TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Curhat


__ADS_3

"Hay" dari arah pintu muncul sosok sahabat sekaligus ipar


"Baru nongol kemana aja Woy" sapa Wienda


"Santai sister, Sakti sibuk sebagai istri yang baik harus mengerti keadaan suami tercinta dong" alasan Sesha


"Ngeles kaya baja" cemberut Wienda


"Nyonya Tyo Wildan Pratama selamat ya atas kelahiran putra kembarnya" kata Sesha penuh hormat


"Makasih gak usah lebay"


"Doain gua segera nyusul" pinta Sesha


"Pasti. Lo udah cek ma dokter belum" tanya Wienda


"Udah kemarin selepas lo keluar ruang operasi gue sama Sakti langsung cek ke dokter obigyn" jawab Sesha


"Trus kata dokter" kepo Wienda


"Semuanya baik-baik saja, usaha lebih giat ma perbanyak doa" jelas Sesha


"Coba Sakti suruh makan sayur semacam cambah, touge atau sejenisnya itu, gak tau bener apa enggaknya tapi coba dulu, namanya juga usaha" saran Wienda


"Iya kemarin ma dokter juga didsaranin macan tu sayuran ma jangan banyak pikiran biarkan semua mengalir apa adanya" kata Sesha


"Jangan terlalu dipikirkan dibawa santai aja semua pasti ada waktunya. Sabar" kata Wienda


"Iya. wah Wien anak lo gantengnya kebangetan. Jadi iri aku, boleh gendong gak" tanya Sesha


"Bolehlah kan lo tantenya " kata Wienda


"Siapa namanya Wien" tanya Sesha


"Belum dikasih nama, masih bingung karena banyak pilihan" kata Wienda


"Gila ganteng-ganteng banget mereka, dijamannya tar pasti banyak cewek yang rela nglakuin apa aja buat deket ma anak ini" kata Sesha


"Jangan dong kasihan nanti yang gak keterima sakit hati" canda Wienda


"Sha lo tau sesuatu gak tentang Cikha" tanya Wienda


"Sesuatu. Memangnya ada apa" kepo Sesha


"Justru itu yang buat aku bingung, sejak dari nikahan lo itu gue ngrasa kalo Cikha menjauh dari kita, lo ngrasa gak sih" tanya Wienda

__ADS_1


"Iya sih gue juga ngrasa, apa ini semua karena Rega jadi dia berpikir kalo kita tau tentang Rega" tebak Sesha


"Bisa jadi sih, dan kalo gue hubungi gitu jawabnya ketus banget. Kemarin gak sengaja ketemu dia seperti menghindar gitu, gak seperti Cikha yang kita kenal dulu" papar Wienda


"Ternyata sama lo juga gitu sikapnya, gue kira sama gue doang. Aneh sih tapi gue gak mau ambil pusing, gue mau santai fokus pada program gue buat punya baby, jadi urusan Cikha biar waktu yang menjawab" kata Sesha


Tok.....tok....tok....


"Permisi Nyonya" kata bodyguard


"Ya ada apa" jawab Wienda


"Ini dari tuan" menyerahkan kotak makanan


"Orangnya mana" tanya Wienda


"Sebentar lagi kesini Nyonya" Jawab bodyguard


"Makasih" ucap Wienda


"Sama-sama Nyonya, permisi" bodyguard keluar dan menutup pintu kembali.


"Panggilan lo dah Nyonya sekarang" kata Sesha


"Didepan ada berapa orang" tanya Wienda


"Sejak kejadian dikampus waktu itu mas Tyo jadi sangat overprotektif. Apapun yang aku mau lakukan harus ijin terlebih dahulu, apalagi sekarang dah ada sikembar pasti akan lebih ketat penjagaannya" kata Wienda lesu


"Sabar Wien, pasangan kita banyak musuhnya, dia melakukan semua ini cuma pengen kita aman, dan dia juga tenang terima aja" kata Sesha


"Dulu sebelum ketemu mas Tyo pengen banget kemana-mana dikawal dijaga kaya orang penting, sekarang mendapatkan semuanya malah gak nyaman" keluh Wienda


"Memang manusia gak ada puasnya" imbuh Sesha


"Namanya juga manusia, semuanya serba kurang" kata Wienda


"Bersyukur Wien dah dikasih semua kemudahan buat kita jangan ngeluh" kata bijak Sesha


"Astaghfirullah Sha bener banget aku kurang syukur" Wienda mengelus dada.


"Sekripsi lo dah kelar belum Sha" tanya Wienda ganti topik


"Boro-boro kelar" sewot Sesha


"Syukurlah proposal gue kemarin dah di acc tinggal daftar mau sidang" kata Wienda

__ADS_1


"Mumet gue Wien" Sesha


"Balik lagi sabar" Wienda


Tak terasa obrolan mereka udah 2 jam. Tyo udah datang. dan Sesha harus pulang.


"Gue balik ya Wien" pamit Sesha


"Hati-hati"ucap Wienda


"Mas Sakti masih dikantor mas" tanya Sesha pada Tyo


"Udah ku suruh balik dari tadi, dikantor perutnya sakit bolak-balik kamar mandi, gue kira lo tau berarti dia dirumah sendiri dong" jawab Tyo


"Sakit mas, aku cabut bye" Sesha setengah berlari meninggalkan ruangan Wienda


"Mandi dulu banyak kuman" kata Wienda


"Iya ni juga mau mandi" Tyo bergegas kekamar mandi.


Tak berapa lama Tyo dah selesai mandi.


"Maaf ya mas kamu harus nyiapin kebutuhan kamu sendiri" kata Wienda gak enak


"Kenapa minta maaf, istriku seperti ini masa minta dilayani terus, kamu gak usah mikirin aku, fokus aja pada kesembuhan kamu" Tyo mengecup kening Wienda penuh cinta


"Udah nemu nama buat sikembar belum mas" tanya Wienda


"Menurutmu siapa yang nama yang bagus" tanya Tyo balik


"Ih ditanya kok malah balik nanya" cemberut Wienda


"Marvel Marvin apa Kenzo Kenzie" tanya Tyo


"Dua-duanya bagus kita gabungin aja. Marvel Kenzo Wildan Pratama dan Marvin Kenzie Wildan Pratama, bagus gak mas" tanya Wienda


"Bagus tapi nama kamu gak ada sayang" kata Tyo


"Ya gak papa masa cowok mau dikasih nama Wienda atau Athalia atau putri kan lucu mas nanti kalo kita punya anak cewek dikasih nama aku" kata Wienda


"Oke deal namanya Marvel Kenzo Wildan Pratama dan Marvin Kenzie Wildan Pratama keren" kata Tyo


"Aku capek mas" kata Wienda


"Ya udah ayo istirahat aku juga mau capek" Tyo menarik Wienda dalam pelukan.

__ADS_1


Ranjang yang digunakan Wienda muat dua orang jadi Tyo tidurnya diranjang Wienda. Karena semenjak menikah Tyo merasa ada yang kurang kalo tidur gak meluk istrinya.


__ADS_2