pandangannya dan menangkap seorang wanita dengan penampilan seksi sedang meneguk minumannya sendiri duduk dipojokan.


Panji melihat arah GPS nya dan ternyata benar cewek tersebut yang dimaksud. Panji menghampirinya dan pura-pura berkenalan.


Panji berusaha mengorek informasi dari wanita tersebut. Dan ternyata sangat sulit Panji harus rela tubuhnya digrepein wanita gila itu.


Sebenarnya Panji jijik tapi demi keselamatan tuan dan Nyonyanya Panji rela melakukannya.


Setelah satu jam berlangsung akhirnya Panji berhasil mengorek informasi darinya dan ternyata wanita tersebut juga cuma seorang bayaran yang big bosnya masih belum muncul.


Tapi bisa dipastikan kalo yang bigbosnya itu seorang laki-laki. Sepertinya ini cinta segitiga antara Wienda Tyo dan pengagum rahasia. Dari cerita sicewek kalo bigbosnya itu cinta mati pada Nyonyanya.


Panji masih harus berjuang lebih keras lagi untuk mengungkapkan siapa dalang dibalik semua ini.


Sebenarnya sipengganggu tidak menyakiti mereka hanya menggertak saja tapi tetap aja mengganggu ketenangan tuan dan Nyonyanya.


Panji pergi begitu saja tanpa peduli rengekan sicewek gila. Sesampainya diluar Panji segera memasuki mobilnya dan pergi.


Panji langsung menuju kediaman tuannya dan menemui tuannya terlihat dahulu.


"Ada apa Panji" tanya Tyo


"Maaf tuan mengganggu waktunya" kata Panji menunduk


"Lanjutkan" perintah Tyo


"Saya mendapat informasi kalo yang menggangu Nyonya itu seorang laki-laki yang cinta mati dengan Nyonya. Mungkin mantan pacarnya" kata Panji yang masih menunduk


"Cari tau semuanya siapa pun yang sudah mengganggu milikku harus mendapatkan balasannya" kata Tyo


"Baik tuan, tapi kalo boleh tolong tanyakan sama Nyonya siapa aja mantan Nyonya biar mudah melacaknya" kata Panji


"Oke tenang aja" kata Tyo


"Terimakasih tuan saya permisi" kata Panji sopan


Tyo segera masuk kamarnya kembali dan duduk disofa dengan gelisah. Tyo bingung harus mulai dari mana menanyakan siapa saja mantan pacarnya. Wienda yang menangkap kegelisahan suaminya dengan lembut mengusap punggung suaminya.


"Ada apa mas" tanya Wienda

__ADS_1


"Mas lagi bingung ini" kata Tyo


"Bingung kenapa"


"Mas mau tanya tapi jangan marah dan jangan salah paham dulu ya"


"Mau nanya apa"


"Apa kamu punya mantan pacar yang terobsesi denganmu" tanya Tyo pelan takut menyinggung istrinya


"Hahaha cuma mau nanya itu aja to" jawab Wienda dengan terkekeh


"Kok ketawa sih yang serius ni" kata Tyo


"Aku kan udah pernah bilang kalo aku belum pernah pacaran sebelumnya. Mas Tyo orang pertama dalam hidupku. Mas Tyo dapat semua yang pertama dariku. Kenapa nanya gitu " tanta Wienda


"Dari hasil investigasi yang Panji lakukan orang yang selama ini mengancam kamu seorang laki-laki, kenapa mas nanya gitu siapa tau kamu tau" kata Tyo menjelaskan


"Aku gak tau mas. Bukannya sombong tapi kalo yang cuma naksir dari jaman aku smp banyak banget. Aku udah lupa siapa saja" kata Wienda


"Tapi ada satu yang tidak pernah menyerah sampai aku lulus sma dan kuliah disini aku udah gak pernah lihat lagi" kata Wienda


"Siapa namanya terus orangnya seperti apa" tanya Tyo


"Namanya Zaki orangnya tinggi kulitnya gelap dulu rambutnya gondrong gak tau kalo sekarang" kata Wienda


"Mungkin orang itu yang menggangu kamu, soalnya dari orang bayarannya menyebut cirinya sama persis dengan yang kamu sebutin tadi" kata Tyo


"Terus gimana dong mas" tanya Wienda panik


"Kamu tenang aja ya. Yang penting jangan keluar tanpa mas atau Panji. Kalo butuh apa-apa ngomong aja nanti mas yang cariin" kata Tyo


"Siap masku sayang. Tenang deh punya suami yang begini" kata Wienda


"Begini maksudnya" Tyo pura-pura gak ngerti.


"Ya begini baik perhatian ganteng dan yang terpenting sayang dan cinta ma Wienda" kata Wienda


"Cuma itu doang" tanya Tyo


"Maunya apa lagi" tanya Wienda balik


"Yang bikin kamu enak gak kamu sebutin dan itu yang paling penting" kata Tyo


"Udah mulai omesnya" kata Wienda


"Siapa yang omes sih yang. Tapi kalo sayang mau mas gak kan menolak" kata Tyo menjawil dagu istrinya.


"Uh udah ku duga" kata Wienda menghembuskan nafas berat.


Maaf baru up soalnya buntu gak ada ide.

__ADS_1


__ADS_2