TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Ketemu


__ADS_3

Hari ini Tyo memenuhi keinginan istrinya kemarin. Membawa istrinya jalan-jalan. Sebelum ke mall mereka mampir dulu dibutik. Wienda mengecek apa aja yang dibutuhkan meski semua sudah ada yang ngatur.


Puas dibutik mereka melanjutkan perjalanan menuju mall. Tyo memenuhi semua maunya istrinya. Mulai dari makan ditempat paforitnya, berbelanja kebutuhan pribadinya serta buah hatinya dan sekarang mereka menuju bioskop. Mereka mau menonton film romantis.


Tyo membeli tiket terlebih dulu dan menyuruh istrinya duduk menunggu ditempat yang telah disediakan. Wienda menunggu dengan memainkan ponselnya.


Sesuai keinginan istrinya Tyo tidak membawa bodyguard satu pun demi kenyamanan istrinya.


Tiba-tiba ada seorang laki-laki menghampiri dan duduk disebelahnya Wienda. Wienda kaget melihat siapa orang tersebut.


"Lo" kaget Wienda


"Kita bertemu lagi" kata orang tersebut


"Lo ngikutin gue ya" kata Wienda


"Iya, mentang-mentang dah jadi Nyonya besar gak mau nemuin aku, padahal suamimu sendiri mengijinkan" kata orang tersebut


"Malas ketemu sama orang gak waras" kata Wienda ketus


"Aku gak waras juga gara-gara kamu" katanya


"Hay,,,,, jangan sembarang kalo ngomong, gue tidak pernah sekalipun membuat lo stres" kata Wienda tidak terima dengan tuduhannya


"Sadar apa enggak kamu udah buat aku gila sejak lo nolak gue 9 tahun lalu" tegas orang tersebut


"Maaf gue gak bermaksud, tapi hidup itu pilihan . Dan aku memilih menolak lo karena gue tidak ada rasa sama lo. Jadi jangan ganggu hidup gue yang udah bahagia dengan pilihan gue" kata Wienda menekankan kata katanya


"Emang kamu gak ada bedanya dengan perempuan lain yang hanya melihat seseorang dari materi saja" ketus orang tersebut


"Ini dunia nyata, bangun dari mimpimu" kata Wienda


Tyo yang sudah selesai membeli tiket menghampiri istrinya dengan terburu karena ada orang lain yang duduk dan berdebat dengan istrinya.


"Lo" Tyo kaget ada Zaki disana


"Sorry, kebetulan aku tadi liat ada Wienda disini sekalian aja aku samperin" kata Zaki


"Kama gak papa sayang" tanya Tyo cemas

__ADS_1


"Gak papa. Ayo kita pergi, moodku buruk begitu liat mahkluk astral ini" kata Wienda yang enggan menyebut nama Zaki


"Tunggu. Aku belum selesai bicara" kata Zaki menghentikan langkah keduanya


"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Pergi jauh-jauh dari hidupku dan jangan pernah muncul dihadapanku. Masih banyak perempuan lain yang lebih bisa menghargai lo ketimbang lo ganggu hidup gue yang jelas jelas sudah punya keluarga" kata Wienda


"Oke. Itu memang sedang kulakukan sekarang. Tapi aku minta kita bisa bicara berdua aja, tanpa suamimu. Aku janji setelah ini aku tidak akan muncul lagi dihadapan kamu" kata Zaki


"Maaf gue tidak mau. Kalo mau bicara disini aja" tolak Wienda


Tyo hanya menjadi pendengar untuk dua orang yang dulu berteman. Jika tidak membahayakan istrinya Tyo akan diam biar mereka menyelesaikan persoalan mereka yang sebenarnya tidak pernah terjadi jika Zaki tidak jatuh cinta pada istrinya Wienda.


"Perdebatannya udah" tanya Tyo


"Udah, ayo kita pulang" kata Wienda dengan menggandeng tangan suaminya


"Belum, selama Wienda tidak memberi kesempatan untuk ngobrol berdua" kata Zaki


"Jangan harap gue mau" tolak Wienda tegas


"Wienda please kali ini aja aku mohon" mohon Zaki dengan menangkup kedua tangannya didada


"Maaf sebaiknya lo mengerti kondisi istri gue. Kalo dia tidak mau jangan memaksa dan lagian lo udah janji bakal pergi jauh dari sini kalo gue bebasin lo, mana janji lo sebagai laki-laki sejati" kata Tyo


"Aku gak ingkar janji, aku janji akan pergi setelah bertemu Wienda dan bicara berdua " kata Zaki


"Lo udah denger kan kalo istri gue gak mau ketemu lo" kata Tyo yang mulai emosi karena orang didepannya tetap ngotot mau berbicara berdua dengan istrinya.


"Aku dengar tapi aku tetap maksa berbicara berdua dengan Wienda" kata Zaki


Tanpa menjawab Tyo menggandeng tangan istrinya dan pergi dari tempat itu. Zaki hendak mengejar tapi sekuriti menahannya karena sebelumnya Tyo telah menghubungi pihak keamanan mall tersebut.


"Sial" teriak Zaki


"Sayang kamu tidak kenapa-kenapa " tanya Tyo cemas dan melihat keseluruhan tubuh istrinya.


"Mas gak usah berlebihan aku baik-baik saja" jawab Wienda


"Syukurlah, sekarang kita kemana " tanya Wienda

__ADS_1


"Pulang aja, aku pengen berendam mendinginkan otakku dan ototku yang sempat tegang " jawab Wienda


"Oke" Tyo segera bergegas menuju basemen tempat parkir mobilnya. Tyo membukakan pintu untuk istrinya. Semua barang belanjaannya sudah masuk sebelum mereka menuju bioskop. Setelah semua beres Tyo segera memasuki mobilnya dan duduk dibelakang kemudi.


Kuda besi warna putih yang mereka naiki meluncur perlahan meninggalkan area mall. Membelah jalanan yang padat merayap jika weekend seperti ini.


"Mas" panggil Wienda


"Iya sayang" jawab Tyo


"Mas Tyo kok membiarkan orang itu bebas keluyuran disini soh mas. Mas udah kehilangan taring buat gertak pengganggu itu ya" kata Wienda dengan bibir manyun.


"Maaf sayang. Mas akan suruh untuk buang dia jauh-jauh dari kota ini" kata Tyo dengan menggenggam tangan Wienda


"Mas kalo aku nemuin dia, apa dia akan menepati janjinya untuk gak ganggu aku mas" tanya Wienda


"Mas gak tau sayang, tapi sebaiknya memang jangan temui dia, mas kawatir dengan kamu sayang" kata Tyo


"Berarti keputusan aku tepat untuk tidak mau menemuinya" tanya Wienda


"Tepat sayang, mas akan perketat lagi keamanan disekeliling kita sayang " kata Tyo


"Makasih ya mas Wienda hanya merepotkan saja " kata Wienda menunduk


"Sayang kamu itu istriku. Nyonya Tyo Wildan Pratama. Jadi sudah seharusnya mas melindungi istri, anak-anak mas serta keluarga mas" jawab Tyo mantap


"Mas, aku bersyukur gara-gara kaleng sialan yang mas tendang kita jadi suami istri. Jodoh memang tidak tau kapan datangnya dan dengan cara seperti apa " kata Wienda mengingat pertemuan pertama keduanya.


"Hehehe maaf ya, untung kalengnya milih mendarat dikepala kamu" kata Tyo merasa lucu juga dengan tingkatnya waktu itu.


"Aku penasaran mas sampai sekarang mas belum jawab" kata Wienda menjeda ucapannya


"Apa sayang " tanya Tyo


"Kenapa mas Tyo langsung bawa aku makan dan mengatakan kalo kita pacaran, padahal ketemunya juga barusan. Udah gitu aku juga mau-mau aja dibawa pergi. Dan yang lebih konyol waktu mas ninggalin aku diruangan mas dan harus nungguin mas, aku nurut gitu aja heran deh ma diri ini" kekeh Wienda


"Hehehe mungkin udah diaturnya gitu kali, kamu nurut aja apa yang mas katakan. Kamu herannya disitu kalo mas pada Mama. Dengan mudahnya Mama setuju aja waktu mas bilang kita pacaran " kata Tyo


"Udah jodoh jadi semua dipermudah jalannya. Amin semoga selamanya kita bahagia dunia akhiran dan busa melewati semua rintangan yang menghadang " kata Wienda

__ADS_1


"Amiin" Kata Tyo


__ADS_2