TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
kepulangan baby Arimbi


__ADS_3

Seminggu sudah pasca melahirkan, kini Wienda sudah kembali kerumahnya. Sebuah kamar dengan dekorasi serba pink menjadi tujuan utama. Kamar tersebut diperuntukkan putri mungilnya Arimbi. Dinding bergambar princess menambahkan kesan feminim.


Seperti biasa seluruh keluarga berkumpul menyambut kedatangan anggota baru. Ada Mama Dewi Papa Andrew Bunda Sandra Ayah Budi Sesha bik Ulfa Wike dan sekarang ada Cikha juga. Semua antusias menyambut kepulangan Wienda.


Tyo mendorong kursi roda istrinya. Sedang bayi mungilnya ada dengan suster yang akan menjadi pengasuhnya.


"Selamat datang Tyo Wienda junior. Arimbi Zanneta Wildan Pratama" ucap Sesha


"Terimakasih sudah menyiapkan semua ini" ucap Wienda tulus


"Sama-sama kakak. Kita antusias banget menyambut debay Arimbi " Cikha


"Ada Cikha juga" Tyo


"Iya dok pengen ikut menyambut Wienda " Cikha


"Cucu Oma yang paling cantik, udah dirumah sayang sekarang " ucap Oma Dewi mengakak bicara cucunya


"Aduh cantiknya ponakan tante, besar bakal jadi primadona nanti, siap siap aja kak putrinya jadi rebutan para cowok-cowok kece" Wike


"Banyak yang ngrebutin nanti, Ini aja cucu Papa ada 4, ceweknya cuma satu" timpal Papa Andrew


"Papa tenang aja , Nanti kak Steven istrinya biar diprogram melahirkan bayi cewek" Sesha


"Calonnya aja belum ada" Mama


"Sabar Mama, nanti ada waktunya" yang diomongin panjang umur tiba-tiba nongol


"Kapan datang" Tyo


"Gini ni kalo ada keluarga baru yang lama diacuhkan" rajuk Steven


"Ya habisnya kayak jelangkung muncul tiba-tiba " Tyo


"Pa, anak Papa yang gantengnya maksimal dikatain jelangkung ni sama anak tua Papa " Steven mengadu


"Hey ralat bukan tua tapi matang" sanggah Tyo


"Mas tua ya tua aja gak usah alasan matang" Steven


"Setidaknya dah laku, dari pada situ gak laku-laku, jones mulu" ejek Tyo


"Tunggu aja tanggal mainnya " Steven


"Tiga bulan. Bawa calonmu ketemu mas" Tyo


"Fine" Steven setuju


"Bahkan sekarang udah ketemu" gumannya


"Ngomong apa barusan" Wienda


"Gak ngomong apa-apa kakakku yang cantik" Steven


Wienda menangkap gelagat mencurigakan dari kedua adiknya itu.


"Kalian berdua kenapa" tanya Wienda pada kedua adiknya


"Siapa, aku," tanya Wike balik


"Iya kamu sama Steven ada hubungan apa" tanya Wienda to the point

__ADS_1


"Gak ada apa-apa kita cuma teman biasa" jawab Steven santai


"Awas ya kalo ketahuan" ancam Wienda


"Gak papa yang kalo mereka berdua ada hubungan" Tyo


"Ya emang gak papa, tapi gak usah sembunyi-sembunyi" Wienda


"E aku balik kekantor dulu ya, bye kakak ipar yang cantik" Steven


"Jangan kabur aku mau ngomong sama kamu" Wienda


"Nanti kita ngobrol panjang lebar sekarang aku ada meeting penting. Bye" Steven lari keluar dari kamar baby Arimbi


"Istirahat dulu sayang baby Arimbi banyak yang jaga, kamu istirahat. Ayo aku antar kekamar " kata Tyo lembut


"Iya mas " Wienda mengangguk


Tyo mendorong kursi istrinya Wienda dibawa masuk kekamarnya untuk istirahat. Tyo tipe suami yang sempurna. Perhatikan baik penyayang dan yang terpenting sangat mencintai istrinya.


"Mas kalo aku nanti ketiduran bangunin ya" pinta Wienda


"Yang namanya istirahat ya tidur sayang. Kalo kamu tidur trus dibangunin gak istirahat dong namanya " canda Tyo


"Maksudnya kalo aku lama tidurnya gitu lo suamiku tersayang " Wienda


"Ok kalo aku juga gak ketiduran" jawab Tyo santai


"Udah tidur biar cepat pulih" kata mutlak tidak bisa dibantah. Tyo mengankat istrinya dari kursi roda dan merebahkan diranjang mereka. Tyo ikut baring dan mendekap erat tubuh istrinya.


Setelah beberapa saat


"Mas"


"Gak bisa tidur "


"Kenapa, gak nyaman"


"Lapar"


"Astaga sayang, kenapa gak bilang dari tadi"


"Ku kira mas Tyo dah tidur"


"Meskipun mas tidur kalo sayangku butuh sesuatu mas pasti ambilin"


"Makasih mas, gara gara Wienda mas jadi repot"


"Ini sudah jadi tugas mas"


"Kita ini pasangan suami istri jadi kita harus selalu ada disaat satu membutuhkan, simbiosis mutualisme. Saling melengkapi saling membutuhkan saling menguntungkan pastinya"


"Sekarang apa untungnya mas melayani aku"


"Arimbi"


"What "


"Karena kamu udah berjuang melahirkan putri cantik untukku dan sebelumnya telah memberi putra kembar yang sangat tampan jadi ini tidak seberapa dengan perjuanganmu memberikan kebahagiaan yang tidak terkira. cup" sapi kecupan mendarat dikening istrinya


"Terimakasih mas aku sangat mencintaimu"

__ADS_1


"Mas lebih sangat mencintaimu, cup"


"Ini jadi makan gak"


"Hehehe maaf"


"Mau disuapin apa sendiri"


"Sendiri aja"


"Udah gak manja lagi sekarang"


"Gak, yang manja udah lahir, siap siap aja dengan putrimu"


"Aku menantikannya sayang "


"Yang mas kok jadi ingat, apa bener Wike ma Steven ada hubungan "


"Aku belum tau, tapi melihat gelagat Wike yang memerah waktu dekat Steven kayaknya memang ada sesuatu diantara keduanya "


"Ingat gak pas ulang tahunku kemarin" Wienda


"Ya kenapa" Tyo


"Wike kan gak mau nginep disini, ternyata dia dibawa Steven ke apartemennya dan Wike nginep disana" Wienda


"Dari mana kamu tau" Tyo


"Indra" Wienda


"Indra" Tyo mengulang


"Indra itu teman aku sama Sesha dulu dikampus dan sekarang jadi anak buahnya Panji, masa gak tau bodyguardnya sendiri" Wienda


"Maaf sayang terlalu sibuk buat ngurus hal sepele seperti itu. Kok tau Wike sama Steven " tanya Tyo


"Indra pernah beberapa kali bertemu dengan Wike" Wienda


"O trus kamu suruh mata matai adikmu gitu" Tyo


"Kebetulan aja Indra ada ditempat itu karena Indra tinggal diapartemen itu juga dan melihat keduanya masuk apartemen yang sama" Wienda


"Lagi"


"Habis, cuma itu yang dia tau" Wienda


"Bukan berarti terjadi sesuatu kan" Tyo


"Aku emang gak mikir kesitu, tapi aneh aja dia sedang merayakan ulang tahun kakaknya dan bisa nginep dirumah kakaknya tapi kenapa malah bohong bilang langsung pulang ke Jogja padahal nginep disana 2 hari" Wienda


"Apa 2 hati" Tyo


"Iya aneh bukan " Wienda


"Kalo begini masuk akal kecurigaanmu" Tyo


"Maka dari itu waktu Papa bilang Steven ada di Jogja aku langsung kepikiran soal ini, apalagi papa bilang tak ada kerja sama dengan orang Jogja " Wienda


"Kalo emang bener mereka ada hubungan kamu setuju gak sama hubungan mereka. Keduanya adik kita" Tyo


"Setuju aja, toh tidak ada larangannya mereka menikah" Wienda

__ADS_1


Biarkan mereka saling mengenal aku yakin mereka bisa dipercaya" Tyo


"Iya semoga " Wienda


__ADS_2