TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Kepergok


__ADS_3

"Mas nanti pulang kampus aku mau jalan ma Sesha ma Cikha boleh ya mas" pinta Wienda


"Boleh. tapi maaf mas gak bisa nemani. ajak Panji" kata Tyo


"Gak usah ya mas kasihan bang Panji ngikutin kita terus, lagian kita mau metime ma cewek cewek kalo ada bang Panji gak enak" tolak Wienda


"Pergi dengan Panji atau gak pergi" tegas Tyo


"Tapi mas....." Wienda


"Kalo gak sama Panji gak usah pergi" tegas Tyo


"Iya udah deh sama bang Panji" pasrah Wienda


"Mas berangkat kerja ya" Tyo menyodorkan tangannya tuk disalim dan dicium oleh Wienda.


Wienda menerimanya "Hati-hati mas dijalan"


Tyo pergi kerumah sakit diantar Panji. Panji sopir sekaligus bodyguard.


"Ji nanti nanti kalo antar Wienda kekampus tungguin sampai pulang dia bilang mau jalan ma Sesha ma Cikha. Ikutin aja terus biarin dia protes" titah Tyo


"Baik tuan" jawab Panji


"Nanti aku kekantor biar dijemput Sakti" tambah Tyo


"Baik tuan" jawab Panji


Wienda dah diparkiran kampus


"Bang pulang aja, aku mau jalan ma Sesha ma Cikha jadi abang gak usah tungguin" kata Wienda


"Maaf non Wienda tuan tadi pesan supaya saya mengikuti nona kemana nona pergi" jawab Panji


"Ya ampun bang aku perginya rame-rame, abang tenang aja lagian aku bisa jaga diri gak usah kawatir" kata Wienda


"Maaf nona petintah tuan mutlak dilaksanakan, kalo nona gak mau nanti saya yang dipecat" jawab Panji


"Serah deh" kesel Wienda

__ADS_1


Wienda masuk kekelasnya dengan lesu, berharap bisa keluar bertiga aja ternyata pake bodyguard lagi. Wienda maduk kelas mengikuti kelas dengan serius. 2 jam sudah tak terasa kelas dah berakhir. Wienda membereskan barang-barangnya dan segera menemui kedua sahabatnya sekaligus iparnya.


"Sorry telat, dah nunggu lama ya" kata Wienda gak enak


"Santai baru satu jam" jawab Sesha


"Ha serius" tanya Wienda


"Sesha lo dengerin, kita juga baru nyampek sini" jawab Cikha


"Bang Panji ikut kalo gak ada bang Panji gak boleh jalan" Wienda memberitahu


"Dasar suami posesif" jawab Sesha


"Bagus dong itu namanya kelewat cinta, takut terjadi apa-apa sama pasangannya itu bagus dong, daripada elo ditanyain giliran butuh" ejek Cikha


"Gak usah bawa-bawa Dafa gak ada hubungannya" kesel Sesha


"Sha elo gak curiga gitu ma Dafa kalo lo ajakin jalan ada aja alasannya, giliran dia butuh lo harus standby" tanya Wienda


"Gue juga heran sih Wien sama ni anak kok gak pinter-pinter percaya aja ma tu kadal" tambah Cikha


"Sorry.... tapi nanti kalo mewek jangan panggil kita ya kan kita dah ngingetin" kata Wienda


"Gak akan. Dafa itu sibuk sekarang dia dah kerja makanya tadi ku ajak gak bisa karena lagi ada diluar kota dan aku yakin Dafa itu setia" kata Sesha


"Setia selingkuh tiada akhir" tambah Cikha


"Kita mau jalan apa mau bully gue" geram Sesha


"Sorry kita jalan" sambung Wienda


Sesampainya di mall mereka bertiga menuju resto terlebih dahulu.


"Kita isi perut dulu biar nanti gak lemes apalagi yang semalam bertempur kan butuh tenaga extra" sindir Sesha


"Kenapa iri kalian berdua, makanya buruan nikah jangan hanya pacaran gak jelas, kalo dah nikah bobok ada yang ngelonin gak kedinginan lagi selimut dah gak guna dah ada yang menghangatkan" terang Wienda


"Gak usah pamer" sela Cikha

__ADS_1


"Gak usah ngributin hal yang aneh-aneh, mau pesen apa" tambah Sesha


"Seperti biasa" jawab Cikha


"Lo Wien" tanya Sesha


"Sama" jawab Wienda


Mereka bertiga ngobrol ngalor ngidul tak terasa hidangannya dah habis pindah keperut masing-masing.


"Eh.... liat tu" tunjuk Wienda kemeja didepannya ada sepasang muda-mudi yang baru masuk


"Mana" tanya Sesha


"Tu cewek ma cowok yang baru masuk, kayaknya kita kenal deh samperin yuk" kata Wienda


Sesha melototkan matanya tak percaya kalo yang dia liat Dafa sedang jalan dengan cewek lain mesra lagi. Hati Sesha seketika panas, dia hendak berdiri namun dicegah Wienda


"Mau kemana" tanya Wienda


"Mau nyamperin tu kunyuk" jawab Sesha tanpa mengalihkan perhatiannya


" Ok kita sama-sama"tambah Wienda


Brakkk......


"Wow yang lagi kerja diluar kota ternyata dah balik" kata Sesha tenang padahal hatinya pengen nonjok tu orang


Dafa kaget sontak berdiri dari duduknya "Sesha" gumannya


"Siapa dia yang" tanya sicewek


"Gue pacarnya Dafa cowok yang jalan mo lo" jawab Sesha sambil tangannya menunjuk kearah tu cewek


"Pacar, bukannya kamu bilang kamu gak punya pacar yang, jangan sok ngaku ngaku deh mbak" kata sicewek gsk percaya


"Mulai hari ini kita putus dan balikin semua uang yang udah gue kasih sekarang juga." teriak Sesha.


Seketika aemua pengunjung resto menoleh kearah mereka berlima. Wienda dan Cikha diam aja menyaksikan perdebatan Sesha. Sesha yang berusaha meredam emosinya akhirnya menonjok hidung mancung Dafa hingga darah segar merembes dari dalam hidungnya. Sesha memberi pukulan bukan hanya sekali setelah hidung beralih ke perutnya dan berakhir tendangan keselangkangan Dafa. Dafa merintih menahan sakit yang amat sangat sekaligus malu. Setelah puas menghajar Dafa Sesha dan teman-temannya pergi meninggalkan sang penghianat tapi sebelumnya telah membayar makan mereka.

__ADS_1


__ADS_2