TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Tyo sadar


__ADS_3

Waktu terus berlalu hari terus berganti. Sebulan sudah dokter Tyo terbaring koma. Berbagai upaya serta usaha telah dikerahkan bahkan mendatangkan dokter dari berbagai rumah sakit terkenal dinegara tetangga, tapi hasilnya semua nihil.


Wienda sudah pasrah berharap ada keajaiban untuk suaminya. Wienda sudah pasrah dengan takdir hidupnya. Air matanya sudah kering. Bukan menyerah tapi dokter saja sudah angkat tangan.


Menurut kata para dokter ahli yang didatangkan dari luar negeri secara medis kondisi dokter Tyo baik-baik saja. Semua organ vital tidak ada yang salah semua normal, bahkan saraf-sarafnya pun semua normal tidak ada yang salah.


Para dokter ahli juga bingung kenapa sampai sekarang dokter Tyo belum sadar sadar padahal kondisi medis semua sehat.


"Mas mana janjimu yang akan menjaga dan melindungi aku mas"


"Katanya cinta ma Wienda mas"


"Bangun mas, putra kita butuh kamu mas" tangis Wienda dalam diam


"Pa pa pa pa pa" ucap bayi Marvel yang menepuk nepuk pipi Papanya. Air liurnya menetes mengenai punggung tangan Papanya.


"Pa pa pa pa pa" kata Marvin yang menarik narik ujung baju yang dikenakan Tyo


Wienda semakin teriris hatinya melihat putranya merengek memanggil Papanya. Dari interaksi sikembar dengan Papanya ternyata membuahkan hasil. Tyo menggerak gerakan jari jarinya. Wienda yang melihat awalnya mengira hanya karena badannya digoyang goyangkan putranya. Tapi pergerakan itu semakin intens dan perlahan Tyo membuka mata.


Wienda segera menekan tombol memanggil dokter. Wienda langsung sujud syukur melihat suaminya membuka mata. Wienda juga memeluk kedua putra kembarnya dan membawa sikembar duduk disofa. Tak henti Wienda mengucapkan syukur.


Dokter masuk dan memeriksa kondisi dokter Tyo.


"Subhanallah ini sungguh keajaiban Nyonya" kata dokter setelah selesai memeriksa kondisi Tyo


"Alhamdulillah dok, Tuhan telah mengembalikan suamiku" kata Wienda


"Kalo begitu saya permisi dulu Nyonya" pamit dokter


"Terimakasih dok" kata Wienda


Dokter keluar dari ruangan. Wienda menangis melihat suaminya kini.


"Alhamdulillah" Wienda kembali mengucap syukur. Wienda segera menghubungi Mama mertuanya. Mengabari kalo suaminya sudah sadar.


"Mas, Alhamdulillah mas sudah sadar" Wienda menciumi punggung tangan suaminya


Tyo mengangguk lemah


"Air" katanya


"Air" Wienda mengulangi ucapan Tyo


"Mas minta air" kata Wienda selanjutnya


Tyo mengangguk. Wienda memberikan Tyo minum. Mengangkat sedikit kepala suaminya. Tyo meminum habis setengah gelas. Ini cairan pertama yang masuk setelah sebulan lamanya.


Putra kembarnya yang berdiri disofa sedari tadi hanya diam menyaksikan interaksi kedua orangtuanya. Wienda yang baru menyadari segera mengambil keduanya dan mendekatkan pada Papanya.


Tangan lemah Tyo bergerak menyentuh pipi gembul putranya. Marvel dan Marvin diam aja menikmati sentuhan Papanya.


Ceklek. Pintu dibuka memunculkan seorang wanita paruh baya yang masih memiliki aura kecantikan. Mama masuk dengan Papa Andrew. Mama segera menubruk tubuh kurus putranya dan memeluknya. Papa mengambil Marvin dan Marvel berdiri disampingnya. Baby sitter sudah masuk mau mengambil alih Marvel Marvin tapi keduanya menolak.


"Sayang kamu sudah sadar, bagaimana perasaanmu" tanya Mama Dewi


"Baik ma" jawab Tyo lirih


Ceklek, pintu terbuka dan suster masuk membawa nampan berisi bubur dan susu.

__ADS_1


"Nyonya itu makanan untuk dokter Tyo" kata suster dan meletakkan nampan diatas nakas


"Terimakasih sus" kata Wienda


"Sama-sama Nyonya, permisi" pamit suster


"Mas makan dulu" kata Wienda


Wienda menyuapi bubur kemulut suaminya dengan telaten. Tyo habis 5 suapan.


"Udah cukup" kata Tyo lemah


Wienda menaruh mangkok berisi bubur kembali dan menyodorkan susunya.


"Minum dulu" kata Wienda


Semua keluarganya datang memenuhi ruangannya. Meski semua bahagia melihat Tyo sudah sadar tapi semuanya diam menjaga ketenangan pasien.


"Tuan" sapa Sakti


"Masih ingat dengan saya" tanya Sakti dengan senyuman


Tyo tidak menjawab malah melayangkan tinju kearahnya seperti biasa.


"Wis baru sadar aja dah mau menghajar saya, keluar dari rumah sakit saya mau ambil cuti dan mas Tyo kembali memimpin perusahaan" canda Sakti


"Kenapa" Wienda bertanya dengan kepo


"Kan pemilik sebenarnya sudah sehat jadi saya mau menikmati hidup sebagai Papa baru untuk anakku dan mytime dengan istri" jawab Sakti


"Gak bisa mas Tyo yang harus mytime sama aku, kamu mytimenya lain waktu" jawab Wienda


"Gak suami gak istri semua pemaksa" jawab Sakti yang kemudian duduk disofa memangku Marvel


"Aku maksa siapa" tanya Sakti tak terima


"Sesha" jawab Wienda


"Ya ampun kak maksa Sesha dari mananya" Sakti tak terima dengan tuduhan Wienda


"Pikir sendiri kamu maksa Sesha saat apa" kata Wienda


"Selamat mas bro kakak ipar batal jadi janda muda" kata Steven


"Apa katamu" Wienda meninggikan nada bicaranya


"Piss kak bercanda" Steven mengacungkan dua jarinya membentuk V


Tyo hanya tersenyum melihat keluarganya berkumpul.


"Yang" panggil Tyo lemah


"Ya mas" Wienda mendekat


"Duduk sini jangan jauh-jauh" pinta Tyo


"Ini mas Tyo istriku mau melihat mas Tyo" kata Sakti menyodorkan ponselnya yang sedang melakukan panggilan vidio.


"Hay Sha" sapa Tyo

__ADS_1


"Alhamdulillah akhirnya bisa dengar suara mas dokter lagi" kata Sesha


"Maaf ya aku gak bisa datang langsung, aku dah lahiran lo, ini anakku, tampan kan" Sesha mengarahkan kameranya kebayinya


"Iya selamat ya" kata Tyo


"Terimakasih mas, mas harus segera sembuh dan kita akan berkumpul dirumah Papa dengan anak-anak kita, biar kak Steven sendiri yang jones" kata Sesha


"Heeh" jawab Tyo


"Udah mas Tyo istirahat, mana suamiku" tanya Sesha


"Ada apa cinta aku masih disini" kata Sakti


"Buruan pulang" perintah Sesha


"Siap Nyonya" kata Sakti dan mengakhiri panggilannya


"Sakti sepertinya kata kataku tadi kebalik" kata Wienda


"Kata yang mana" tanya Sakti


"Kamu suka maksa Sesha, sepertinya Sesha yang suka maksa kamu, kalo kamu sih maksa Sesha cuma satu hal dan sekarang lagi libur panjang" kata Wienda


"Maksudnya" Sakti gagal paham maksud Wienda


"Jangan dijawab kak, biar dia kepo setengah mati" kata Steven


"Emang kamu ngerti maksudku" Wienda mengernyitkan dahi


"Ya elah gitu aja gak ngerti, meski belum pernah tapi dah tau" kata Steven


"Kalian berdua pulang aja biar Tyo bisa istirahat" kata Papa Andrew


"Dengan senang hati Papa aku mau cari pacar dulu" kata Steven dan pergi dari ruangan Tyo


"Kalo gitu aku juga pamit ya" kata Sakti menyalami Papa dan Mama mertuanya.


"Mas ayo pulang juga biar Tyo istirahat, Marvel Marvin ikut oma pulang ya" kata Mama Dewi


Marvel Marvin mengangguk bersamaan


"Mama sama Papa balik dulu kalian istirahatlah" kata Mama


"Salim Mama Papa dulu ganteng" kata Mama


Baby sitter mendekat menuntun anak asuhannya


"Sama oma jangan rewel ya" pesan Mama Wienda


Wienda menciumi pipi putranya satu persatu. Tyo melakukan hal yang sama meski dengan bantuan Wienda.


Sekarang tinggal Wienda dan Tyo yang berada diruangan.


"Mas Tyo istirahat. Wienda juga mau istirahat" kata Wienda


"Iya maaf ya udah ngrepotin" kata Tyo


"Gak masalah yang penting mas segera sehat kembali" kata Wienda

__ADS_1


"I love you wife" kata Tyo


"I love you too hubby" jawab Wienda


__ADS_2