TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Belum jelas


__ADS_3

Sakti sudah mendapatkan rekaman CCTV dari kafe x. Panji juga sudah dirumah setelah dari kepolisian. Malam ini Tyo Sakti dan Panji merencanakan penjebakan terhadap tersangka yang masih belum diketahui. Mereka bertiga memutuskan pergi ke apartemen Sakti karena dirumah ada Mama sama Papa Andrew.


"Astaghfirullah hal adzim Wienda kenapa mukamu kok babak belur gitu" Mama kaget yang melihat Wienda mukanya bengep.


"Tadi dikampus Wienda nyungsep dikoridor" jawab Wienda bohong


"Kok bisa gimana ceritanya" sahut Papa Andrew


"Wienda jalannya nglamun pa, gak taunya didepan ada OB yang lagi kerja, alhasil aku nabrak ember berisi air trus jatuh apesnya didepanku tembok pembatas" karang Wienda


"Kenapa bisa nglamun memangnya mikirin apa" tanya Mama


"Semalam mas Tyo minta ijin keluar kota, dan aku gak kebayang kalo mas Tyo gak ada" jawab Wienda asal


"Ha cuma karena mau ditinggal keluar kota muka ampek bengep gini, Wienda Wienda ada aja kamu ini" Mama geleng-geleng kepala.


"Namanya juga suami istri ma kalo bobok gak ada yang nemani kan dingin ma meski dulu terbiasa bobok sendiri" jawab absurt Wienda


"Dasar bucin" tambah Mama


"Kayak kamu enggak aja ma" timpal Papa Andrew


"Kapan emang aku nglarang nglarang Papa buat keluar kota" tanya Mama


"Kamu memang gak pernah nglarang aku pergi, tapi kamu selalu ikut kemanapun aku pergi" jawab Papa

__ADS_1


"Hey bukan ikut tapi kamu bawa bedain" omel Mama


"Sama intinya kamu juga gak mau jauh dari Papa" kata Papa


"Tyo kemana Wienda kok gak kelihatan" tanya Mama


"Ketempat Sakti mau bahas pekerjaan" jawab Wienda asal


"Kok gak Sakti aja yang kesini" tanya Papa


"Gak tau Pa kata mas Tyo kangen ma apartemennya" jawab Wienda


"O" kata Mama


"Mama sama Papa kenapa gak tinggal disini aja biar rumah rame kalo mas Tyo pergi gini Wienda ada teman ngobrol" pinta Wienda


"Iya pa, sekali kali gantian ajak Tyo nginep dirumah Papa, kalian kan belum pernah nginep disana" tambah Papa


"Iya pa"


"Wienda pamit kekamar dulu ya Ma Pa, kepala Wienda pusing" pamit Wienda


"Ya istirahat lah" kata Mama


Wienda pergi ke kamarnya. Sebenarnya sampai kamar Wienda juga tidak istirahat. Wienda malah menggambar disain disain baju koleksinya. Wienda berniat mencari partner buat coretan tangannya. Tapi saat sekarang ini Wienda masih takut keluar.

__ADS_1


Jam 11 Tyo pulang dari apartemen Sakti. Wienda masih terjaga, dari tadi meski pamit sama mertuanya mau istirahat nyatanya sampai sekarang belum istirahat juga.


"Kok belum tidur sayang, kan tadi aku dah bilang gak usah nungguin tidur lebih dulu aja" kata Tyo lembut


"Aku gak bisa tidur mas" ucap Wienda


"Kenapa, apa sakit banget mukanya" tanya Tyo kawatir


"Sakit sih enggak tapi gak bisa merem padahal mata terpejam tapi pikiran melayang" jawab Wienda


"Tenang aja kejadian tadi siang gak usah dipikirkan. Kejadian seperti tadi tidak akan terjadi lagi mas janji akan melindungimu dan menjagamu 24 jam" kata Tyo


"Tapi aku takut mas kira-kira siapa ya dan apa yang diincar dariku" tanya Wienda polos


"Aku juga gak tau sayang" kata Tyo menenangkan


"Terus tadi ada info gak" tanya Wienda


"Belum jelas sayang. Tapi kamu tenang aja Sakti sama Panji lagi berusaha mencari siapa dalang dari semua ini" kata Tyo


"Tapi aku takut mas" Wienda memeluk erat suaminya


"Mungkin untuk sementara waktu kamu dirumah aja, kalo gak penting-penting banget gak usah keluar" titah Tyo


"Trus kuliah ku gimana" tanya Wienda

__ADS_1


"Gampang kan bisa online" jawab Tyo


Wienda mengangguk tanda setuju.


__ADS_2