
Acara yang ditunggu akhirnya selesai juga. Sebagian tamu undangan sudah meninggalkan tempat acara. Tyo dan Wienda hendak meninggalkan tempat juga. Tiba-tiba lelaki paruh baya naik keatas pelaminan dengan membawa seikat bunga anggrek dan sebuah kotak bludru kecil. Dibelakang pria tersebut terdapat 2 orang cewek dan cowok. Mereka bertiga berjalan kearah Mama Dewi. Kemudian sang pria berjongkok didepan Mama.
"Dewi Anggraini maukah kau menikah denganku" tanya si pria bernama Andrew Radika
"Apa-apaan ini bikin malu aja" kata Mama
Tamu yang belum kembali dan keluarga yang masih disana berteriak "Terima....terima.......terima......"
Mama menoleh kearah mas Tyo, kemudian kearah keluarganya yang lain. Mereka semua mengangguk, Mama melihat Tyo kembali. Tyo mengangguk dengan senyum. Teriakan demi teriakan masih menggema.
"Apa seorang pria melamar seorang wanita ditempat acara wanita tersebut, dasar tidak modal" kata Mama
"Aku akan membuatkan pesta lebih mewah dari ini kalo kamu mau menikah denganku Dewi Anggraini" kata Andrew
"Terima gak ya" jawab mama menggantung
"Kamu cinta pertama aku dan akan menjadi cinta terakhir aku pula. Dulu kita sempat bersama sebelum kita menjalani jalan kita masing-masing. Mungkin rasa cinta itu sempat padam kala kita dengan padangan kita, tapi kini kita sendiri seperti dulu jadi maukah kamu menikah denganku menghabiskan waktu tua bersama melihat tumbuh kembang cucu-cucu kita" kata Andrew
"Ya aku mau" jawab Mama cepat
"Alhamdulillah akhirnya" jawab Andrew kemudian memeluk Mama
Tyo mendekat dan berkata
" Belum sah jangan peluk-peluk" kata Tyo
"Selamat ya Om akhirnya berhasil mendapatkan Mama" tambah Tyo
__ADS_1
"Makasih juga ya Yo kamu dah ngijinin Om buat mendekati mamahmu" kata Om Andrew
"Selamat ya ma semoga mama bahagia" kata Tyo
"Sebenarnya tanpa dia Mama sudah bahagia, tapi mama kasihan liat mukanya memelas gitu, Mama gak tega ya udah terima aja mubazir dianggurin" kata Mama
"Jadi kamu nerima aku cuma kasihan gak cinta gitu" kata Om Andrew tak percaya
"Iya, tapi kalo kamu mampu gendong aku sampai rumah aku mau beneran sama kamu" kata Mama menggoda
"Dari dulu kamu gak berubah ya tapi aku tetep cinta" kata om Andrew dan menggendong Mama
"Hey yang pengantin itu kita kenapa jadi kalian yang gendong gendongan" kata Tyo
Semua keluarga tertawa melihat kekonyolan mereka
"Hallo mas sekarang kita bakal jadi keluarga" kata Sesha pada Tyo
"Kha sepertinya Sesha duluan yang bakal jadi ipar gue" kata Wienda pada Cikha
"Kok bisa ya dunia sesempit ini. Kita sahabatan dan sebentar lagi bakal jadi keluarga besar" tambah Sesha
"Takdir memang gak ada yang tau" tambah Tyo
"Gue dah nikah, Bentar lagi Mama nikah, gak lama kemudian mas Rega nikah juga, kalian berdua kapan. Jangan lama-lama nanti keburu basi" kata Tyo kepada dua saudara tirinya Steven dan Sesha. Mereka berdua anak Andrew dari istri pertamanya.
"Gampang" jawab Steven
__ADS_1
"Mas" rengek Wienda
"Kenapa sayang" tanya Tyo
"Kakiku pegel" kata Wienda yang sudah bertelanjang kaki karena highilnya sudah ditenteng ditangan
"Ya udah yuk kita istirahat"
"Sorry gaes kita duluan bini gue dah gak tahan" pamit Tyo
"Dah jebol juga ngapain sih buru-buru amat kata Rega
"Iri bilang boss" kata Tyo sambil berlalu
"Dasar tuan acara gak punya akhlaq. Mama dah gak tau kemana ni pengantin dah gak sabar nunggu tamu bubar" gerutu Rega
"Sabar mas"kata Cikha mengelus punggung Rega
"Untung ada kamu honey jadi kesabaran mas gak terbatas" gombal Rega
"Gombal" kata Cikha dengan senyumnya
"Honey senyumammu itu lo yang gak nahan pengin ku makan tu bibir" kata Rega
"Sabar tunggu sah dulu" kata Cikha
"Serius ni" tanya Rega
__ADS_1
"Heeh" angguk Cikha
"Secepatnya aku akan urus semuanya" tambah Rega