
Hari ini pertemuan keluarga Sakti dan Sesha. Keluarga Sakti hanya bik Ulfa. Mereka membahas perihal pernikahan Sakti dan Sesha. Sebenarnya Sakti enggan menikah dengan Sesha. Alasannya Sesha terlalu agresif dan Sakti tidak menyukai, apalagi Sesha telah berbohong kalo mereka selama ini telah tidur bareng.
Tapi apa yang bisa dilakukan Sakti selain pasrah karena pada kenyataannya Sesha sering sekali nginep di apartemen Sakti. Sebenarnya Tyo kasihan pada Sakti tapi mungkin itu lebih baik agar Sakti tidak jomblo akut.
"Begini bik Ulfa seperti yang kita semua ketahui bahwa mereka berdua telah melakukan hal yang jauh tanpa sepengetahuan kita, jadi alangkah lebih baiknya kalo mereka kita nikahkan saja" kata Papa Andrew
"Kalo itu saya terserah gimana baiknya aja tuan" kata bik Ulfa
"Kalo bibik setuju minggu depan kalian nikah" tegas Papa Andrew
Sakti hanya mengangguk lemah sedang Sesha tersenyum lebar.
"Dasar rubah licik" batin Sakti
"Jangan kasih kesempatan pada Sesha tuk bebas kamu harus hukum tu rubah licik" bisik Tyo
Sakti melotot mendengar bisikan Tyo
"Dari cerita Wienda, dia itu liar banget tapi masih segelan, selama ini dia yang ngejar-ngejar kamu jadi sekarang kamu tangkap dan kurung dia dalam hidupmu" Tyo tergelak
Semua mata tertuju pada Tyo dak Sakti.
"Apa yang kalian berdua tertawakan" tanya Mama Dewi
"Gak ada ma itu Sakti dah kebelet pengen cepet-cepet nikah katanya" elak Tyo
Replek Sakti meninju lengan Tyo
"Besuk kalian fiting baju" tambah Mama Dewi
__ADS_1
"Engga ma Sesha maunya desainnya Wienda yang buat" kata Sesha
"Waktunya gak cukup kalo desain sendiri" jawab Wienda
"Kan lo punya banyak desain yang dah jadi pilih aja salah satu diantaranya" ucap Sesha
"Terserah" jawab Wienda
"Akadnya disini resepsinya dihotel XX" kata Papa Andrew
"Tyo tugas kamu besuk cari desain undangan Steven cari WO jadi semua kebagian tugas" tegas Papa Andrew
"Trus tu calon pengantin ngapain" tanya Tyo
"Mereka harus dipingit" kata Mama Dewi
"Kalo dipingit besuk fiting bajunya gimana" tanya Sesha
"Mulai besuk Wienda disini sama Mama" kata Mama Dewi
"Yang dipingit Sesha apa Wienda ma" tanya Tyo
"Ya Sesha lah" jawab Mama
"Terus kenapa Wienda harus tinggal disini kan dia punya rumah" sarkas Tyo
"Biar disini aman sama Mama, kamu kan harus bantuin ngurus semuanya, kalo dirumah kan gak ada temannya, kalo disini kan ada Mama yang menjaga calon cucu Mama" jelas Mama Dewi
Tyo dan Wienda sama-sama menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Dah malam kalian semua istirahat, Papa juga mau istirahat" kata Papa Andrew yang beranjak dari duduknya dan pergi menuju tempat peraduan bersama sang istri.
"Udahlah mas yuk bobok" ajak Wienda yang bergelayut di lengan suaminya
Dikamar Tyo dan Wienda
"Mas kira-kira Sakti suka gak sih ma Sesha, kok aku perhatikan dari tadi mukanya ditekuk mulu" tanya Wienda yang memainkan dada bidang suaminya
"Gak tau juga, selama ini Sakti juga gak cerita kalo suka ma Sesha, dari awal kan Sesha yang getol banget menginginkan Sakti" kata Tyo yang mulai terangsah oleh gerakan istrinya.
"Sayang kamu membangunkan yang dibawah" imbuhnya
"Sengaja" jawab Wienda asal
"Dah makin berani ya sekarang" Tyo mulai meremas benda kenyal kesukaannya
"Mas ahhh......"
Terjadilah malam panjang nan panas mereka, semenjak hamil Wienda semakin agresif saja bahkan Tyo sampai kewalahan meladeni keinginan sang istri.
Ditempat lain Sakti sedang bingung. Dirinya bingung bagaimana nasibnya setelah menikah. Sakti sama sekali tidak menyukai Sesha. Selama ini tidak pernah menolak Sesha karena Sesha putri tuannya tidak lebih tapi ternyata Sesha mempunyai tujuan lain.
"Aaarrggg......"
"Kenapa jadi seperti ini"
"Maju mundur mati konyol"
"Sesha kamu membuat hidupku jungkir balik" teroak Sakti
__ADS_1
"Bener kata Tyo kalo gua harus tegas sama Sesha dan jangan mau kalah"
"Ok kita lihat rubah licik siapa yang mampu bertahan" Sakti menyeringai licik