TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Belajar jadi istri


__ADS_3

Tyo tidak ikut pulang dengan keluarganya. Tyo memilih menginap dirumah Wienda. Ayah bundanya tidak keberatan toh mereka sebentar lagi juga nikah.


"Aku nginep sini ma, kalo aku ikut pulang besuk Wienda pulang sendiri kasihan kan" kata Tyo


"Itu sekarang tugas kamu jaga Wienda" kata Tante Dea


"Ya" kata Mama singkat


"Kita pamit ya Wien, kalo ni anak nakal kamu pukul aja, kamu kan jago beladiri" kata Om Indra


"Ah Om berlebihan" kata Wienda merendah


"Darimana Om tau kalo Wienda jago beladiri" tanya Tyo


"Ada deh" jawab Om Indra


"Ya kita pamit ya sayang. Jangan macem-macem" peringat Mama


"Iya ma hati-hati dijalan" kata Wienda


"Bye assalamualaikum" kata Mama


"Walaikum salam" jawab Tyo dan Wienda bersamaan


"Wien masih siang kita jalan- jalan bentar yuk" ajak Wienda


"Ogah aku capek, besuk pagi aja" tolak Wienda


"Terus kita ngapain" tanya Tyo


"Aku mau tidur, kalo kamu terserah. Kalo mau jalan ajak Wildan biar gak nyasar" kata Wienda


"Wildan nya aku sendiri, gimana dong" tanya Tyo


"Maksud aku Wildan adik aku" ketus Wienda


"Kan maunya pacaran masa ngajak adik sih, masa terong makan terong" kata Tyo

__ADS_1


"E jangan macem-macem lo, mau gue potong sekalian tu terong dijadikan sambel balado" marah Wienda


"Piss bercanda sayang" kata Tyo


Wienda ngloyor pergi gitu aja meninggalkan Tyo sendiri dihalaman. Tyo mengejar Wienda masuk.


"Katanya mau jalan-jalan kok ikut masuk, apa jalan-jalan didalam rumah aja" tanya Wienda mengejek


"Gimana mau jalan wong kamunya gak mau, kalo kamu tidur aku ikut tidur juga" jawab Tyo


"Gak kreatif ngikut-ngikut" ejek Wienda


"Bodo" balas Tyo


"Sayang kita tidur berdua ni" tanya Tyo setelah sampai kamar Wienda


"Jangan harap, aku kesini mau ngambil baju ganti, kamu tidur sini, aku tidur dikamar sebelah" kata Wienda


"Kirain kita tidur berdua" goda Tyo


"Mau digantung sama ayah" tanya Wienda


"Sini aku gantung" Wienda mengambil selimut mau diikatkan dileher Tyo


"Sayang bukan digantung seperti ini" kesal Tyo


"Kirain mau digantung beneran" kekeh Wienda


"Ni kalo mau mandi dimana" tanya Tyo


"Kamu mau mandi" tanya Wienda


"Iya" jawab Tyo singkat


"Ni, tapi gak sebersih ditempatmu, ini kamar mandi bersama" kata Wienda


"Meskipun bersama tapi yang biasa pakai cuma aku ma Wike" tambah Wienda

__ADS_1


"Jadi sekarang ini kamar mandi kita, kan adik kamu gak ada dirumah" Tyo mengedipkan matanya


"Jangan aneh-aneh" sarkas Wienda


"Gak aneh emang bener kan" bela Tyo


"Serah" Wienda berlalu dari hadapan Tyo


"Wien ada handuk gak, aku gak bawa" tanya Wienda


"Dilemari paling atas ambil sendiri" kata Wienda


"Ambilin dong" pinta Tyo


"Haish, belum nikah aja udah main perintah" ketus Wienda


"Belajar melayani suami" kata Tyo


Meskipun mulutnya menolak tapi tetep diambilkan handuk juga.


"Ni ada lagi" tanya Wienda


"Gak makasih sayang" kata Tyo


Wienda hanya mengangguk dengan senyum tipis


Tyo melakukan ritual mandinya sekitar 20 menitan. Setelah keluar dari kamar mandi ternyata pakaiannya sudah disiapkan Wienda diatas ranjang. Mendapati itu Tyo tersenyum senang.


"Begini ya rasanya punya istri" guman Tyo


Tok....tok....tok....


"Masuk" kata Tyo dari dalam kamar


"Gak keluar" tanya Wienda


"Kemana" tanya Tyo

__ADS_1


"Ngobrol diluar bukan diam aja dikamar" kata Wienda


"Ayo" Tyo meraih tangan Wienda dan digandeng


__ADS_2