TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Pernikahan Mama


__ADS_3

Hari ini hari dimana Mama akan menikah dengan cinta monyetnya dulu. Pacar Mama sewaktu SMA. Kalo jodoh meski dah terpisah puluhan tahun akhirnya kembali lagi. Semua diluar rencana.


Hari ini akad akan digelar dikediaman Mama Dewi. Sebenarnya papa Andrew ingin pernikahannya digelar dihotel berbintang, namun mama menolak alasan udah tua. Emang bener sih umur mereka dah setengah abad. Dirumah itu telah berdiri tenda untuk acara akad nikah yang digelar sederhana hanya kerabat dekat yang diundang. Papa Andrew dengan gagahnya udah duduk didepan penghulu dan juga Om Indra. Om Indra merupakan adik kandung mama.


Mama keluar dengan digandeng mas Tyo. Mama terlihat masih sangat cantik meski usianya tidak muda lagi. Mama berjalan beriringan dengan mas Tyo. Sesampainya didepan penghulu mas Tyo menyerahkan Mama pada papa Andrew. Papa Andrew mengulurkan tangannya untuk menyambut calon istri. Mama Dewi menerima uluran tangan papa Andrew dan duduk disampingnya.


Acara dimulai. Semua undangan menyaksikan dengan kitmat. Aku duduk dengan Sesha yang akan menjadi iparku. Mas Tyo duduk disebelah Mama menjadi saksi pernikahan Mamanya sendiri. Saat para saksi menyatakan sah kulihat mas Tyo sempat meneteskan air matanya. Mas Tyo terharu Mamanya akhirnya menikah lagi dengan cinta monyetnya dulu.


"Selamat ya ma, semoga Mama bahagia sama papa" Kata mas Tyo


"Terimakasih sayang Mama berharap kita bahagia bersama" kata Mama


"Selamat ya ma semoga bahagia selalu menyertai mama" ucap Wienda


"Makasih sayang, Mama titip Tyo ya, karena setelah ini Mama akan ikut papa Andrew" kata Mama


"Sip Mama tenang aja" kata Wienda


"Selamat ya ma akhirnya bobok mama ada yang nemenin" kata Rega


"Kapan kamu nyusulnya" kata mama


"Tunggu aja" ucap Rega


"Selamat ya Om" kata Rega


"Kok Om. Papa" kata Papa Andrew


"Ya papa maaf, Nanti malam mainnya jangan ganas ganas ingat umur dah tua tar pinggang encok malah gatot gagal total" bisik Rega

__ADS_1


"Kamu ni ya godain orang tua" kekeh Papa Andrew


Ucapan selamat silih berganti dari para tamu yang hadir. Meskipun hanya digelar dirumah tapi acaranya cukup meriah. Ketika sore tiba kami semua berkumpul diruang keluarga. Ada mas Tyo Wienda mas Rega Mama Papa Sakti.


"Papa mau langsung bawa Mama pulang kerumah papa" tanya Tyo


"Iya, malam ini juga Papa akan bawa Mama kalian" kata Andrew


"Malam ini nginep sini dulu kenapa, kalo papa mau unboxing Mama kan kamar mama kedap suara kita kita gak akan denger kok teriakan mama" kata Tyo


Mama yang mukanya udah bersemu merah


"Mama dah tau emangnya seperti kalian kalo bercinta gak liat tempat" kata mama


Muka Wienda dah merah seperti tomat karena malu.


"Kayak mama gak pernah muda aja" timpal Tyo


"Kalian berdua gak usah tertawa kalian kan belum ngrasain" kata Papa Andrew


"Tu denger apa kata Papa gak usah ketawa kalo belum tahu rasanya" tambah Tyo


"Sabar aja bentar lagi aku ngrasain" sambung Rega


"Rega dah ada plening kamu kapan Sak" tanya Mama


"Tar dulu Nyonya belum ada yang pas" kaya Sakti


"Mama berapa kali mama bilang jangan panggil Nyonya panggil Mama, apa mau kamu saya pecat sekarang juga kalo kamu masih dengan panggilan itu" marah Mama

__ADS_1


"Maaf Nyo..... ma. maaf Mama" kata Sakti


"Itu lebih bagus" kaya Mama


"Mas aku masuk dulu ya" pamit Wienda yang sedari tadi diam aja


"Dah gak tahan ya Wien" kata Rega


"Iya dah gak tahan pengen nonjok kamu" kata Wienda sambil berlalu.


"Susul Yo nanti gak dikasih jatah tau rasa lo" kata Rega


"Bini gue lagi dapat, gak mungkin dapat jatah yang ada tar dapat omel" terang Tyo


"Perempuan kalo pas datang bulan suka serem sensi banget" celetuk Sakti


"Wuih pengalaman ni" kata Rega


"Bukan lagi pengalaman malah dah kenyang" imbuh Tyo


"Bukan begitu cuma tau" kata Sakti


"Oooooo" kata Mama


"Dah pada masuk istirahat, Mama juga mau istirahat" kata Mama


"Mama nginep sini kan" tanya Tyo


"Iya, mau dikelonin mama tuk terakhir kalinya" goda Mama

__ADS_1


"Ogah" Tyo berlari naik menuju kamarnya.


__ADS_2