
"Mas aku mau kerumah Bunda, boleh ya" pinta Wienda
"Mas sibuk sayang, tunggu sampai mas punya waktu luang" jawab Tyo
"Ya mas gak perlu ikut, aku kesana sama anak-anak aja, jadi gak ganggu kerjaan mas" kata Wienda santai
"Gak bisa kamu itu istri mas kalo kerumah Bunda harus dengan mas, lagipula jauh butuh waktu berjam-jam diperjalanan. Mas gak mau ambil resiko kalo terjadi apa-apa sama kalian. Selama mas belum ada waktu mas gak ijinkan kamu pergi. Biar Bunda sama ayah yang kesini. Biar dijemput Panji" kata Tyo
"Dirumah terus bosan mas, aku butuh suasana baru. Tiap hari mas sibuk kerja aku sama sikembar otakku juga butuh liburan. Seenggaknya kalo dirumah Bunda nanti aku bisa jalan-jalan disekitar tempat tinggal Bunda" celoteh Wienda
"Maaf ya sayang karena mas sibuk jadi kamu terabaikan" Tyo merasa. gak enak
"Aku gak masalah tapi boleh ya mas please" rengek Wienda
"Maaf sayang mas tetap gak ngijinin kamu kesana. Biar mereka yang kesini" tegas Tyo
Wienda tidak bisa berkutik lagi semua yang diomongin suaminya tidak bisa dibantah.
"Terserah" kata Wienda pergi meninggalkan suaminya
Wienda menghubungi Sesha
Tut Tut Tut Tut
"Iya Wien ada apa" tanya Sesha
"Lagi bete sama mas Tyo, jalan yuk" ajak Wienda
"Mau banget, tapi perut buncit gini pasti gak dikasih ijin sama mas Sakti" kata Sesha
"Bener banget, suami bisa bebas keluar masuk, giliran istri harus nunggu ijin dan gak tau kapan ijin itu keluar" keluh Wienda
"Sabar aja" kata Sesha membesarkan hati sahabatnya sekaligus iparnya
"Mereka tidak mikir kalo kita jenuh cuma dirumah doang, belum tentu sebulan sekali kita ijin keluar tapi jawabannya selalu gak lama-lama gedek juga" curhat Wienda
"Punya suami overprotektif tingkat dewa emang gitu Wien, kita yang harus mempunyai stok kesabaran extra, ibaratnya kita ketoilet aja dianterin" tawa Sesha
"Bener banget mau liat apa yang kita keluarkan, yang gak diprotes pah ah ih uh doang hahaha" tawa Wienda juga pecah
__ADS_1
"Tunggu aja tar kita balas dia yang stay dirumah kita yang kerja, dia kira kita perempuan cuma bisa ngabisin duit aja apa kita juga bisa lebih sukses dari kaum pengekang" kata Sesha
"Sha gimana kalo kita join buka usaha apa gitu biar gak gabut gini" usul Wienda
"Setuju banget, tapi usaha apa, eh lo kan perancang busana kenapa lo gak buka butik gitu" kata Sesha
"Sebenarnya aku dah ada kerja sama dengan Tante Zahra, semua desain aku dipake sama dia" kata Wienda
"Bagus dong, berarti gak perlu susah buat cari pelanggan secara butik Zahra dah terkenal seantero kota, hahaha" kekeh Sesha
"Bisa aja kamu" ucap Wienda
"Itu desain kamu yang dibeli apa hasil dari penjualan dibagi" tanya Sesha
"Desain aku dibeli" jawab Wienda
"Lo sih enak bisa dapat duit sendiri tanpa kerja keras" kata Sesha
"Kupikir pikir aku itu dah dapat semuanya yang gak kudapat kalo mau keluar susah nunggu surat ijin itu doang" gerutu Wienda
"Surat ijin hahaha" tawa Sesha mendengar kata Wienda
"Udah dulu panggilan alam menyambut" tut tut tut Sesha mematikan sambungan sepihak
"Malah mati" omel Wienda
Ditempat lain
"Cikha nanti aku ada acara diluar, mungkin gak pulang nanti aku mau pergi sama Rina" kata suami Cikha
"Ya" jawab Cikha dengan muka ditekuk
"Hei jangan ditekuk gitu mukanya, daddy gak suka liatnya" kata Daddy Cikha
"Harus Cikha seneng liat suaminya mau pergi dengan wanita lain meski itu juga istrinya sendiri" gerutu Cikha
"Cikha sayang dari awal kan tau kalo Daddy dah punya istri" kata Daddy
"Taulah bodo. Sekalian gak usah pulang kesini" sewot Cikha
__ADS_1
"Besuk waktunya cek kandungan kalo sampai lupa jangan harap bisa liat Cikha dan baby" ancam Cikha
"I am sorry baby, tapi kamu harus ngerti posisi Daddy" kata Daddy
"Cikha selalu ngerti tapi gak dimengerti" marah Cikha
"Kenapa jadi ribut gini sih, ok setelah acara selesai Daddy usahakan pulang" kata Daddy lembut
"Gak usah urus tu istri Daddy" sewot Cikha pergi meninggalkan Daddy-nya
"Punya istri remaja harus sabar" ucap Daddy.
Cikha memasuki kamar dan menangis sejadi-jadinya. Dia meratapi nasibnya yang harus jadi istri kedua selalu menjadi yang kedua. Semua berawal dari kesalahannya sendiri. Andai waktu itu dia tidak minum dan mabuk mungkin tidak akan berakhir seperti ini.
Flash back
"Rega kenapa kamu tega hianati aku kenapa kamu tega ninggalin aku argggg" teriak Cikha disebuah club
Cikha ngamuk-ngamuk karena pacarnya yang berada diluar negeri yang menjanjikan akan menikahi dirinya malah diketahui telah menikah dan sekarang istrinya tengah mengandung. Cikha sangat sakit hati. Sedangkan kedua sahabatnya tengah berbahagia.
Berkali-kali panggilan masuk dari kedua sahabatnya tapi diabaikan. Cikha merasa dibohongi oleh sahabatnya.
"Tidak mungkin Wienda tidak tau kalo Rega dah nikah dia kan keluarganya" rancau Cikha
Cikha berjalan sempoyongan keluar club. Dia menabrak seorang pria ditaksir pria tersebut berusia sekitar 40an.
"Puas lo dah ngancurin hidup gue" tetiak Cikha pada pria tersebut.
Pria yang ditabrak tersebutjuga datang dengan masalah keluarganya geram mendengar makian Cikha. Seketika darahnya mendidik menarik Cikha masuk kekamar yang disediakan pihak club. Pria itu dengan membabi buta memperkosa Cikha. Teriakan Cikha tidak dihiraukan sama sekali. Darah segar keluar dari kewanitaannya. Cikha menangis sejadi-jadinya tapi tidak dipedulikan. Pria tersebut terus memacu dirinya mengejar kepuasan dunia. Cikha pingsan karena tidak dapat menahan rasa sakit dikewanitaannya.
flash back off
Cikha menyesali semua kesalahannya. Bahkan setelah hampir 9 bulan Cikha belum berani memberitahu sahabatnya. Cikha telah memblokir nomor kedua sahabatnya. Sekarang dia mengingat sahabatnya.
"Mungkin benar mereka tidak tau pernikahan Rega karena Rega sendiri tidak mau keluarganya tau. Wienda Sesha maafkan aku. Setelah aku melahirkan aku akan menemui kalian dan meminta maaf. Ternyata menjauh dari kalian sangat sulit tidak ada tempat aku berbagi selain kalian. Disini aku punya suami tapi dia tidak menganggap aku istrinya. Dia cuma butuh kepuasan dariku. " guman Cikha
Dibalik pintu Daddy-nya memperhatikan Cikha, rasa bersalah pun menyelimuti dirinya.
"Maafkan aku Cikha tapi aku tidak mau kehilangan dia, tapi aku berusaha adil buat kalian. Maafkan aku Cikha maaf" batik Daddy nya
__ADS_1