
Tyo membawa Wienda kekamar. Dilantai itu hanya terdapat 3 kamar salah satunya ditempati Tyo. Wienda membuka pintu dan mendorong masuk. Tyo menurunkan Wienda diranjang yang sudah dipenuhi dengan kelopak bunga mawar 🌹🌹🌹.
"Mau bersih-bersih dulu apa langsung" goda Tyo
"Mas aku capek banget kakiku rasanya bengkak" keluh Wienda
"Sini aku pijitin" Tyo duduk memijit kaki istrinya
"Gak usah mas tidur aja yuk kamu pasti juga capek" kata Wienda
"Gak ganti baju dulu" tanya Tyo
"Hehehe iya ni aku mau ganti baju" Wienda berdiri hendak mengambil baju dikopernya tapi tangannya dicekal Tyo
"Kenapa mas" heran Wienda
"Sini mas bantuin" kata Tyo
Tyo menarik resleting gaun pengantin Wienda menampilkan punggung mulus tanpa cacat. Hanya melihat punggungnya Tyo dah menelan ludahnya. Tyo mengelus punggung mulus Wienda. Wienda yang diam aja seolah mendapat angin segar. Tyo segera melancarkan aksinya. Tyo menurunkan gaunnya hingga lantai kemudian melepaskan kait bra tangannya menjalar kedepan meraih buah dada Wienda dan meremas lembut.
Wienda yang sudah kelelahan pasrah aja ma suaminya. Mau protes juga percuma gak guna juga. Tyo mendekap tubuh istrinya dari belakang. Sebelumnya Tyo telah melepaskan pakaiannya. Tyo mendudukkan Wienda dipangkuannya. Dari belakang tangan Tyo menggerayangi tubuh Wienda bagian depan.
"Mas.... geli" suara Wienda dah serak serak tertahan
Tyo membalik tubuh istrinya dan langsung melahab bibir mungil pink itu.
__ADS_1
"Emmm.....
Tangan Wienda juga tak tinggal diam. Tangannya menggenggam benda padat dibawah yang sudah menegang meskipun belum maksimal. Tyo mengurut-urut biji Tyo. Tyo mengerang keenakan.
Pergulatan panas mereka berakhir dengar binar bahagia dari Tyo. Wienda sudah terlelap karena kelelahan. Durasi pergulatan mereka cukup lama sehingga menguras energi Wienda yang dari awal dah ngeluh capek. Tyo menarik selimut menyelimuti tubuh polos sang istri dan ikut berbaring disampingnya dengan mendekap erat tubuh polosnya. Keduanya menempel layaknya perangko dan suratnya.
Ditempat lain dua pasangan lanjut juga tengah menjalani kencan.
"Andrew kenapa kamu masih cinta sama aku padahal kita kan dah punya kehidupan masing-masing" tanya Dewi
"Cinta aku dari dulu gak pernah padam. Meski aku kamu tinggal nikah dan aku juga nikah tapi mantan istriku tidak mampu menggantikan posisimu dihatiku" kata Andrew
"Gombal banget kamu" kata Dewi
"Engga gombal serius" kata Andrew
"Dewiku sayang aku laki-laki normal gak mungkin nolak didepan mata ada yang menggoda. Ibarat kata kucing dikasih ikan pasti langsung dimakan gak taunya diracunin" jelas Andrew
"Hahaha jujur banget" kata Dewi
"Trus kenapa bisa cerei" tambah Dewi
"Dia selingkuh setelah melahirkan Sesha" awalnya aku diamin aja tapi lama-lama gak tahan juga dengan kelakuannya" kata Andrew
"Emangnya kurang apa dari kamu sampai dia selingkuh" tanya Dewi
__ADS_1
"Kurang banyak duit, waktu itu usahaku ada masalah dan hampir bangrut tapi untungnya masih bisa diselamatkan dan berkembang hingga sekarang" kata Andrew
"Oo jadi gitu" jawab Dewi
"Dah gak usah bahas masalalu"
"Aku mau minggu depan kita nikah" kata Andre
"Ok makin cepat semakin bagus hindari fitnah" kata Dewi
"Dah gak tahan ya" goda Andrew
"Kamu paling yang dah gak tahan" goda balik Dewi
"Emang kalo bisa sekarang aja kita nikah" kata Andrew
"Ah kamu tu" Dewi
"Nanti setelah nikah kamu tinggal dirumah aku, rumah yang disana biar ditempati Tyo pengantin baru biar puas kita tinggalin berdua" kata Andrew
"Kita nanti juga pengantin baru meski dah tua, apa nanti kamu masih kuat" kata Dewi
"Kau meragukan aku, apa perlu kita buktikan sekarang" tantang Andrew
"Gak mau tunggu aja kalo dah sah dan awas aja kalo gak kuat" kekeh Dewi
__ADS_1
"Aku minum jamu biar kuat sampai kamu minta ampun" Andrew
Hahaha mereka tertawa bersama mengingat pembicaraan yang gak berfaedah