TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Kelulusan Wienda


__ADS_3

Hari ini hari yang ditunggu tunggu Wienda selama 4 tahun. Iya hari ini Wienda wisuda. Rasa bangga akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Meski sempat keteteran tapi berhasil juga berkat kerja kerasnya. Tak lupa dukungan dari suaminya menjadi salah satu penyemangat.


Semua keluarganya berkumpul dirumah. Ayah dan bundanya juga datang. Wienda senang akhirnya bisa menepati janjinya pada ayahnya ketika memutuskan untuk menikah. Wienda berjanji akan menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Dan itu benar terjadi.


"Selamat ya sayang akhirnya kamu udah lulus" ucap Tyo


"Makasih ya mas, ini semua juga tak lepas dari dukungan mas Tyo" kata Wienda


"Kita kan harus saling mendukung" Tyo


"Selamat ya sayang" ucap bunda


"Terimakasih bun ini berkat doa Bunda" ucap Wienda


"Ayah bangga kamu bisa nyelesaikan kuliahmu tepat waktu mesti menikah" ucap Ayah


"Ini tak lepas dari doa ayah juga, semua ini berkat dukungan doa dan suport dari kalian semua. Terimakasih semuanya" ucap Wienda terharu


"Sama-sama sayang" ucap Tyo


Wienda foto dengan keluarganya. beberapa jepretan fotografer. Dari dia sendiri , berdua dengan suaminya, dengan ayah bundanya dengan semua keluarganya dengan putra kembarnya dan terakhir dengan keluarga kecilnya Wienda Tyo suaminya dan Marvel Marvin.


Wienda bersyukur banget bisa lulus tepat waktu meski sudah menikah. Mungkin cita-citanya yang setelah lulus kerja dan gaji pertamanya untuk kedua orangtuanya itu tidak terlaksana tapi Wienda cukup bangga karena selama ini Wienda sudah bisa memberi uang bulanan pada orangtuanya berkat suaminya Tyo.


Tyo mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk merayakan kelulusan sang istri. Mengajak seluruh keluarganya untuk makan-makan.


"Wienda iri deh dah lulus aja" kata Sesha manyun


"Mbak Wienda Sesha, biasakan" peringat Tyo


"Maaf mas Tyo mbak Wienda" Sesha tambah manyun

__ADS_1


"Gak usah iri sebentar lagi kamu juga bakal lulus" Wienda merendah


"Kalo aku gak tau kapan lulusnya. Proposal aku aja belum di acc, dan sekarang malah begini keadaannya gimana mau cepak lulus" keluh Sesha


"Sabar" ucap Wienda


"Sha gak lulus juga gak papa yang penting lulus jadi seorang istri dan juga ibu" kata Tyo


"Kalo itu pasti dan gak akan pernah ada kata lulus sebelum tua melihat anak-anaknya sukses kelak, benar gak bun" kata Sesha


"Bener nak kita akan merasa lulus jadi ibu kalo anak-anaknya udah pada sukses meraih semua mimpinya dan yang terpenting bisa bahagia" kata bunda Sandra


"Berarti bunda belum sukses dong jadi ibu karena Wienda belum mencapai mimpi Wienda" kata Wienda


"Memangnya mimpi apa yang belum tercapai" tanya Tyo


"Hehehe kerja" jawab Wienda cengengesan


"Kerja apa" tanya Wienda


"Kerja bikin anak" bisik Tyo


Wajah Wienda memerah mendengar jawaban absurt suaminya. Memang keduanya bekerja keras untuk hal itu tak bisa dielakkan lagi.


"Wienda kerja apa mas maaf maksudnya mbak Wienda udah kerja dimana" tanya Sesha polos


"Gak perlu tahu anak kecil" jawab Tyo


"Hay ini udah bisa bikin anak kecil kalo gak salah, gak lihat ni perut dah segini" protes Sesha


"Ups sorry adik kecil mas lupa kalo udah bisa menghasilkan anak hahaha" tawa renyah Tyo

__ADS_1


"Dari kita bertiga cuma kamu mbak yang bisa nyelesaikan tepat waktu. Padahal kita sama-sama punya tanggung jawab sebagai istri tapi kok bisa gitu mbak Wienda bagi waktu dah jadi mamud pula tu" kata Sesha


"Bedanya Wienda istriku dengan Sesha istrinya Sakti" kata Tyo sombong


"Mas dari tadi diam aja belain kek istrinya di-bully gak perasaan banget" Sesha minta dukungan Sakti suaminya


"Sha berapa lama kamu nikah ma tu beruang kutub" tanya Tyo


"Kok beruang kutub sih mas, es balok"


"Heran deh punya suami kok gak ada hangat-hangatnya kalo gak diranjang" omel Sesha


"Yang penting diranjang hangat Sha, bakal panjang urusannya kalo diranjang tetap dingin seperti patung es" kata Wienda


Mendengar ocehan istri dan kakak iparnya itu hanya ditanggapi dengan senyum tipisnya.


"Astaga Sakti kita ngomong sampai berbusa tanggapan kamu cuma senyum aja irit gitu Astaghfirullah. bik Ulfa kemarin pas hamil Sakti makannya tiap hari es batu kali ya makanya punya anak sedingin ini" kata Wienda


"Jangan sampai anakmu seperti Sakti" kata Tyo


"Ada yang salah" jawab Sakti


"Ternyata bisa ngomong juga" ledek Tyo


"Sakti kalo sakit gigi bilang aku kan dokter biar ku kasih obat pencair es balok biar kalo lagi kumpul gini kamu bisa bersuara" ledek Tyo


Tatapan Sesha tajam mengarah ke Tyo


"Sha matanya kamu mau lepas tu jangan melotot gitu" canda Wienda


"Mas Tyo kalo ngomong sekate-kate banget suamiku biar panas kalo pas sama aku aja" sewot Sesha

__ADS_1


Hahahaha semua tertawa. Obrolan mereka tinggal berempat. Ayah sama Bunda Wienda udah pulang duluan. Sesha yang kehamilan sudah jalan 6 bulan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa.


__ADS_2