
Ceklek. Pintu terbuka. Dokter keluar dengan mimik muka serius.
"Dok bagaimana keadaan mas Tyo" tanya Wienda
"Dokter Tyo sudah mengalami kemajuan Nyonya, terus ajak bicara untuk merangsang kesadarannya" kata dokter
"Terimakasih dok, boleh kami masuk" tanya Wienda
"Silahkan Nyonya, saya permisi dulu" pamit dokter
"Silahkan" jawab Wienda
"Ma Wienda masuk ya" pamit Wienda pada Mama Dewi
"Mama ikut" kata Mama Dewi
"Yo apa kabar" sapa Mama Dewi
"Mas" kata Wienda
Mereka berdua menyapa Tyo meski Tyo terdiam seribu bahasa. Wienda mendekati dan menggenggam tangannya. Sementara Mama duduk disamping Tyo dan sudah bisa dipastikan air matanya tidak bisa ditahan lagi agar tidak terjatuh.
"Ma ma ma ma ma" kata Marvin yang ada dalam gendongan Mama Dewi
"Ya sayang ada apa, Marvin kangen ya sama Papa" kata Wienda
"Pa pa pa pa pa" celoteh Marvel
"Marvel sama Marvin bobok sini sama Mama dan Papa ya" kata Wienda
Sikembar mengangguk seakan mengerti maksud Mamanya.
"Yakin Wien mau ngajak kembar bobok sini" tanya Mama
"Iya ma, siapa tau dengan Wienda membawa anak-anak mas Tyo segera sadar" kata Wienda
"Ya sudah kalo gitu" kata Mama pasrah
Wienda meminta Panji buat mindahi kasur dari kamar atas. Malam ini Wienda akan tidur dengan putra kembarnya diruangan Tyo suaminya.
Sementara ditempat lain.
"Cik Daddy pergi dulu ya, Daddy nanti gak pulang, Daddy dah lama gak ketempat Rina" pamit Johan pada Cikha
"Tega banget sih dad, itu si Zio sakit Daddy malah mau enak enakan sama Rina" Cikha merajuk
__ADS_1
"Bukan begitu Cikha" Johan
"Ahh sudahlah Daddy pergi aja Zio anak Cikha jadi biar Cikha sendiri yang urus" ketus Cikha
"Cikha ngertiin dong posisi Daddy, Daddy punya dua istri" kata Johan
"Daddy pergi aja gak usah bahas punya dua istri" ketus Cikha
"Cikha" panggil Johan
Oek oek oek tangisan baby Zio yang baru berumur 6 bulan. Cikha segera mengambil baby Zio dan membawa pergi keluar kamar. Melihat gelagat istri kecilnya Johan mengurungkan niatnya untuk pergi. Johan mencari keberadaan Cikha dan putranya Zio. Tapi nihil. Semua sudut rumah serta seluruh ruangan udah diperiksa hasilnya sama.
Cikha diam diam pergi keluar, tanpa hp tapi dia mengantongi sejumlah uang. Malam ini Cikha berniat tidur diluar. Hatinya dongkol melihat suaminya yang mau pergi kerumah istri pertama disaat anaknya lagi sakit. Sebenarnya Cikha selalu sakit hati mendengar nama istri pertama disebut. Tidak ada seorang wanita manapun yang rela diduakan termasuk Cikha.
Cikha berjalan kaki menyusuri trotoar dengan menggendong bayinya. Sialnya sepanjang jalan tidak ada taksi ataupun ojek yang lewat. Cikha hendak mencari penginapan terdekat. Tanpa sengaja Cikha melihat madunya sedang berada ditoko obat. Dari kejauhan samar samar Cikha mendengar kalo Rina membeli obat perangsang.
Hati Cikha berkecamuk. Untuk apa Rina membeli obat perangsang. Kalo untuk Daddy nggak mungkin kan rasanya. Tapi Cikha masa bodo sekarang yang terpenting gimana caranya cari penginapan secepatnya.
Setelah capek berjalan Cikha duduk didepan emperan toko yang sudah tutup. Matanya mengedarkan pandangannya mencari tempat tidur, siapa tau ada tempat untuk bermalam malam ini. Dari pandangannya Cikha menangkap ada sebuah tempat kos kosan. Cikha segera berjalan cepat kearah tempat tersebut.
Cikha mondar-mandir didepan gerbang sampai seseorang menyapa.
"Maaf mbak ada yang bisa dibantu" tanya seorang perempuan yang ditaksir masih usia sekolah
"Gini dek apa disini masih ada tempat kosong untuk ngekost" tanya Cikha
"O begitu ya" Jawab Cikha
Tok tok tok tok
"Permisi bu ini ada orang yang mau ngekost" kata sigadis pada ibu kost
"Suruh masuk" kata ibu kost
"Silahkan masuk mbak" kata sigadis mempersilahkan Cikha
Cikha masuk dan dipersilahkan duduk dikursi kayu didepan tempat tidur
"Kamu yang mau kost disini" tanya ibu kost
"Iya bu" jawab Cikha
"Baiklah ini cuma ada satu jamar sisa dipojok kanan" kata ibu kost
"Terimakasih, tapi saya ngekost tidak sampai sebulan, paling cuma beberapa hari kira-kira berapa uang kostnya" tanya Cikha
__ADS_1
"Disini sebulan 450 ribu. Kalo mau tinggal cuma beberapa hari harus bayar separo" kata ibu kost
"Baik bu ini uangnya, saya langsung menempati malam ini juga" kata Cikha dengan menyerahkan sejumlah uang
"Saya terima uangnya. Mari saya antar. Semoga betah dan memperpanjang" kata ibu kost dan memberikan kunci kamarnya
Sementara Johan sedang kelimpungan mencari Cikha dan bayinya. Johan mendatangi tempat-tempat dimana Cikha sering datangi. Tapi nihil karena Cikha sudah tidur nyaman dikost. Gak tau sih nyaman apa enggaknya. Karena dikost dengan harga segitu pasti lebih nyaman tidur dikamar mewahnya dirumah yang diberikan Daddy-nya.
Johan terus mencari jesana kemari. Hingga subuh menjelang Johan baru kembali kerumahnya berharap Cikha pulang dengan anaknya. Tapi harapannya sia-sia. Cikha belum juga kembali.
Semalam Johan tidak bisa tidur sama sekali. Pikirannya terus melayang membayangkan istri dan anaknya kalo sesuatu yang buruk menimpanya. Meskipun bibirnya menyangkal tapi hatinya tidak biaa dipungkiri kalo johan sangat kwatir.
Pagi ini Cikha berencana pulang karena pergi tanpa apa-apa. Anaknya butuh baju ganti dan masih harus minum obat, dirinya juga. Dan tidak mungkin membeli karena uang Cikha pas-pasan. Cikha keluar kamar pukul 8. Tidak disangka ternyata Johan berdiri didepan pintu kamarnya dengan muka merah padam menahan amarahnya.
Cikha pasrah apapun yang terjadi. Nyali Cikha ciut seketika melihat tatapan suaminya. Dan tanpa diduga Johan langsung menubruk tubuh mungil didepannya. Mendekap erat istri serta putranya.
"Maafkan Daddy Cik, jangan pergi seperti ini. Daddy bisa gila mencarimu" kata Johan
"Maaf dad" kata Cikha lirih
"Jagoan Daddy maafkan Daddy ya sayang" Johan menciumi seluruh wajah baby Zio.
"Daddy mengabaikan kamu yang lagi sakit" tambahnya
"Ayo kita pulang"ajak Daddy Johan
Cikha menurut saja, baby Zio sudah berada digendongan Daddy-nya. Tangan Johan yang satu menggandeng tangan Cikha takut Cikha menghilang lagi. Tangan satunya menggendong baby Zio.
"Baby jangan lakukan ini lagi ya, Daddy minta maaf. Daddy gak peka dengan perasaan kamu" kata Daddy Johan sampai mobil dan mengecupi pipi Cikha serta keningnya
"Cikha juga minta maaf ya dad, Cikha egois. Seharusnya Cikha ngerti posisi Cikha, semuanya harus dibagi" kata Cikha dengan menunduk.
"Ya Daddy maafkan" kata Johan
"Lapar dad" kata Cikha manja
"Kita cari sarapan. Daddy juga belum makan. Dari semalam Daddy cariin kamu sampai Daddy gak tidur" kata Johan
"Maafin Cikha ya dad, tapi darimana Daddy tau Cikha nginep disini" tanya Cikha
"Daddy dah pusing keliling nyari kalian dan hasilnya nihil. Terus Daddy berpikir cari penginapan terdekat dari rumah karena kamu gak bawa dompet gak bawa hp jadi Daddy cari satu persatu tempat penginapan dekat rumah dan Alhamdulillah ketemu" kata Daddy Johan
"Maafin Cikha ya dad" kata Cikha
"Daddy udah memaafkan sebelum Cikha minta maaf" kata Johan
__ADS_1
"Makasih dad I love you" kata Cikha
"Love you too baby" jawab Johan