
Menjelang hari ulang tahun Wienda, Tyo ingin memberikan kejutan dihari ulang tahun istrinya. Tyo telah membeli sebuah ruko untuk istrinya membuka butik sesuai dengan keinginannya.
Rencananya Tyo mau merayakan hari jadi istrinya bersamaan dengan pembukaan butiknya. Bahkan Tyo telah merekrut beberapa pegawai untuk membantu istrinya.
Meskipun Tyo mengijinkan Wienda untuk bekerja tapi tetap harus mengutamakan keluarganya terutama dirinya. Tyo mau butiknya hanya sebagai hiburan dikala jenuh dengan rutinitas dirumah ngurus keluarganya.
Sebenarnya yang dimaksud Tyo ngurus keluarganya bukan harus membersihkan rumah atau mencuci dan sebagainya. Hanya menyiapkan keperluan dirinya dan anak-anaknya.
Untuk semua pekerjaan rumah kan ada asisten rumah tangga. Sebenarnya Tyo enggan mengijinkan Wienda kerja. Kalo untuk memenuhi kebutuhan keluarganya Tyo sangat sangat mampu. Tapi alasannya Wienda bosan tiap suaminya udah kerja terus nanti anak-anak udah masuk sekolah pasti dirumah sendiri apalagi Wienda bukan tipe orang yang suka jalan-jalan menghambur- hamburkan uang suami.
Seharian ini Tyo sibuk diluar rumah karena mempersiapkan kejutan untuk istrinya. Wienda dibuat uring-uringan. Pasalnya Tyo juga tidak mengabari sama sekali. Bahkan telpon dari Wienda pun diabaikan.
"Mas Tyo" teriak Wienda dikamarnya
"Kamu kemana sih mas dari pagi sampai sekarang gak pulang pulang, kamu kan belum masuk kerja lagi" kata Wienda dengan air mata yang menetes tanpa mau dicegah
"Padahal hari ini aku mau kasih kamu berita penting"
"Hiks... hiks..." tangis Wienda semakin menjadi
Sementara Tyo sedang sibuk menyiapkan pesta kejutan untuk istrinya. Semua desain Tyo yang ngatur dengan bantuan EO. Pesta diadakan diruko yang akan jadi butik Wienda. Meski perta dirancang dengan mewah dan elegan tapi Tyo hanya ingin mengundang sedikit orang.
Wienda yang dirumah terus diliputi rasa gelisah karena sang suami belum pulang dan tidak bisa dihubungi. Pikirannya melayang jauh takut terjadi hal buruk lagi. Karena tak sabar menunggu, Wienda mencoba menghubungi Sakti, tapi Sakti juga tidak tau dimana suaminya.
Wienda menghubungi Mama mertuanya jawabannya sama Tyo tidak ada dirumah Mama. Karena panik dan cemas terhadap suaminya Wienda melupakan hal sepele. Wienda tidak menghubungi Panji padahal Tyo perginya dengan Panji.
Mata Wienda sampai bengkak karena kelamaan menangis. Dari siang Wienda juga tidak makan, sampai jam 5 sore Tyo pulang dan langsung mandi tanpa menyapa istrinya dulu seperti biasa.
Wienda makin sakit melihat suaminya menyueki setelah seharian pergi tanpa kabar. 30 menit Tyo keluar dari kamar mandi. Sebelumnya Tyo berendam terlebih dahulu menghilangkan penat serta lelah yang mendera. Meski hati Wienda dongkol terhadap suaminya tapi Wienda masih tetap menyiapkan baju ganti suaminya, tapi Tyo memilih baju ganti sendiri.
"Cepat mandi dan bersiap, malam ini aku ada acara jadi dandan yang cantik" kata Tyo
"Acara apa mas" tanya Wienda
"Acara ulang tahun serta peresmian" jawab Tyo jujur
"Siapa yang ulang tahun mas" tanya Wienda
"Gak usah banyak tanya cepat siap-siap, aku gak mau sampai telat" kata Tyo
Wienda patuh dengan perkataan suaminya meski banyak pertanyaan dibenaknya tapi akan ditanyakan nanti setelah acara selesai.
Wienda keluar kamar mandi dengan jubah mandi. Tyo menyodorkan paper bag pada istrinya.
"Pakai ini" kata Tyo
"Apa ini mas"tanya Wienda
__ADS_1
"Udah pakai aja, aku mau liat kembar" kata Tyo dan pergi meninggalkan Wienda sendirian.
Tyo menuju kamar sikembar dan memerintahkan pengasuh untuk menyiapkan sikembar untuk dibawa keacara
"Suster siapkan sikembar dan pakaikan ini" kata Tyo dan menyerahkan paper bag ke baby sitter putranya
"Baik tuan" jawab baby sitter
Wienda sudah selesai bersiap saat Tyo masuk kekamar kembali. Tyo sempat terpaku melihat istrinya yang sempurna tanpa cacat. Tyo menelan salivanya. Glek.
"Udah siap" tanya Tyo
"Udah" jawab Wienda
"Gak pakai perhiasan, buat apa perhiasan banyak kalo gak dipakai" kata Tyo dan menyerahkan sekotak perhiasan yang pernah dibelikannya.
"Tapi mas ini terlalu mewah" kata Wienda
"Kamu harus terbiasa hidup mewah karena kamu istriku" kata Tyo tak mau dibantah
Wienda memakai perhiasannya. Tyo menunggu dengan memainkan ponselnya. Jam 7 mereka keluar dari kediamannya dan menuju tempat acara.
Sikembar sudah berangkat lebih dulu dengan sopir.
'Pakai ini" Tyo menyerahkan sebuah kain untuk menutupi mata istrinya.
"Udah nurut aja. Sini" Tyo menarik pinggang istrinya dan mengikatkan penutup matanya.
"Mas jangan bikin aku takut" kata Wienda
"Gak usah takut ada mas" kata Tyo dan menggenggam tangan Wienda
"Kita udah sampai ayo turun" Tyo menuntun istrinya
"Ada tangga hati-hati " kata Tyo mengarahkan
"Kok sepi mas sebenarnya kita dimana sih mas" tanya Wienda tapi yang ditanya malah melepaskan genggaman tangannya. Spontan Wienda memanggil suaminya dengan lantang
"Mas Tyo kamu dimana" panggil Wienda dan air matanya sudah membasahi pipi mulusnya meski terhalang penutup matanya.
"Mas Tyo hiks...." Wienda terisak
"Mas akan buka penutupnya, siap-siap" kata Tyo
"Satu dua tiga"
"Surprise" kata Tyo
__ADS_1
Wienda terbelalak melihat semua keluarganya. Bahkan ayah dan bundanya juga kedua adiknya ada disini.
"Mas apa maksudnya" tanya Wienda yang belum mengerti
"Selamat ulang tahun sayang" kata Tyo
"Mas" Wienda menghambur memeluk suaminya dan menangis.
"Kamu ingat mas, aku aja lupa hari lahirku" kata Wienda
Bunda membawa kue ulang tahun dengan lilin angka 24 menyala.
"Berdoa dulu" kata Bunda
Dalam doanya Wienda meminta agar semua kebahagiaan ini abadi.
Wienda meniup lilinnya dan menatap haru pada semua keluarganya.
"Terimakasih untuk semua ini" kata Wienda
"Sama-sama sayang ini semua karena suamimu yang mengumpulkan kita disini" kata Bunda
"Mas Tyo dari pagi kamu menghilang untuk nyiapin ini semua mas" kata Wienda dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf sayang mas udah bikin kamu cemas " jawab Tyo dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mas"Wienda merentangkan kedua tangannya dan memeluk suaminya.
"Potong kue sekarang " kata Mama Dewi
Wienda memotong kue dan potongan kue pertama tentu diberikan pada suami tercinta.
"Ini buat suami tercintaku" kata Wienda dengan menyuapkan kue
"Ini hadiah dari mas" Tyo menyerahkan kotak beludru berbentuk hati serta sebuah kunci.
"Kunci apa mas ini" kata Wienda setelah menerimanya
"Ini kunci butik ini. Tempat ini akan jadi butik kamu sayang seperti mimpimu sayang" kata Tyo
"Terimakasih banyak mas" kata Wienda
"Sama-sama sayang dan mas juga udah nyiapin para pegawai untuk bantu kamu nantinya dibutik ini. Meskipun mas mengijinkan kamu untuk kerja tetap mas harus jadi prioritas utama" kata Tyo
"Pasti keluarga tetap yang utama" kata Wienda
"Mas harap dengan ini kamu tidak bosan dirumah terus" kata Tyo
__ADS_1
"Makin cinta" kata Wienda manja