TYWI ( TYO WIENDA)

TYWI ( TYO WIENDA)
Cemburu


__ADS_3

Wienda sengaja datang ke kantor Tyo tanpa memberitahu dulu. Wienda ingin buat kejutan.


"Carla apa yang kamu lakukan disini" tanya Tyo


"Aku kangen sama kamu Yo, aku tau aku salah aku minta maaf soal kemarin yang dah ganggu istrimu, aku menyesal Yo. Cinta memang tak harus memiliki. Aku berusaha iklas Yo" jelas Carla


"Bagus deh kalo kamu sadar" kata Tyo


"Sebenarnya aku mau ketemu istrimu langsung tuk minta maaf tapi aku gak punya nyali tuk menemuinya" kata Carla


"Nanti aku sampaikan, Wienda memang sangat marah tau kalo kamu pernah berniat jahat padanya." kata Tyo


"Aku memang pantas dimarahi dibenci sama semua orang karena aku memang jahat, aku malu pada diriku sendiri Yo. Karena cintaku padamu terlalu besar hingga menutupi mata hatiku tuk berbuat kejam demi mendapatkan dirimu kembali. Aku benar-benar minta maaf ya Yo" kata Carla penuh penyesalan


"Iya aku dah memaafkan" tanpa maksud apa-apa Tyo memeluk Carla sedang Wienda melihat dibalik pintu ruangan yang tidak tertutup rapat.


Wienda dengan hati bergemuruh pergi meninggalkan tempat itu tanpa tau kebenarannya. Didepan lift Wienda ketemu Sakti. Sakti membungkuk menyapa Wienda tapi diabaikan. Sakti memperhatikan Wienda tengah menangis. Sakti ingin bertanya tapi keburu Wienda masuk lift. Ting.


Sementara diruangan Tyo, Carla menceritakan bagaimana dirinya bisa sampai ke sini karena sudah dideportasi dari negara ini sejak berniat mencelakai Wienda dulu.


"Terimakasih Yo atas waktunya, aku pamit dulu. Sampaikan maafku tuk istrimu. Aku permisi" pamit Carla


"Sama-sama Carla silahkan" Tyo mengantar kepergian Carla hingga pintu.


Dengan hati yang panas dan hujan air mata, Wienda memasuki taksi yang kebetulan menurunkan penumpang didepan kantor Tyo. Tidak ada bodyguard yang tau kepergian Wienda. Wienda menaiki taksi tak tau arah tujuannya.


"Maaf nona dari tadi kita muter-muter mulu, apa ndak sebaiknya nona saya antar pulang" kata sopir taksi hati-hati


"Kenapa takut gak saya bayar"sarkas Wienda


"Bukan begitu nona, sebenarnya saya mau pulang nona istri saya mau melahirkan jadi maaf kalo nona cuma muter-muter begini saya tidak bisa membantu nona, saya harus pulang" kata sopir taksi jujur


"Berhenti sini pak kalo gitu. Ini ongkosnya terimakasih kasih ya" kata Wienda tidak enak dengan mengeluarkan beberapa l2ds1embar uang ratusan


"Ini kebanyakan nona, ongkosnya tidak sampai segini" kata sopir taksi mengembalikan kelebihannya

__ADS_1


"Tidak pak ambil aja itu rejeki bapak hari ini semoga kelahiran bayi bapak lancar" kata Wienda


"Terimakasih nona maaf ya" kata sopir tak enak


"Iya pak sama-sama" kata Wienda.


Wienda sekarang berada ditaman pusat kota, tempat awal pertemuannya dengan Tyo suaminya. Wienda duduk dikursi taman yang disediakan. Wienda mengingat awal pertemuannya. Wienda tersenyum getir mengingat semua. Lama Wienda duduk terdiam hingga dering di henponnya berbunyi.


Drrrt......drrrt......drrrt....


Wienda melirik siapa yang menghubungi. Dahinya mengernyit ketika melihat nama baby sitter putranya, segera Wienda menggeser tombol dan menempelkan benda pipih itu ketelinganya.


"Hallo mbak ada apa"


"..................…....….......... "


"Iya aku pulang sekarang" Wienda segera berlari kearah jalan berharap segera menjumpai taksi. Namun sayangnya sudah setengah jam tidak ada taksi yang lewat.


Wienda bingung pikirannya buntu. Tiba-tiba teringat sesuatu.


Wienda menggunakan aplikasi taksi online. Segera memesan tak tak lama taksi onlinenya sudah tiba. Wienda segera menaiki


"Pak kealamat ini" Wienda menyodorkan alamat tempat tinggalnya


"Ini jauh banget lo neng" kata sopir taksi


"Bapak tenang aja pasti kubayar" kata Wienda


"Iya neng baik" kata sopir taksi


Karena Wienda tak kunjung pulang akhirnya baby sitter sikembar menelpon Tyo.


"Halo tuan. tuan muda Marvel badannya demam, sudah saya kasih obat tapi belum turun juga demamnya dan sekarang rewel banget" kata baby sitter


"Mamahnya kemana sus" tanya Tyo

__ADS_1


"Maaf tuan saya tidak tau, tadi sudah saya hubungi katanya segera pulang tapi sampai sekarang belum pulang juga" jujur baby sitter


Tanpa menjawab Tyo mematikan sambungannya sepihak dan beralih menghubungi istrinya. Nyambung tapi tidak diangkat. Tyo kesel banget. Tidak pernah Wienda seperti ini. Tyo memutuskan pulang.


Sampai rumah istrinya belum sampai juga. Tyo segera masuk kekamar putranya, memeriksa baby Marvel.


"Wienda pergi dari kapan sus" tanya Tyo pada baby sitter putranya


"Tadi siang tuan" jawab baby sitter


"Dan sampai sekarang belum balik juga" heran Tyo.


Setelah memeriksa keadaan baby Marvel dan itu hanya demam biasa tapi baby Marvel rewel maka Tyo menggendongnya dan dibawa masuk ke kamarnya. Didepan pintu berpapasan dengan Wienda.


"Bagus ya anak sakit malah kelayapan gak jelas" marah Tyo


Wienda kaget melihat kemarahan Tyo ini pertama kalinya Tyo memarahi Wienda. Wienda enggan berdebat untuk sekarang memutuskan mengambil alih baby Marvel dari dekapan suaminya. Setelah dapat Wienda berjalan memasuki kamar putranya.


Tyo yang merasa diabaikan dan tak tau ada apa dengan istrinya langsung marah pada Wienda.


"Dari mana aja kamu jam segini baru pulang dengan keadaan kacau gini" tanya Tyo


"Bukan urusannmu" jawab Wienda


"Apa maksudmu, kamu itu istriku jadi itu urusanku" marah Tyo


"Mulai sekarang urus aja yang lain gak usah urus aku, bilang kalo emang udah bosen sama aku, aku dengan iklas dan sadar diri akan pergi dari hidupmu" kata Wienda


"Wienda maksudmu apa" tanya Tyo


"Gak ada maksud apa-apa" air matanya sudah luruh tanpa bisa ditahan.


Tyo kaget Melihat Wienda menangis.


"Sayang sebenarnya apa yang terjadi denganmu"

__ADS_1


__ADS_2