TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
USG


__ADS_3

"Yang hari ini ikut mas kerumah sakit ya" kata Tyo dimeja makan


"Kenapa harus ikut" tanya Wienda


"Hari ini jadwalnya periksa kandunganmu sayang" jawab Tyo


"Hehehe,,,, lupa " kata Wienda yang senyum kuda


"Ya udah abis sarapan mas bantuin siap siap" kata Tyo


"Terimakasih suami" jawab Wienda


Tyo dan Wienda segera menghabiskan sarapannya. Tidak lupa Tyo membuatkan susu untuk bumilnya. Meski dengan terpaksa Wienda menegak habis susu buatan suaminya.


Wienda berjalan menuju kamarnya diikuti suaminya.


"Pakai ini yang" Tyo menyodorkan dress dengan kancing depan


"Mas semua bajuku sepertinya udah gak muat" kata Wienda dan mencoba dress pilihan suaminya


"Lihat" Wienda menunjukkan kancingnya yang tidak bisa menutup sempurna


"Hehehe bener juga, terus yang mana yang muat sayang " tanya Tyo


"Tolong ambilkan yang warna navy yang ada motif bunga-bunga didepan " kata Wienda


"Ini" Tyo menunjukkan dress yang dimaksud istrinya


"Iya, kemarin masih muat" kata Wienda


Tyo membuka kancingnya dan memakaikan lewat kepalanya.


"Makasih. Mas tunggu aja disofa, biar aku dandan dulu" kata Wienda


"Jangan cantik cantik ya dandannya nanti pada suka lihat bumilku" kata Tyo menggoda


"Selama ada pakmilnya, tidak akan ada yang berani ganggu bumilnya" kata Wienda


Cup. Satu kecupan mendarat dibibir istrinya


"Kurang mas" kata Wienda


"Apanya" tanya Tyo


"Ini" Wienda sudah mendekat dan melahap bibir suaminya hingga keduanya kehabisan nafas


"Sayangku sekarang lebih agresif ya" kata Tyo


"Itu ajaran mas tiap hari" jawab Wienda cuek


"Gak jadi periksa deh" kata Tyo dan memeluk istrinya


"Kenapa" heran Wienda


"Mas ingin makan sayangku aja" kata Tyo yang sudah berkabut gairah


"Gak mau. Kita harus periksa sekarang juga. Setelah periksa kita bercinta diruanganmu" kata Wienda


"Ayo" Tyo semangat mendengar ucapan istrinya


"Semangat banget" kata Wienda


"Harus dong dapat jatah gitu lo" kata Tyo senang.


Tyo membawa istrinya kedokter kandungan. Tyo sudah buat janji sebelumnya. Jadi begitu dia datang langsung masuk keruangan tanpa menunggu antrian.

__ADS_1


Sebenarnya Wienda tidak suka diperlakukan istimewa seperti itu, tapi apa boleh buat jika suaminya sudah bertindak tidak ada yang berani membantahnya.


"Wah selamat dokter Tyo Nyonya Tyo baby-nya cewek" kata dokter


"Alhamdulillah" ucap Tyo dan Wienda bersamaan.


"Keadaannya baik-baik aja kan dok" tanya Tyo


"Baik dok, ini babynya sehat dan dah mulai aktif geraknya" kata dokter


"Tapi dok istri saya sering gak mau makan, apa ada suplemen yang bisa membantu" tanya Tyo


"Oh ada saya resepkan dok" jawab dokter


"Terimakasih kami permisi" pamit Tyo


"Oh iya tolong suster Ani kamu tebus resepnya dan antar keruangan saya " Tyo menyerahkan 5 lembar uang ratusan.


"Baik dok" kata suster tunduk


"Permisi dokter " Tyo menggandeng istrinya keluar dan menuju ruangannya.


Tyo segera mengunci pintu dan membawa istrinya keranjang yang ada diruangan itu. Seperti biasa Wienda akan berdiri didekat jendela yang menghadap ketaman rumah sakit.


"Mas, tahan dulu. Tadi kamu nyuruh suster menebus obat dan mengantar kesini, gimana kalo pas tengah tengah dia datang" kata Wienda


"Bodo mas udah gak tahan" jawab Tyo yang sudah berkabut gairah


"Haish emmm" bibir Wienda sudah dilahab suaminya.


Tok tok tok


"Benar kan kubilang, cepat buka pintu biar cepat beres" kata Wienda dengan senyum mengejek


"Ganggu aja" gerutu Tyo


"Terimakasih" kata Tyo datar


Belum sempat suster menjawab Tyo sudah menutup pintu dan menguncinya kembali. Tyo menaruh begitu saja vitamin untuk bumilnya.


Tyo berjalan cepat menuju kamarnya tempat istrinya berada.


"Mas aku lapar" kata Wienda begitu Tyo masuk


"Mau makan apa biar aku pesenin" kata Tyo dan merogoh ponselnya.


"Makan diluar enak kali mas, dah lama kit gak makan diluar" jawab Wienda


"Berikan dulu makananku" kata Tyo


"Hehehe silahkan dilanjut mas" kata Wienda dengan senyum menggoda.


"Tapi habis ini kita jalan-jalan" tambahnya


"Gak kecapekan nanti" tanya Tyo


Wienda menggeleng. Segeralah Tyo menyerbu hidangan lezat didepannya. Tyo tidak memberi kesempatan pada istrinya untuk protes lagi. Bibir istrinya sudah disumbat dengan bibirnya.


Wienda sudah berkali kali pelepasan, tapi belum ada tanda-tanda Tyo mau menyudahi pergulatannya.


"Mas aku dah capek banget ni" kata Wienda memelas


"Bentar lagi sayang" jawab Tyo


"Ahhh mas" lenguhan Wienda

__ADS_1


"Ya sayang mas nyampe ni" kata Tyo dan mencabut senjatanya dan mengeluarkan diatas perut buncit istrinya.


"Ha banyak banget mas" kata Wienda


"Iya" jawab Tyo


"Sayang dibuang percuma" kata Wienda


"Sabar, nanti pada saatnya semuanya tidak akan terbuang sia sia" kata Tyo


"Kapan"


"Setelah kamu lahiran, mas gak rela kalo harus keluar diluar lagi"


"Mas" Wienda memeluk suaminya meski sekarang tidak bisa menempel erat karena terhalang perut buncitnya.


"I love you istriku"


"Love you too imamku"


"Ayo mandi katanya lapar"


"Capek, gendong" manja Wienda


Tanpa bicara lagi Tyo mengankat istrinya dan membawa kekamar mandi. Tyo dengan telaten membersihkan tubuh istrinya. Wienda sendiri sudah malas bergerak karena lelah yang mendera akibat penyatuan dirinya dengan suaminya.


"Udah sayang kamu keluar sendiri bisa, mas mau mandi" kata Tyo


Wienda tidak menjawab tapi berjalan keluar dari kamar mandi. Sesampainya diluar Wienda bukannya segera berpakaian malah duduk diranjang dan akhirnya tertidur dan masih menggunakan jubah mandinya.


TYO sudah selesai dengan mandinya dan keluar mendapati istrinya yang tertidur pulas dan kaki menggantung dilantai. Tyo mengangkat kaki istrinya dan membetulkan posisi tidurnya kemudian menyelimuti hingga lehernya.


Tyo merasa bersalah telah membuat istrinya kelelahan. Tyo melirik jam diatas nakas sudah jam 2 siang tapi istrinya belum mendapatkan makan siangnya. Mau membangunkan kasihan pasti masih capek, tapi kalo dibiarkan kasihan bayi dalam perutnya kelaparan.


Tadi sebelum penyatuan istrinya sempat bilang lapar, tapi dia tidak menghiraukan malah membuatnya kelelahan. Sekarang perut buncitnya bunyi menandakan minta diisi. Bayinya juga bergerak sesekali. Tyo mengelus perut istrinya.


"Bangun sayang kita makan mas udah pesenin makanan ini" kata Tyo dengan menciumi pipi cubby istrinya.


Wienda menggeliat geli mendapat perlakuan suaminya.


"Hem geli mas" kata Wienda yang masih memejamkan mata


"Bangun sayang kita makan dulu, setelah makan lanjutkan lagi boboknya" kata Tyo lembut.


"Hoam Mas kok udah rapi" tanya Wienda


"Iya mas nungguin kamu dari tadi gak bangun bangun. Oh ya ini pakai baju kamu terus kita makan" kata Tyo dan menyerahkan paper bag


"Mas beli tadi" tanya Wienda


"Iya online shop, tapi maaf mas gak tau sekarang ukuran bajunya berapa, kalo gak muat buang aja" kata Tyo


"Banyak banget mas" tanya Wienda


"Pilih yang pas, mas kan gak tau ukurannya" jawab Tyo


"Makasih mas" kata Wienda


"Sama-sama sayang" jawab Tyo


"Gagal deh makan diluar kalo gini" kata Wienda yang melihat sudah tersaji makanan didepannya.


"Gak gagal, isi perutmu sedikit untuk tenaga jalan. Habis itu kita bisa makan diluar sepuasnya" kata Tyo


"Serius mas" kata Wienda dengan mata yang berbinar

__ADS_1


Tyo mengangguk dengan senyumnya.


__ADS_2