
"Libur kamu kapan yang" tanya Tyo
"Bulan depan ada libur seminggu sebelum semester. Kenapa mas"tanya balik Wienda
"Kok cuma seminggu, libur panjangnya kapan" tanya lagi Tyo
"Setelah semesteran selesai" jawab Wienda
"Mau honeymoon kira-kira kamu mau pergi kemana yang" tanya Tyo
"Aku mah ngikut kemana mas bawa aku" jawab Wienda
"Apa aja yang mas mau kamu mau ngelakuin" tanya Tyo dengan senyum liciknya
"Iya kenapa gak percaya" jawab Wienda serius
"Kalo mas nyuruh kamu sekarang buka baju mau gak" canda Tyo
"Mau aja kenapa enggak, tapi ada syaratnya" jawab Wienda
"Syaratnya apa" tanya Tyo
"Mas juga harus buka baju"Jawab Wienda asal
"Kalo mas mau-mau aja apalagi kamu goyang seperti tadi pagi, bikin mas keenakan" Tyo menjawil dagu Wienda
"Ternyata suamiku mesum parah. Tadi pagi udah, malam gak pernah absen sekarang mau lagi.... aku ini lemes banget lo mas sekarang ini" terang Wienda
"Liat kamu aja mas dah gak tahan liat ni dah on kan" Tyo mengarahkan tangan istrinya kejuniornya
"Mas... kalo gitu aku mau pulang aja" cemberut Wienda
__ADS_1
"Gak duduk sini temani mas selesaikan kerjaan mas" Tyo menarik tangan Wienda dan mendudukkan dipangkuannya
"Kalo begini mana Wienda tahan" kata Wienda
"Hahaha siapa yang mesum sekarang" goda Tyo
Wienda menelungkupkan kepalanya diceruk leher Tyo. Tyo mengelus punggungnya dengan lembut. Wienda merasa nyaman dengan posisinya, saking nyamannya sampai terlelap. Tyo yang merasakan hembusan nafas teratur istrinya tersenyum senang. Tyo menyelesaikan pekerjaannya dengan memangku istrinya yang tertidur pulas.
"Dari pertemuan kita yang gak sengaja sekarang malah jadi suami istri" guman Tyo mengingat awal pertemuan keduanya dengan senyum mengembang.
Tok....tok....tok....
"Masuk" jawab Tyo
"Permisi dokter" sapa suster
"Ya ada apa" tanya Tyo yang masih setia memangku istrinya
"Suruh tunggu sebentar, istriku masih tidur" titah Tyo
"Baik dok kalo gitu saya permisi" pamit suster
"Yang bangun yang kita ditunggu dokter Farida" Tyo mengusap lembut pipi istrinya
"Hmm aku ketiduran yang mas" Wienda segera beranjak dari pangkuan suaminya
"Cuci muka dulu kita temui dokter Farida" kata Tyo
"Ya tunggu dulu ya" Wienda beranjak pergi kekamar mandi
Beberapa saat kemudian mereka berdua telah duduk diruangan dokter Farida dokter spesialis obigyn. Sebelumnya mereka berdua telah melakukan pemeriksaan menyeluruh
__ADS_1
"Bagaimana dok hasilnya, kamu berdua baik-baik aja kan" tanya Tyo cemas
"Tenang dokter Tyo tidak ada yang perlu dikawatirkan semua bagus. Dokter Tyo maupun nona Wienda semua subur, sabar mungkin belum dikasih kepercayaan sama yang diatas" jelas dokter Farida
"Apa ada resep atau apa gitu" tanya Tyo sebelum meninggalkan ruangan dokter Farida
"Mungkin nona Wienda bisa mengkonsumsi vitamin ini dan susu untuk menyiapkan diri jika sewaktu-waktu diberikan kepercayaan" tambah dokter Farida
"Baik dok terimakasih atas sarannya" pamit Tyo dan menjabat tangan dokter Farida
"Sama-sama dokter Tyo" jawab dokter Farida
Tyo dan Wienda pergi meninggalkan ruangan dokter Farida dak kembali keruangannya.
"Kamu mau makan siang pake apa yang" tanya Tyo
"Apa aja yang ada aku makan" jawab Wienda
"Ok aku pesenin" kata Tyo
"Masih banyak to mas kerjaanmu" tanya Wienda
"Engga bentar lagi selasai, kalo kamu capek nungguin kamu bisa istirahat dikamar sebelah" kata Tyo memberi tau
"Gak aku nungguin mas disini aja bolehkan" tanya Wienda
"Bolehlah masa enggak" jawab Tyo
"Terimakasih my hubby i love yuo" kata Wienda
"Love yuo too my wife" jawab Tyo
__ADS_1