
Tengah malam Wienda terbangun merasakan perutnya yang keroncongan minta jatah. Wienda melewatkan makan malamnya karena sibuk memberi makan juniornya Tyo sang suami.
"Mas.....mas bangun" Wienda menggoyang-goyangkan tangan Tyo
"Hem.... ada apa" Tyo melihat masih tengah malam
"Masih malam yang" imbuhnya
"Aku lapar mas temani aku makan" rengek Wienda
Meskipun berat Tyo tetap menemani istrinya makan dibawah.
"Hey ini malam kenapa malah makan ini" Tyo kaget melihat Wienda makan buah mangga yang belum matang sempurna.
"Ini seger banget mas coba ini" Wienda menyodorkan irisan mangga.
"Nanti perutmu sakit lo" Tyo kawatir
"Kok makin kesini tingkah Wienda makin aneh aja, ada yang tidak beres ini" batin Tyo
"Mas kok malah bengong" kesel Wienda
"Maaf" terpaksa Tyo membuka mulutnya
"Katanya lapar" tanya Tyo hati-hati
"Mas"
"Hem"
"Kalo kita bercinta disini kayaknya seru ni mas" tiba-tiba muncul ide gila
"Uhuk....uhuk....." Tyo tersedak minumanya
"Pelan-pelan mas" kata Wienda
"Kamu mau kita bercinta disini" ucap Tyo
"Heeh, besuk suruh seluruh ART libur sehari biar kita bisa puas bercinta ditempat manapun tanpa ada gangguan" ucap Wienda vulgar.
__ADS_1
Tyo semakin aneh melihat kelakuan wanitanya.
"Aku semakin yakin kalo ada sesuatu dengan istriku" batin Tyo
"Mas" panggil Wienda
"Ya" jawab Tyo
"Kamu kenapa sih aneh banget deh" ketus Wienda
"Aku. Aneh gak salah" tanya Tyo
"Hih...... nyebelin banget sih punya suami gitu amat" kata Wienda sambil berlalu dari duduknya.
"Salah lagi" guman Tyo.
Hoek......hoek.....hoek.....
Wienda memuntahkan isi perutnya. wajahnya pucat.
"Yank kamu sakit" tanya Tyo
Hoek.....hoek......hoek..... lagi-lagi Wienda memuntahkan cairan bening. Badannya sudah lemes mukanya pucat pasi.
"Sayang kamu ini kenapa jangan bikin takut mas" Tyo udah membopong tubuh Wienda dan membaringkan ditempat tidur. Tyo segera memanggil bibik.
"Bik bibik" panggil Tyo
"Iya tuan ada yang bisa saya bantu" kata bibik sopan
"Tolong buatin teh manis bawa kesini" titah Tyo
"Baik tuan" jawab bibik
Tyo melakukan pemeriksaan denyut nadi tekanan darah semua terlihat normal. Setelah mengecek semuanya Tyo tersenyum tipis.
"Aku kenapa mas" tanya Wienda lirih
"Gak papa, Disini ada kehidupan baru" kata Tyo yang mengelus perut rata Wienda
__ADS_1
"Maksudnya mas aku hamil" tanya Wienda
"Iya kamu hamil sayang buah cinta kita" Tyo menciumi seluruh wajah istrinya.
"Terimakasih ya Allah terimalah sayang" tak hentinya Tyo menciumi istrinya.
"Serius mas aku hamil" Wienda belum percaya.
"Kita cek ke dokter obigyn, biar jelas semuanya" kata Tyo
Wienda memeluk erat tubuh suaminya. Air matanya luruh begitu aja tidak tau mau ngomong apa saking senengnya.
Tok....tok ...tok.....
"Masuk" jawab Tyo
Ceklek
"Tuan ini tehnya" kata bibik
"Ya makasih bik" ucap Tyo
"Non Wienda kok pucat gini, non Wienda sakit ya non" tanya bibik yang memperhatikan Wienda
"Wienda hamil bik" jawab Tyo
"Alhamdulillah syukurlah semoga sehat selalu ya tuan. Selamat non Wienda sebentar lagi bakal jadi mamud" ucap bibik
"Mamud apaan bik" tanya Tyo
"Mama muda" jawab bibik
"Bibik ada-ada aja" kata Tyo
"Bibik permisi dulu ya tuan, eh non Wienda mau makan sesuatu gitu biar bibik buatkan" tanya bibik
"Engga bik makasih" jawab Wienda lemah
"Ni minum dulu biar enakan" Tyo menyodorkan teh hangat
__ADS_1