
Malam ini setelah semua keluarganya pulang kerumah masing-masing, Wienda segera menyusul suami yang terlebih dulu masuk kamar. Sebelumnya melihat putranya terlebih dahulu.
"Mas kok gak tidur" tanya Wienda
"Belum ngantuk" jawab Tyo
"Mereka sudah pada pulang titip salam sama kamu karena gak bisa pamit sama kamu mas" kata Wienda yang berjalan menuju walk in closed untuk ganti baju
"Wa'alaikumsalam" jawab Tyo
"Ah akhirnya kembali lagi dikasur empukku" kata Wienda dan membaringkan tubunya disamping suaminya
"Mulai malam ini bisa tertidur dengan nyenyak kembali" katanya lagi
"Maaf ya sayang gara-gara aku tidurmu jadi terganggu" kata Tyo merasa gak enak
"Ngomong apa sih mas, kamu itu suamiku, jadi apapun yang terjadi diantara kita sudah seharusnya ikut merasakan jadi gak usah merasa gak enak gitu" kata Wienda menatap suaminya
"Makasih sayang kamu selalu ada buat aku disaat aku lagi terpuruk" kata Tyo
"Itulah gunanya istri ada saat sakit saat susah saat terjatuh bukan hanya ada saat bahagia aja saat senang-senang aja saat enak-enak aja" kata Wienda
"Sini" Tyo menepuk lengan atasnya untuk dijadikan bantal istrinya.
"Ini tempat ternyaman aku" Wienda menyambut suaminya dengan memeluk suaminya
Tyo mengusap usap lembut rambut istrinya. Deru nafas teratur terdengar. Wienda sudah terlelap dalam dekapan suaminya.
"Selamat tidur sayang mimpi indah ya, aku janji akan membahagiakan kamu seumur hidupku" kata Tyo yang mengecup kening istrinya
Wienda mengerjabkan matanya ketika tangan suaminya menyusuri pipi tirusnya.
"Pagi sayang" ucap Tyo
"Selamat pagi hubby" jawab Wienda
"Semalam tidurmu nyenyak banget" kata Tyo
"Harus dong kan tempat ternyamannya disini" Wienda menunjuk dada suaminya
"Ayo bangun temani aku jalan jalan" kata Tyo
"Kemana, kamu baru pulih gak usah bikin ulah" kata Wienda tegas
"Tenang sayang aku cuma mau jalan-jalan ditaman belakang rumah" kata Tyo
"Aku mandi dulu" Wienda ingin beranjak tapi tangannya ditahan suaminya
"Ada apa lagi" tanya Wienda
"Bareng aku juga mau mandi" kata Tyo
"Ayo" mereka berjalan bergandengan tangan
30 menit mereka sudah rapi. Keduanya memang hanya mandi tidak lebih. Keduanya keluar kamar tangannya tak pernah lepas satu dengan lainnya.
__ADS_1
Sebelum kebawah untuk sarapan mereka menengok putranya.
"Pagi boys" kata Tyo dan mencium pipi kedua putranya, begitu juga dengan Wienda
"Anak Mama udah ganteng ganteng mau temani Papa jalan jalan gak" tanya Wienda
"Yee" sorak keduanya gembira
Sekarang keempatnya menuruni tangga menuju meja makan yang sudah ditunggu Mama dan Papanya
"Pagi ma pagi pa" sapa Wienda
"Pagi sayang" jawab Mama
"Pagi cucu cucu Oma" Mama menyapa cucu kembarnya
"Pagi Oma pagi Opa" jawab Wienda menirukan suara mereka
"Mama" protes kembar
"Hehehe peace sorry" Wienda mengacungkan jarinya membentuk V
Sikembar dari keluar kamar menempel terus sama Papanya
"Makan dulu disuapi suster ya" kata Wienda
"No no no no" jawab keduanya
"Papa" kata Marvel
"Kalian mau Papa yang suapin" tanya Tyo
"Sini sayang biar mas yang suapi mereka" Tyo mengambil mangkok makanan kembar
"Kangen ya sama Papa" tanya Opa Andrew
Keduanya mengangguk karena mulutnya penuh.
Akhirnya mereka makan dengan tenang. Selesai sarapan Papa dan Mamanya pamit pulang.
"Yo Mama sama Papa pulang dulu ya" pamit Mama Dewi keanaknya Tyo
"Iya ma hati-hati kalian" kata Tyo
"Siap son" jawab Papa Andrew
"Ganteng Oma sama Opa pulang dulu ya" pamit Mama Dewi pada kedua cucunya
"Dada" kata keduanya dengan melambaikan tangannya
"Salim dulu sama Oma dan Opa" kata Wienda
Keduanya melakukan apa yang diucapkan Mamanya.
Setelah Mama dan Papanya pergi Tyo menggandeng kedua putranya berjalan disekitar rumahnya. Mengelilingi taman buatan Mamanya dulu, Dan sekarang mereka duduk digazebo taman.
__ADS_1
"Mas jangan memaksakan diri" kata Wienda mengingatkan suaminya
"Iya sayang mas sudah sehat mas udah kuat kok" kata Tyo membela diri
"Papa" panggil Marvin
"Iya boy" jawab Tyo
"Tu" tunjuk Marvin pada balon yang menggantung di langit-langit gazebo.
"Kalian mau balon" tanya Tyo
"Heeh" jawab Marvin
Tyo berdiri mengambil balon itu.
"Marvel mau juga"
"No" jawab Marvel
"Kenapa? Bagus lo ini" tanya Tyo
Marvel menggeleng.
"Nyonya ini minumannya" kata art
"Makasih bik" jawab Wienda
"Gaes ini minuman kalian jus buak kesukaan kalian" kata Wienda
"Makasih sayang " kata Tyo
"Mama " Marvel meminta punyanya
"Ini jus jeruk punya Marvel jus melon punya Marvin " kata Wienda
"Punya Papa " tanta Tyo
"Punya Papa ini" Wienda menyerahkan jus jeruk.
Sedangkan dirinya minum jus wortel. Mereka berempat duduk santai digazebo sambil bercanda tawa. Mereka menghabiskan waktu sampai siang waktu makan siang dan sikembar harus bobok siang.
"Sini Mama gendong yuk kekamar " ajak Wienda
Tyo menggendong Marvin sedang Wienda menggendong Marvel. Wienda segera memanggil pengasuh putranya untuk mengambil alih Marvin dari suaminya.
"Tolong tidurkan mereka " kata Wienda
"Baik Nya " kata baby sitter
Wienda berjalan mengikuti langkah suaminya masuk kamar. Wienda memberikan obat untuk suaminya.
"Minum dan istirahat " kata Wienda
"Temani" kata Tyo manja
__ADS_1
"Oke" jawab Wienda
Keduanya tertidur dengan pulas.