TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Wienda diserang


__ADS_3

Pagi ini Wienda pergi ke kampus diantar Panji seperti biasa. Tapi kali ini Panji tidak boleh jauh dari Wienda. Sebelum berangkat ke kantor Tyo telah berpesan pada Panji untuk menjaga Wienda dengan ketat. Pasalnya perasaan Tyo tidak enak dan was-was.


"Makasih bang" kata Wienda yang turun dari mobil sesampainya di kampus.


"Sama-sama non" kata Panji.


Panji diam-diam mengikuti Wienda dari jauh. Wienda masuk kelasnya, Panji duduk dipojokan koridor kampus. Matanya tak lepas dari pintu ruang kelas Wienda. 2 jam sudah akhirnya kelas usai. Wienda keluar kelas dan menuju toilet hendak menuntaskan hajadnya. Selesai dari toilet Wienda dihadang 3 cowok asing. Penampilannya seperti preman.


"Ini dikampus kok ada preman sih" batin Wienda


3 orang itu menyapa Wienda. Wienda balas menyapa meski perasaannya sudah tidak tenang. Dari jauh Panji memperhatikan gerak-gerik 3 orang tersebut. Melihat gelagat yang kurang enak Wienda segera mengambil langkah seribu, Wienda hendak lari tapi kalah cepet. Wienda terpojok disudut kamar mandi. Wienda teriak-teriak minta tolong. Panji segera berlari kearah Wienda berada. Satu pukulan berhasil mendarat dipipi salah satu orang yang mengepung Wienda. Melihat Panji didepannya Wienda langsung menendang ************ pria didepannya. Orang tersebut terjengkang kebelakang sambil meringis menahan ngilu dibenda pusakanya.


Panji menarik tangan Wienda membawa keluar dari tempat tersebut.


"Kejar mereka jangan sampai lolos" kata salah satu orang tersebut.


Sampai didepan ruang kelas Wienda berhenti mengambil nafas sebelum berlari.


"Ada apa non" tanya Panji


"Ngapain kita lari, kita hadapi mereka bertiga " kata Wienda yakin

__ADS_1


"Tapi non" Panji kawatir karena Panji belum tau kalo Wienda juga jago beladiri. Pejahat itu berhasil mengejar Wienda. Wienda dan Panji segera pasang kuda-kuda. Wienda lebih dulu melayangkan tinjunya pas mengenai hidung penjahat itu hingga darah segar menetes. Mereka berlima saling serang sampai ketiga penjahat terkapar tak berdaya. Bukan berarti Wienda dan Panji tidak terluka. Mereka berdua juga babak belur.


Mahasiswa yang melihat kejadian ini segera melapor pada pihak keamanan kampus. Satpam baru datang setelah pertarungan sengit terjadi. Satpam membawa ketiga penjahat tersebut keruang keamanan. Wienda dan Panji mengikuti dari belakang. Mereka dimintai keterangan. Setelah pemeriksaan ternyata ketiga penjahat tersebut bukan mahasiswa dikampus tersebut.


Panji melaporkan kejadian ini kepolisi. Polisi datang ke kampus melakukan olah TKP. Setelah meminta keterangan para saksi polisi mengamankan ketiga penjahat tersebut. Wienda dan Panji sebagai saksi.


Tyo yang mendengar insiden penyerangan terhadap istrinya sangat murka. Tyo segera meninggalkan meja kerjanya. Dipintu Tyo bertemu dengan Sakti. Sakti yang melihat tyo dengan muka merah padam memberanikan diri untuk bertanya.


"Ada apa tuan muda apakah terjadi sesuatu" tanya Sakti


"Kamu urus meeting sebentar lagi, Wienda dalam bahaya" kata Tyo


"Nona Wienda kenapa tuan muda" tanya Sakti


" Baik tuan muda" jawab Sakti


Tyo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak mau terjadi apa-apa pada istrinya. Rupanya ini yang membuat pikirannya gak tenang sedari pagi. Tyo telah tiba diparkiran kampus. Tyo bertemu Sesha ma Cikha.


"Dokter Tyo"sapa Cikha


"E kalian, dimana ruang keamanan" tanya Tyo

__ADS_1


"Disana, ada apa mas nyari ruang keamanan" tanya Sesha


"Wienda habis diserang orang sekarang berada diruang keamanan" kata Tyo


"Astaghfirullah hal adhim, ayo mas aku antar" kata Sesha


Mereka bertiga berjalan cepat keruang keamanan. Oisana sudah ramai orang. Ada 3 orang polisi, 2 security kampus dekan serta beberapa orang. Tyo tidak menemukan orang yang dicintainya. Tyo bertanya pada salah satu orang diruangan tersebut.


"Dimana istriku Wienda" tanya Tyo


"Dibawa keruang kesehatan beserta bodyguard nya" jawab sala satu dari mereka.


Tyo bergegas pergi keruang kesehatan dengan 2 sahabat Wienda. Tyo langsung menerobos masuk. Wienda sedang diobati oleh tenaga kesehatan yang ada. Tyo segera meraih tubuh istrinya dalam dekapannya.


"Sayang apa yang terjadi" tanya Tyo


"Aku juga gak tau mas, tiba-tiba ada 3 orang menghadang waktu aku keluar dari toilet" jawab Wienda


"Sakit banget ya" Tyo menyentuh pipi Wienda yang mulai keunguan


"Heeh" kata Wienda

__ADS_1


"Kok bisa sih Wien, emang lo punya musuh" tanya Sesha


"Sepertinya orang bayaran"


__ADS_2