TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Rumah


__ADS_3

"Assalamualaikum" Tyo mengetuk pintu rumahnya


"Walaikum salam" jawab seseorang dari dalam


"O den Tyo sama non Wienda udah pulang" sapa bik Ulfa pembantu Tyo yang udah lama tinggal disini


"Mama ada bik" tanya Tyo


"Nyonya kekantor den tadi Sakti telpon minta Nyonya datang kekantor" jawab bik Ulfa


"Sayang kenalin ini bik Ulfa yang ngrawat aku dari kecil" Tyo memperkenalkan bik Ulfa pada istrinya. "Bik Ulfa dah tau dong ini istri aku" kata Tyo


"Udah dong den. Cantik" kata bik Ulfa


"Istri siapa bik" tanya Tyo


"Yang jelas bukan istrinya bibik" canda bibik


"Mau dibikin minum apa makan den" tanya bibik serius


"Minum dingin bik. Anter kekamar ya" kata Tyo dan meninggalkan bibik membawa Wienda kekamar


"Selamat datang dikamar kita my wife" kata Tyo

__ADS_1


"Terimakasih. Lebay" kata Wienda


"Yang belakangan gak usah diucapin kenapa sih" rajuk Tyo


"Marah ni ye" goda Wienda


Wienda berjalan kearah suaminya dengan menggigit bibir bawahnya. Dan dengan santainya mengangkat sweternya hingga lolos dari kepala yang hanya menyisakan bra nya saja.


Tyo menelan salivanya


"Kenapa mas haus kok tenggorokannya naik turun" goda Wienda


"Kamu menggodaku ya" balad Tyo


Tanpa babibu Tyo langsung menyambar bibir pink milik istrinya. Tangannya masuk meremas isi didalam bra.


Tok ....tok ... tok.....


"Den ini minumannya" kata bibik dari luar


"Ya bik" Tyo berjalan menuju pintu


Ceklek.

__ADS_1


Pintu terbuka menampakkan bibik yang membawa 2 gelas orange juice. Tyo menerimanya


"Makasih bik" Tyo segera menutup pintu dan menguncinya.


"Sayang ni minum dulu" kata Tyo


Hening tidak ada jawaban kemudian terdengar suara gemercik air dari kamar mandi. Tyo bergegas masuk dan beruntung pintu tidak dikunci. Begitu masuk Tyo memperhatikan tubuh polos yang membelakanginya. Tyo berjalan perlahan dan menyentuh ************ Wienda. Wienda kaget hendak berbalik badan tapi sudah dipeluk erat dari belakang.


"Mas aku mau mandi badan aku lengket rasanya" kata Wienda.


Tapi yang diajak bicara seolah tuli tidak menggubris ucapan Wienda dan terus melancarkan aksinya. Wienda hanya bisa pasrah dan menikmati. Akhirnya terjadilah pergulatan panas nan panjang. Berbagai gaya Tyo praktekkan. Wienda sudah beberapa kali pelepasan kakinya sudah tidak kuat menopang berat badannya. Tapi sepertinya suaminya belum ada tanda-tanda mengakhiri kegiatan ini.


"Mas.... aku udah gak kuat" kata Wienda lirih


"Tahan sebentar sayang" Tyo malah mengangkat kaki Wienda dan memperdalam sodokannya. Wienda sudah lemas tidak punya tenaga lagi. Setelah beberapa saat akhirnya ******* panjang keluar dari bibir Tyo. Wienda sudah lemas dan melosot kelantai. Tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Melihat istrinya yang lemas. Tyo langsung mengangkat istrinya dan membawa ke bathtub dan memandikan Wienda dengan telaten. Tyo mengeringkan tubuh Wienda dan membawanya keluar dan membaringkan diatas ranjang dengan pelan. Tyo menyelimuti Wienda tanpa memakaikan baju. Wienda udah pasrah aja karena dah gak ada tenaga.


"Maaf sayang, ni minum dulu" Tyo menyodorkan orange juice.


"Makasih" jawab Wienda pelan


"Sama-sama" Tyo mengecup kening istrinya dan pergi membersihkan diri.


Tyo keluar kamar mandi mendapati istri telah terlelap.

__ADS_1


"Maaf sayang aku membuatmu kelelahan"


__ADS_2