TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Pertama


__ADS_3

"Akhirnya pulang juga" kata Wienda yang merebahkan dirinya di kasur empuknya


"Seneng banget" kata Tyo


"Iya dong mas cintaku, rumahku surgaku salah rumah suamiku surgaku" kata Wienda


"Ini rumahmu juga apapun yang kupunya secara otomatis jadi milikmu juga" kata Tyo


Sementara semua anggota keluarga sibuk dengan sikembar. Sekarang bintangnya sikembar Marvel dan Marvin. Dia pangeran dikeluarga Pratama maupun dikeluarga Radika begitu juga dikeluarga ayah Budi.


Marvel Marvin generasi penerus yang lahir pertama. Semua bahagia menyambut kepulangannya dari rumah sakit. Wienda sudah dibawa Tyo menuju kamarnya. Sang suami dengan sikap overprotektifnya tidak ingin istrinya kecapekaan. Kepulangan membawa serta dua baby sitter yang akan membantu mengurus semua kebutuhan sikembar.


Sebenarnya Wienda ingin mengurus putranya seorang diri mungkin dibantu bik Ulfa udah cukup, tapi Tyo dengan tegasnya menolak Wienda melakukan semua itu sendiri. Memang seharusnya seperti itu jangan membebankan urusan anak pada ibunya saja. Kalo seorang Ayah tidak bisa membantu dengan tenaganya bisa dengan uangnya. Setuju gak reader.


"Yo pastikan semua cucu-cucuku aman" pesen Mama sebelum pulang kekediamannya dengan sang suami


"Siap Mama" Tyo mengangkat tangannya memberi hormat


"Jangan sampai lengah" tambah Mama


"Kalo ada apa-apa segera hubungi Mama" imbuhnya


Semua kebutuhan bayinya semua Mama yang beli. Wienda hanya membeli beberapa saja. Keberadaan Marvel dan Marvin benar menjadi putra mahkota.


Hari berganti hari. Kini usia sikembar sudah tiga bulan. Udah mulai tengkurap. Wienda maupun Tyo tak mau melewatkan momen momen keemasan mereka. Meski menyewa dua baby sitter tapi tetap semua kebutuhan sikembar ditangani Wienda sendiri. Tak jarang Tyo ikut berpartisipasi mengawal perkembangan putranya.


Ditempat lain Sesha sedang mengalami yang namanya morning sicnes. Dua minggu lalu dokter menyatakan kalo Sesha sedang hamil empat minggu. Dokter menyarankan Sesha harus istirahat total tidak boleh melakukan aktifitas apapun karena kehamilannya sangat rentan. Mendengar penuturan dokter Sakti langsung mencari ART dua sekaligus. Bahkan bik Ulfa diminta Sakti ikut menjaga calon buah hatinya. Sakti sekarang sudah tidak tinggal di apartemen lagi.


Sebenarnya Tyo enggan melepas bik Ulfa tapi demi Sakti anak kandung bik Ulfa jadi Tyo harus merelakan kepergiannya.


"Bik jangan lupakan Tyo ya bik"kata Tyo sendu

__ADS_1


"Ya ampun den bibik kan hanya ketempat Sakti. Aden kan bisa datang kerumah Sakti. Bibik janji deh akan sering datang kemari" kata bibik


"Sakti aja yang pindah sini kenapa" kata Tyo


"Ya ampun mas gak malu tu diliatin anakmu" kata Wienda geli


"Ya ampun sayang kamu gak tau sih bibik ini ibu kedua aku, pas Mama tinggal sama Papa aja aku gak gini-gini amat. Apa semua orang akan ninggalin aku ya yang" kata Tyo sendu


"Siapa bilang. Ni aku orang pertama yang akan selalu ada disampingmu apapun yang terjadi" kata Wienda


"Janji ya" Tyo


"Iya kita kan dah janji dihadapan Allah ketika ijab qobul dulu. Jadi kita akan selalu bersama membesarkan anak-anak kita melihat cucu-cucu kita menua bersama keriput bersama semuanya kita lakukan bersama" kata Wienda


Tyo langsung menghambur memeluk istri yang tidak sengaja ditemui ditaman setahun yang lalu.


"Dah gak usah melo ayo ikut" Wienda menarik tangan Tyo


"Keranjang"


"Itu ku suka, membuat adik buat sikembar"


"Enggak. gak ingat kata dokter, aku baru boleh hamil lagi 2-3 tahun kedepan"


"Iya tau ini gak sampai hamil"


Sesampainya dikamar Wienda menunjukkan desain desain barunya.


"Haish kirain, ini desain bagus bagus kenapa gak dimanfaatkan" kata Tyo


"Maksudnya"

__ADS_1


"Kamu buka toko baju hasil dari coretan tangan kamu sendiri, pasti menyenangkan. Aku akan bikinkan toko baju buat istriku ini" kata Tyo yang tangan sibuk menjelajahi lekuk tubuh istrinya


"Mas kondisikan tangannya"


"Tangan ini mencari tempat paforitnya sendiri"


"Mas.... " suara Wienda yang sudah menahan hasrat


"Apa yang, kalo ngomong yang jelas"


"Emmmmm"


Mendengar lenguhan Wienda membuat Tyo semangat 45 mengobrak abrik tubuh istrinya.


"Mas.......ahhhh" Wienda gak tahan gak teriak


"Terus sayang teriak namaku" kata Tyo


"Mas Tyo tang,,,,,emmmmm" bibir Tyo sudah membungkam bibir istrinya


"Eemmmm....... aaahhhh.…...mas........cepet masukin gak tahan"


"ehmmmm...... balik badan" perintah Tyo dan Wienda segera melakukan. Bless.


"Aaahhhhh nikmatnya mas Tyo"


"Aaahhhh sayang ini enak banget ahh......"


"Mas.... gak tahan"


"Sama sayang mas juga"

__ADS_1


Keduanya merancau gak jelas. Ini pergulatan pertama setelah Wienda melahirkan jadi wajar kalo mereka sangat semangat. Keduanya menumpahkan segala rasa yang ada. Saling memberi kenikmatan berlomba memuaskan lawannya. Satu jam pergulatan panas mereka terjadi. Wienda sudah terkapar tak berdaya dengan peluh membasahi seluruh tubuhnya. Keadaan Tyo tak jauh beda. Tyo meraih selimut menutupi tubuh polos keduanya dan masuk kealam mimpi merajut mimpi indah lainnya.


__ADS_2